medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Bulir Beras Jadi Perhiasan Ramah Lingkungan

Published in Informasi & Teknologi
Minggu, 12 April 2015 08:08
  • Email
Salah satu cincin koleksi enviromental jewerly (Gambar : Enviromental Jewerly) Salah satu cincin koleksi enviromental jewerly (Gambar : Enviromental Jewerly)

Medialingkungan.com – Beras yang selama ini disajikan sebagai hidangan santap sehari-hari rupanya bisa berubah menjadi suatu perhiasan. Berkat tangan terampil bulir-bulir yang beras putih dapat berbentuk anting, cincin, dan kalung yang unik dan mencuri perhatian.

Desainer asal Austria, Julia Skergeth adalah yang pertama membuat kerajinan ini. Skergeth mengusung konsep ramah lingkungan. Ia menciptakan perhiasan buatan tangan dari beras berlabel Environmental Jewelry yang berbasis di Bandung.

“Semua orang Indonesia sudah akrab dengan nasi. Mereka makan nasi setiap hari. Saya ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda dan melihat reaksinya,” ujarnya di pagelaran Indonesia Fashion Week beberapa waktu lalu seperti dilansir dari Bisnis.com.

Hingga menjadi sebuah perhiasan, proses pembuatannya berkisar dua hingga tiga hari untuk satu produk. Tiap-tiap bulir beras ditempel satu per satu menggunakan lem cair, lalu ditunggu hingga lem tertempel, mengeras, dan padat.

Skergeth juga menggunakan bubuk pewarna pigment untuk mempercantik perhiasannya. Warna yang paling sering digunakan antara lain kuning, hitam, abu-abu, dan ungu. Kemudian, untuk menghasilkan warna transparan pada bulir beras, ia menggunakan resin yang merupakan zat sintetis.

Usahanya ini resmi dimulai pada April 2014, dan Environmental Jewelry telah memiliki dua koleksi yang terdiri dari basic dansummer collection. Perbedaannya, jika koleksi pertama menggunakan warna-warna dasar yang monokrom seperti hitam dan putih, maka koleksi summer lebih menekankan pada warna-warna yang cerah.

Skergeth mengatakan, keunikan bentuk dan konsep yang ramah lingkungan ini mampu menarik minat kaum muda. Dia pun menggandeng selebriti ternama Nadine Chandrawinata sebagai duta produknya.

Desainer lulusan King’s College London Inggris ini mengaku awalnya perhiasan ini merupakan tugas kuliahnya dulu. Melalui eksperimen yang panjang dengan beberapa bahan lain seperti kacang hijau, akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan beras sebagai bahan utamanya.

Kemudian, setelah lulus, Skergeth datang ke Indonesia untuk mengunjungi ayahnya sekaligus sekaligus berlibur di daerah Antapani, Bandung. Namun, tak disangka perhiasan dari beras buatannya menarik minat salah salah seorang temannya, pengusaha muda bernama Ega M.P.  Mereka pun berkolaborasi membesarkan Environmental Jewelry. (Fahrum Ahmad)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini