medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Sambut HPSN 2016, Hilo Green Community Gelar Seminar “Kasipalli Green and Culture”

Published in Event & Komunitas
Minggu, 21 Februari 2016 09:40
  • Email
Para partisipan seminar dan aksi lingkungan bertajuk Weekend Bareng Hilo Green Community Makassar 2016 “Kasipalli Green and Culture” di Ballroom A Menara Pinisi, Lantai II Universitas Negeri Makassar pada Sabtu (20/02) {Gambar: Dedy} Para partisipan seminar dan aksi lingkungan bertajuk Weekend Bareng Hilo Green Community Makassar 2016 “Kasipalli Green and Culture” di Ballroom A Menara Pinisi, Lantai II Universitas Negeri Makassar pada Sabtu (20/02) {Gambar: Dedy}

Medialingkungan.com – Hilo Green Community (HGC) Makassar menggelar seminar dan aksi lingkungan bertajuk Weekend Bareng Hilo Green Community Makassar 2016 “Kasipalli Green and Culture” di Ballroom A Menara Pinisi, Lantai II Universitas Negeri Makassar pada Sabtu (20/02). Kegiatan ini menghadirkan dua tokoh lingkungan, yakni: Darmawan Dennasa, Tokoh lingkungan Sulawesi selatan sekaligus pendiri rumah hijau Dennasa; dan Adi Saifullah, Founder MallSampah.com.

Ali sadikin selaku ketua pelaksana kegiatan tersebut mengungkapkan, seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang akan diselenggarakan pada minggu pagi, 21 Februari 2016 pada Car Free Day (CFD) di Pantai Losari.

“Selain untuk mengedukasi anak muda Makassar tentang lingkungan, kami juga mengajak masyarakat pada umumnya untuk turut berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih besok diperingatan HPSN 2016,” ujarnya.

Darmawan Dennasa mengungkapkan, salah satu yang menjadi masalah lingkungan saat ini, khususnya di Makassar adalah minimnya ruang bagi pohon-pohon untuk tumbuh bebas di pinggir jalan. Pemerintah kota terkesan lebih mementingkan pembangunan infrastruktur jalan yang lebih luas.  

Sementara itu, Adi Saifullah menambahkan, salah satu masalah besar bagi lingkungan adalah produksi sampah plastik yang terus mengalami peningkatan, terlebih untuk Kota Makassar.

“Hampir setiap hari orang-orang menggunakan dan membuang kantong plastik di muka bumi, dan setiap tahunnya penduduk bumi menggunakan 500 juta sampai 1 miliar kantong plastic. Negara kita sendiri merupakan penyumbang sampah kantong plastik terbanyak kedua setelah Tingkok,” ungkapnya.

Mahasiswa Hukum Universitas Muslim Indonesia itu juga menambahkan, kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai sampah khususnya sampah plastik dan lambatnya pengangkutan sampah disetiap lorong-lorong kota Makassar menjadi penyebab bertumpuknya sampah di Makassar.

Di akhir kegiatan, Dennasa dan Adi berharap beberapa tahun kedepan, warga Kota Makassar bisa menerapkan Green Culture ataupun Go Green Lifestyle, yaitu setiap orang setidaknya menanam satu pohon di pekarangan rumah dan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih dari sampah. (Dedy)

 

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini