medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Deteksi Resiko Banjir Dengan Aplikasi 'Aqueduct Global Flood Analyzer'

Published in Informasi & Teknologi
Minggu, 08 Maret 2015 17:45
  • Email
Saat Sungai Tanggul dan Kali Mayang Meluap, Ribuan Rumah Terendam Banjir (Gambar: Istimewa) Saat Sungai Tanggul dan Kali Mayang Meluap, Ribuan Rumah Terendam Banjir (Gambar: Istimewa)

Medialingkungan.com – World Resource Institute (WRI), sebuah lembaga penelitian nirlaba yang bergerak pada bidang lingkungan mengeluarkan sebuah aplikasi web interaktif yang dapat mendeteksi bencana banjir dan daerah rawan banjir di seluruh dunia.

Di dalam situs resminya, WRI menyebutkan tujuan pengembangan teknologi ini untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko banjir dengan menyediakan akses terbuka untuk data risiko banjir global secara gratis.

WRI dalam pengembangan aplikasi ini, bekerjasama dengan empat lembaga riset Belanda yakni Deltares, The Institute for Environmental Studies of the VU University Amsterdam, Utrecht University dan PBL Netherlands Environmental Assessment Agency.

Aplikasi yang dinamai Aqueduct Global Flood Analyzer ini memungkinkan penggunanya untuk memperkirakan resiko banjir yang dapat berpengaruh pada Pendapatan Domestupik Bruto (PDB) suatu negara dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang terkena dampak banjir.

Teknologi ini pada dasarnya dikembangkan untuk melihat resiko bencana yang diakibatkan oleh perubahan iklim dan kajian lingkungan lainnya yang kemudian dapat digunakan oleh penentu kebijakan dan swasta untuk mengembangkan proyek yang adaptif dengan perubahan iklim.

Dengan adanya temuan ini, WRI berharap akan membantu para pengambil keputusan untuk membangun system perlindungan canggih terhadap bencana.

Dalam temuannya, WRI mengungkapkan sekitar 21 juta orang diseluruh dunia terkena banjir setiap tahunnya yang mungkin meningkat 54 juta pada tahun 2030 karena perubahan iklim dan pembangunan social ekonomi.

Organisasi yang didirikan oleh James Gustave Speth ini juga menyebutkan ada 15 negara yakni India, Bangladesh, Tiongkok, Vietnam, Pakistan, Indonesia, Mesir, Myanmar, Afghanistan, Nigeria, Brasil, Thailand, Republik Demokrasi Kongo, Irak dan Cambodia sebagai penyumbang hampir 80 persen dari total penduduk yang terkena dampak setiap tahunnya.

Dia juga mencatat India dan Bangladesh sebagai Negara pertama dan kedua yang terkena dampak banjir paling besar terhadap PDB yakni US $ 14 miliar dan US $ 5.400.000.(Ir)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini