medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Kabut Asap Juga Selimuti Kalimantan Barat

Published in Nasional
Minggu, 20 Juli 2014 11:12

Medialingkungan.com – Setelah Riau, kini Kalimantan Barat yang tengah waspadai kabut asap. Pada Minggu malam hingga dini hari (20/7/2014) diperkirakan kabut akan menyelimuti wilayah tersebut.

Salah satu wilayah yang memang menjadi rawan kebakaran hutan dan lahan adalah Kalimantan Barat. Jika disaat musim kemarau, kebakaran hutan sangat mudah menjalar dan mengakibatkan pencemaran udara.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan akan terjadi cuaca berawan diprediksi terjadi di Banda Aceh, Medan, Palangkaraya, Banjarmasin, Makassar, Ternate, Sorong, Manokwari, Denpasar, dan Semarang. Sedangkan untuk kota Padang, Biak, Merauke, Kupang, Sumbawa Besar, Yogyakarta, dan Surabaya diprediksi cuaca cerah.

Diperkirakan pula hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan terjadi di Palembang, Jambi, Batam, Pekanbaru, Bandar Lampung, Serang, Bandung, Jakarta, Pontianak, Samarinda, Manado, Gorontalo, Ambon, atau Jayapura.

Gelombang tinggi juga masih berpeluang melanda sejumlah perairan. Gelombang setinggi 4 hingga 5 meter bisa menghantam Laut Cina Selatan, Samudra Hindia selatan Bengkulu-Lampung, perairan selatan Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Leti, perairan Kepulauan Babar-Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Yos Sudarso-Merauke, Laut Arafuru, dan Samudra Pasifik timur Filipina.

Dan gelombang setinggi 3 hingga 4 meter berpotensi melanda Laut Andaman, perairan utara Aceh, perairan selatan Kupang - Rote, Laut Timor, Laut Flores bagian timur, perairan Kepulauan Wakatobi, Laut Banda dan perairan Kepulauan Kai. (DN)

 

Kesaktian Pulau Moyo Pikat Maria Sarapova & Lady Diana Berkunjung 

Published in Ekowista & Traveling
Selasa, 08 Juli 2014 04:38

Medialingkungan.com- Salah satu destinasi wisata terbaik yang ada di Indonesia adalah Pulau Moyo. Pulau Moyo terletak di Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa. Kawasan ini adalah sebuah tempat wisatawa yang memiliki pemandangan alam yang menakjubkan.

Pulau Moyo memiliki luas kawasan lebih sekitar 330 kilometer persegi dengan ketinggian tempat yang bervariasi. Dengan kondisi seperti itu, pulau moyo banyak memiliki berbagai jenis kekayaan alam seperti hutan hujan, hutan bakau, bahkan padang rumput yang cukup luas.

Di Pulau Moyo para pengunjung dapat menikmati keindahan kupu-kupu dengan jumlah yang sangat banyak. Pulau moyo juga disebut sebagai surganya bagi berbagai jenis burung. Terdapat beberapa jenis burung yang langka di kawasan tersebut.

Kawasan ini pun mengandalkan pantai dan laut untuk menarik perhatian para wisatawan. Terlebih, air laut di pulau ini sangat terbebas dari kotoran. Oleh sebab itu, Pulau Moyo dikenal dengan perairannya yang jernih.

Para pengunjung juga dapat melakukan snorkeling ataupun diving untuk menikmati keindahan biota laut yang ada di pulau moyo seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan yang membuat pemandangan di bawah laut pulau moyo sangat menakjubkan.

 Selain menikmati pemandangan laut, para pengunjung juga dapat melakukan hiking ataupun berjalan-jalan menelusuri hutan yang terdapat di pulau moyo.

Layaknya pantai pada umumnya, wisatawan pun dapat menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) pada sore hari. Saat matahari berada di ujung ufuk, gradasi langit pun memerah dengan perpaduan warna jingga.

Alhasil, tempat ini selalu ramai dikunjungi para turis lokal maupun mancanegara setiap tahunnya. Tak sedikit pula keluarga yang membawa anak-anaknya berlibur ke sini.

Air Terjun Favorit Maria Sarapova

Pulau Moyo juga di kenal memiliki air terjun yang sangat menakjubkan. Air terjun ini bernama Mata Jitu. Kabarnya, air terjun ini merupakan air terjun favorit dari petenis wanita nomor wahid dunia, Maria Sarapova. Selain petenis yang memiliki paras cantik Maria Sarapova, di air terjun ini juga pernah di disinggahi oleh mendiang Lady Diana.

Jika ingin berkunjung ke sini, wisatawan bisa menuju Pulau Sumbawa melalui akses darat(kemudian menyeberang laut menggunakan kapal) dan udara.

Apabila lewat darat, dari Mataram, ibu kota Provinsi NTB, Anda menuju timur, tepatnya menuju Pelabuhan Kayangan (Lombok) menyeberang menggunakan feri ke Poto Tano (Sumbawa Barat), lantas melanjutkan perjalanan lewat darat menuju Kota Sumbawa Besar, ibu kota Kabupaten Sumbawa.

Jika menggunakan transportasi udara, dari Bandara Internasional Lombok (BIL), Praya (Lombok Tengah), Anda terbang menuju Bandara Sultan Kaharuddin (Sumbawa). (AH)

Raja Ampat Spot Travelling Bawah Laut Terbaik Dunia

Published in Ekowista & Traveling
Kamis, 29 Mei 2014 19:24

Medialingkungan.com - Raja Ampat merupakan tempat wisata paling eksotik di Indonesia. Pesona alam bawah lautnya adalah yang paling terbaik yang pernah dimiliki di Nusantara. Raja Ampat berada di Kabupaten Sorong dan merupakan nama gugusan pulau-pulau yang tersebar di perairan pada bagian “kepala burung” (Vogelkoop) Pulau papua.

Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.

Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia salah satunya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indnesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.

Tim ahli konservasi dunia, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans.

Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.

Untuk menjaga kelestarian bawah laut Kepulauan Raja Ampat, terdapat dua lembaga internasional yang konsen terhadap kelestarian sumber daya alam Raja Ampat, yaitu Conservation International dan TNC (The Nature Conservancy). Pemerintah sendiri telah menetapkan laut sekitar Waigeo Selatan, yang meliputi pulau-pulau kecil seperti Gam, Mansuar, kelompok Yeben dan kelompok Batang Pele, telah disahkan sebagai Suaka Margasatwa Laut. Menurut SK Menhut No. 81/KptsII/1993, luas wilayah ini mencapai 60.000 hektare.

Totalitas keindahan Raja Ampat menjadi surga bagi para wisatawan lokal maupun internasional. Berikut beberapa kenampakan alam khas dari Raja Ampat :

Kenampakan keindahan daratan dan bawah laut Raja Ampat

 

 

   

 

Kearifan lokal milik Raja Ampat


  

Kenikmatan mengitari pulau-pulau Raja Ampat menggunakan perahu Phinisi, perahu khas Sulawesi 

  

 

Beberapa tawaran resort di Raja Ampat 

    

 

 Turis asing berfoto di pesisir Raja Ampat

Medialingkungan : Visit Raja Ampat - Wonderful Indonesia

(MFA)

 

Surga Traveler Dunia, Pulau Dewata Bali

Published in Ekowista & Traveling
Jumat, 23 Mei 2014 08:00

Medialingkungan.com - Indonesia merupakan negara kepulauan yang menyimpan banyak eksotisme panorama keindahan alam yang mengundang decak kagum masyarakat di seluruh dunia. salah satu maskot pariwisata Indonesia yang menjadi perbincangan dunia adalah Pulau Dewata atau Pulau Bali.

Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibu kota provinsinya ialah Denpasar yang terletak di bagian selatan pulau ini. Dari pandangan masyarakat di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia.

Berikut beberapa tempat yang menjadi tujuan wisata turis lokal dan mancanegara paling populer di bali :

Gambar 1 : Pantai Kuta Bali Jl.Raya Kuta 

 

Gambar 2 : Monumen Bom Bali Jl. Legian

 

Gambar 3 : Lokasi Perbelanjaan Wilayah Popies

 

 

Gambar 4 : Kunjungan Miss World 2013 di Gelora Wisnu Kencana

 

 

Gambar 5 : Kearifan Lokal Bali di Gelora Wisnu Kencana

 

 

Gambar 6 : Nusa Dua Bali

 

 

Gambar 7 : Ubud Bali

 

 

Gambar 8 : Spot Diving Tanjung Benoa Bali

  

 

Gambar 9 :Tanah Lot Bali

 

 MEDIALINGKUNGAN : Wonderful Indonesia, Visit Balinesia 2014 (MFA)

 

Pesona Pariwisata Kaliurang Jogjakarta Sanggup Pacu Adrenalin

Published in Ekowista & Traveling
Selasa, 11 Februari 2014 08:00

Medialingkungan.com - Kaliurang adalah objek wisata andalan Kabupaten Sleman yang berada di lereng selatan Merapi. Kawasan wisata ini terletak di selatan Provinsi DIY, 28 km dari Kota Yogyakarta. Tepatnya Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. Jika dibandingkan dengan kawasan wisata yang serupa di luar DIY, Kaliurang mirip dengan kawasan Puncak di Bogor.

Jika ingin menikmati pemandangan Kaliurang, para pengunjung bisa berkeliling menggunakan kereta kelinci yang dikenal dengan istilah sepoer. Kendaraan ini biasa mangkal di depan taman wisata yang dipenuhi dengan kios-kios penjaja makanan. Jalur yang dilaluinya mengitari kawasan wisata Kaliurang dari timur ke barat. Melewati gardu pandang yang terletak di sebelah barat, Merapi akan terlihat jelas ketika cuaca cerah. Tarif untuk menaiki kendaraan ini Rp.3.000 per orang jika yang naik minimal tujuh orang. Untuk perjalanan eksklusif, Rp.20.000 akan membuat perjalanan layaknya seorang bangsawan.

Bila ingin merasakan sejuknya angin dan heningnya malam di Kaliurang, berbagai villa, bungalow, pesanggrahan atau pondok wisata bisa menjadi pilihan. Tarifnya juga beragam, mulai dari yang 25 ribuan hingga 200 ribuan.

salah satu keunikan wisata alam Kaliurang adalah deretan 22 gua peninggalan Jepang yang masih ada hingga sekarang. namun untuk mencapai tempat tersebut pengunjung harus menyusur sisi barat Bukit Plawangan sejauh 1100 meter, menempuh perjalanan lintas alam, melalui jalan tanah yang diapit pepohonan dan lereng rimbun, tapi semuanya akan terbayar ketika menyaksikan panorama suguhan dari kaliurang.

Berikut Spot Wisata Kaliurang yang Terpopuler,

Gambar 1 : Turis sedang Minum Teh di Resort Kaliurang

 

Gambar 2 : Lokasi Jeep Offroader Kaliurang 

 

Gambar 3 : Spot Outbond Kaliurang 

 

Gambar 4 : Spot paintball Kaliurang

 

Gambar 6 : Museum Kesenian Jogjakarta Kaliurang

Gambar 7 : Resort Penginapan Kaliurang

Medialingkungan : Wonderful Indonesia, Visit Jogjakarta (MFA)

Sekitar 50 Objek Pariwisata Indonesia Dikelola Asing

Published in Nasional
Kamis, 01 Mei 2014 08:00

Medialingkungan.com – Besar potensi kekayaan alam Indonesia khususnya di bidang pariwisata sangat besar, namun tidak berbanding lurus dengan pemanfaatannya. Permasalahannya terletak pada pendanaan. Besaran total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai tidak sanggup mengoptimalkan sektor pariwisata Indonesia.Pemerintah kemudian menyerahkan pengelolaan obyek wisata ini kepada. Konsekuensinya tentu keuntungan yang didapat, dibagi berdasarkan kesepakatan keduabelah pihak. Untuk kebanyakan kasus, keuntungan yang dihasilkan akan dibagi dua.

Pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, belum lama ini, telah sepakat untuk merevisi aturan dengan memperbesar peranan asing di sektor pariwisata Indonesia. Rencananya, investor luar negeri yang sebelumnya bisa menanamkan modal hanya 49 persen di wahana rekreasi berbasis alam, kini berkisar hingga 70 persen.Efeknya, peran masyarakat lokal semakin kecil dan hasil akhirnya tentu saja menurunkan kesejahteraan masyarakat dan semakin dekat ke jurang kemiskinan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengakui bahwa sektor pariwisata berada pada peringkat kelima prioritas pengalokasian APBN negara. Tercatat pada 2013, sektor ini mampu menyumbang devisa negara mencapai US$ 10 miliar,Dari total pendapatan tersebut kemudian akan dibagi atas bersaran persentase kepemilikan objek pariwisata itu. Pasalnya, saat ini, sekitar 29 kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil Indonesia sudah dikelola asing seperti Australia, Amerika Serikat, Swiss, Prancis, Brasil, Singapura dan Thailand.

Sementara, Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil KKP Sudirman Saad mengatakan, dari data yang dimiliki KKP, terdapat lebih dari 50 pulau, yang pusat wisata baharinya yang kini dikelola oleh investor asing.Modus yang ia gunakan yakni menikahi Warga Negara Indonesia (WNI), kemudian kepemilikiannya diatasnamakan WNI yang mereka nikahi."Modus mereka adalah menikahi Warga Negara Indonesia, lalu investasi mereka diatasnamakan istri mereka itu. Kita ingin mereka bentuk PT (Perseroan Terbatas) untuk usaha mereka dan tidak dalam individu," ujarnya. (MFA)

 

Halaman 6 dari 6

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini