medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Air Terjun Bersusun Parangloe, Tampilkan Lapisan Bebatuan Menarik

Published in Ekowista & Traveling
Senin, 15 Juni 2015 00:43
  • Email
Lapisan bebatuan  alami setinggi  30 meter dan memiliki lebar sungai 15 hingga 20 meter dengan aliran air yang deras di Air Terjun Parangloe (gambar: @longzkiey) Lapisan bebatuan alami setinggi 30 meter dan memiliki lebar sungai 15 hingga 20 meter dengan aliran air yang deras di Air Terjun Parangloe (gambar: @longzkiey)

Medialingkungan.com – Air Terjun Parangloe, terletak di Desa Parangloe, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Propinsi Sulawesi Selatan. Termasuk dalam jajaran air terjun terindah di Sulawesi Selatan karena memiliki karakter bertingkat dengan susunan bebatuan yang menarik.

Air terjun ini menampilkan lapisan bebatuan alami setinggi 30 meter dan memiliki lebar sungai 15 hingga 20 meter dengan aliran air yang deras.

Masyarakat Parangloe sering sekali menyebutnya dengan ‘Air Terjun Bantimurung Dua’, karena memiliki karakteristik yang menyerupai wisata Air Terjun Bantimurung yang berlokasi di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung tersebut. Serta Sungai dari air terjun ini memang memiliki muara dari Bantimurung.

Biasa pula mereka menyebutnya ‘air terjun bertingkat’ atau ‘air terjun bersusun’ yang diambil dari karakteristiknya sendiri yang bertingkat dan bersusun. Namun air terjun ini masih jarang dikunjungi oleh para wisatawan.

Untuk menuju Air Terjun Parangloe terbilang gampang-gampang susah. Sepeda motor adalah pilihan yang tepat sebagai alat transportasi menuju ke lokasi ini, karena dapat mengambil jalur lebih singkat. Akses angkutan umum menuju kesana sedikit sulit dan butuh waktu lama.

Dari Kota Makassar, Anda akan menempuh jarak sekitar 43 kilometer ke arah timur menuju Jalan Poros Malino, dan membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam dari Kota Makassar. Di Jalan Poros Malino kilometer 41, Anda akan mengambil belokan ke kiri lalu masuk menuju kompleks Kantor Dinas Kehutanan Parangloe.

Parkirlah kendaraan di sana dan Anda akan berjalan kaki masuk ke hutan sekitar 2 kilometer dengan waktu sekitar 45 menit. Diselimuti lingkungan yang masih sangat alami, membuat tempat ini cukup sulit untuk diakses.

Jalan masih tanah, berbatu, serta tidak dapat ditempuh oleh kendaraan kecuali off road, mengharuskan kita menempuh jalan setapak yang lebih mirip sebagai jalur air hujan.

Untuk sampai di tempat ini memang membutuhkan perjuangan yang hebat. Akses yang cukup sulit, sehingga membutuhkan tenaga dan fisik yang kuat. Namun, apabila anda sudah sampai di air terjun, tidak akan ada penyesalan yang Anda rasakan.

Airnya yang jernih, sejuk, dikelilingi hutan hijau, saat membelakangi air terjun terlihat satu gunung di kejauhan muncul di balik pepohonan, akan membayar lunas rasa lelah saat menempuh lokasi tersebut. (Andi Tanti)

 

(Gambar: @longzkiey)

 

 

(Gambar: Scontent.cdninstagram.com)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini