medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Daniel Mananta Terapkan Konsep Vertical Garden Pada Hunian Barunya

Published in Informasi & Teknologi
Selasa, 03 Februari 2015 21:41
  • Email
Hunian baru Daniel Mananta yang menerapkan konsep vertical garden untuk memperoleh pandangan yang segar (Gambar: rumahku.com) Hunian baru Daniel Mananta yang menerapkan konsep vertical garden untuk memperoleh pandangan yang segar (Gambar: rumahku.com)

Medialingkungan.com - Keterbatasan lahan, terutama di perkotaan, bukan alasan untuk tidak menyediakan taman atau ruang terbuka hijau. Solusi kreatifnya bisa menggunakan konsep vertical garden atau taman berdiri.

Vertical garden merupakan konsep lanskap dengan tanaman yang disusun secara tegak lurus tanpa harus menggunakan tanah sebagai media tanam. Konsep tersebut merupakan salah satu implikasi green design yang ramah lingkungan dan semakin populer digunakan di gedung perkantoran maupun hunian.

Bagi presenter Daniel Mananta, view sangat penting untuk menciptakan perasaan (ambience) yang nyaman. Termasuk di hunian pribadinya. Rumah Daniel sebelumnya menghadap langsung ke laut hanya untuk memperoleh pemandangan yang indah.

Namun, sejak pindah ke rumah barunya, dinding di bagian belakang huniannya -- ia poles menggunakan konsep vertical garden yang menjadi point of view-nya. Dengan luas areal sekitar 15 meter persegi, Daniel memercayakannya kepada desainer taman untuk mengutak-atiknya hingga menghasilkan pemandangan yang segar.

Mengapa pilihannya vertical garden? ’’Sebagai penyeimbang untuk menghilangkan kesan kaku dari hunian yang bergaya industrial loft,’’ ungkapnya.

Ditambah lagi, vertical garden tampak artistik dan tak lazim. ’’Lagi duduk minum kopi sambil ngelihatin taman di dinding, rasanya adem,’’ kata pemilik bisnis clothing Damn! I Love Indonesia itu.

Kesohoran model ini booming sejak era 2000-an sejak dirintis oleh Patrick Blanc, ahli botani asal Prancis pada era 1980-an. Dengan bentuk vertikal, luas area yang diperlukan sebagai taman menjadi lebih kecil. Memiliki vertical garden berdampak bagus untuk sebuah bangunan. Suhu bangunan jadi lebih sejuk serta mengurangi polusi. Selain itu, vertical garden yang dibuat dengan artistik menambah sisi keindahan pada bangunan.

Semntara itu, menurut desainer interior bangunan asal Jakarta, Layaliya Bachir, model vertical garden saat ini cocok diterapkan pada hunian pribadi. ’’Dengan makin berkembangnya teknologi yang mempermudah pemasangan vertical garden, konsep itu diaplikasikan pada hunian privat,’’ ujarnya

Tidak ada ketentuan minimal luas dinding yang diperlukan untuk membuat taman tegak. Penerapannya pun bisa dilakukan di dinding luar maupun bagian dalam rumah. Namun, yang menjadi perhatian, tanaman umumnya dapat tumbuh dengan baik jika mendapatkan sinar matahari yang cukup. Peletakannya bisa di bagian tengah atau spot yang menjadi point of view hunian untuk memancarkan keindahan alami. Dengan begitu, aliran udara di dalam rumah kian baik. Kualitas oksigen pun jadi meningkat.  (AH)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini