medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Ahli: Permukaan Laut Naik 2,3 Meter Tiap Kenaikan Suhu Global 1 Derajat Celsius

Published in Informasi & Teknologi
Kamis, 19 Juni 2014 07:12
  • Email
ilustrasi kenaikan permukaan air laut (gambar:istimewa) ilustrasi kenaikan permukaan air laut (gambar:istimewa)

Medialingkungan.com - Para peneliti mengatakan suhu global kemungkinan akan naik sebesar dua derajat Celsius di atas suhu ‘sebelum’ zaman industri dalam 30 tahun mendatang.

Dalam sebuah laporan baru, para ilmuwan perubahan iklim meramalkan bahwa untuk setiap derajat Celsius kenaikan suhu global, permukaan laut akan naik 2,3 meter.

Perkiraan tersebut menurut mereka, kemungkinan tepat pada tahun 4000 atau sekitar 2000 tahun yang akan datang.

Penelitian sebelumnya telah meramalkan berbagai perubahan pada permukaan laut ketika iklim memanas, tetapi tim dari Postdam Institute for Climate Impact Research mengatakan, analisa mereka lakukan merupakan yang pertama, yang  mempertimbangkan data berdasarkan sejarah perubahan iklim diserta simulasi faktor-faktor yang menstimulun perubahan tingkat permukaan laut di masa depan.

Penulis hasil penelitian itu, Anders Levermann mengatakan, kombinasi fisika dan data memberinya keyakinan pada keakuratan prediksi tersebut.

Menurut Bank Dunia, para peneliti mengatakan suhu global kemungkinan akan naik sebesar dua derajat Celsius di atas suhu sebelum zaman industri dalam 30 tahun mendatang yang ditengarai akibat peningkatan konsentrasi gas-gas yang memerangkap panas di atmosfir.

Secara logis, Hal itu akan mengakibatkan kenaikan permukaan laut sedunia karena es di kawasan kutub mencair, dan samudera akan memuai karena panas yang tinggi.

Pejabat Bank Dunia, Robert Bisset mengatakan kepada VOA bahwa “kenaikan permukaan laut setinggi 50 sentimeter sebelum tahun 2050-an kemungkinan tidak akan dapat dihindarkan. Ini akan menimbulkan akibat yang nyata di khatulistiwa, terutama sekitar daerah-daerah berpenduduk padat seperti Bangkok di Thailand, dan Ho Chi Minh di Vietnam.”

Para ilmuwan memperkirakan terjangan badai tropis yang lebih deras, kekurangan pangan, gelombang panas yang berbahaya, dan diikuti banjir dahsyat akan mengakibatkan wilayah pesisir tidak dapat dihuni masyarakat.

Kendati demikian, perkiraan ini masih dapat bergeser. Salah satu praktisi perubahan iklim Indonesia menegaskan bahwa melakukan ‘reframing’ atas dogma pada mindset tentang ancaman dan intaian dampak prubahan iklim yang timbul akibat perilaku tak sadar lingkungan masyarakat dapat disentuh melalui kebijakan-kebijakan multisektoral yang membatasi aktivitas manusia yang memungkinkan terjadinya pengrusakan lingkungan.

Melalui penelitian ini, Levermann lebih lanjut memperingatkan, “kenaikan permukaan laut tidak terelakkan kecuali kalau suhu sedunia turun.”

Para peneliti Postdam Institute menganjurkan agar melakukan perencanaan yang tepat untuk ratusan tahun ke masa depan sebagai tindakan penanggulangan akibat jangka panjang yang ditimbulakn dari perubahan iklim. (MFA)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini