medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Doktor Oceanologi Bersepeda Keliling Dunia Sambil Kampanye Perubahan Iklim

Published in Informasi & Teknologi
Selasa, 26 Mei 2015 11:21
  • Email
Daniel Price, Doktor Oceanologi berkeliling dunia untuk mengampanyek perubahan iklim dan saat ini tiba di Jogjakarta (Gambar: Fathi Mahmud/Liputan6) Daniel Price, Doktor Oceanologi berkeliling dunia untuk mengampanyek perubahan iklim dan saat ini tiba di Jogjakarta (Gambar: Fathi Mahmud/Liputan6)

Daniel Price, Doktor Oceanologi berkebangsaan Inggris mengelilingi dunia menggunakan sepeda untuk mengampanyekan isu perubahan iklim. Ia telah tiba di Kota Jogjakarta.

Medialingkungan.com – Sejak 21 April 2015, Price (27) mulai berkampanye dari Pole Antartika (Kutub Selatan) menuju ke perancis. Ia juga membuat dokumentasi perjalanan berupa video dokumenter yang diunggahnya ke media sosial.

Setibanya di Jogja, ia langsung menuju ke Pantai Pandasimo Bantul dan memulai pembuatan video dokumenternya. Video tersebut merekam aktivitas nelayan yang tengah membuat kincir angin untuk memenuhi listrik dan menjalankan usahanya.

Menurut Price, upaya yang dilakukan para nelayan ini bisa menjadi inspirasi bayak orang dalam pemanfaatan angin sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan atau tanpa membuang emisi ke udara.

"Perjalanan ini untuk mengampanyekan perubahan iklim, menyadarkan orang-orang di dunia tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap bumi. Ini semacam misi menyelamatkan bumi, tapi ini tidak mudah untuk meyakinkan orang, karena isu perubahan iklim ini cenderung membosankan bagi orang umumnya," kata Price di Jogjakarta Senin (25/05), seperti dilansir Liputan6.

Sebelumnya, Price sempat singgah ke Bali dan kaget dengan kondisi di sana. Ia mengaku kaget saat mengendarai sepedanya di tengah kerumunan kendaraan yang melaju cepat di jalan raya. Ia merasa kesulitan mengayuh roda sepeda, uatamanya saat hendak menyeberang jalan. "Saya kaget, banyak motor dan mobil, jadi sedikit sulit, tapi masih relatif aman," kata dia.

Berbeda dengan kondisi di Bali, di Jogja, kata Price, aktivitas lalu lintas justru lebih padat dan membuatnya lebih berhati-hati ketika melintas. Kendati demikian, Price merasa nyaman berada di Kota Gudeg itu. "Saya senang di sini, orangnya ramah, tapi tidak di jalan raya. Lalu lintas begitu ramai dengan motor dan mobil. Saya shock," ungkapnya.

Price menambahkan, kampanye yang diberi nama “Pole to Paris” ini akan berujung di Paris, Perancis, pada 21 Desember 2015, tepat pada gelaran konferesi iklim ke 21 (COP21) United Nation Convention on Climate Change (UNFCCC).

Dalam melakukan kampanyenya, Price ditemani seorang temannya. Kata Price, temannya itu melakukan perjalanan dari kutub ke Paris dengan berlari. "Ada dua orang, saya dan teman saya. Kami akan bertemu di Paris sebelum 21 Desember," ujar Price.

Daniel Price dalam video This is Our Journey - Pole to Paris yang diunggah di You Tube 14 Mei 2015 (Gambar: Kaleo Official)

Dalam videonya, ia lebih dominan menceritakan tentang perubahan sosial yang diakibatkan perubahan iklim, mulai efek bencana alam, ketahanan pangan, hingga harapannya terhadap perilndungan rumah milyaran manusia, Bumi. Ia juga memilih start dari Kutub dengan alasan parameter dari dampak perubahan iklim terlihat jelas di sana.

"Kenapa dari kutub, karena di sana kita bisa melihat dengan jelas bagaimana perubahan iklim tersebut terjadi. Dan di Paris nanti akan ada pertemuan yang membahas perubahan iklim internasional, karena itu kampanye ini disebut Pole to Paris," terang dia.

Ia berharap, melalui video dan cerita tersebut, manusia dapat sadar dan bagaimana harus berbuat untuk menyelamatkan bumi dari perubahan iklim. Price mengungkapkan, video dan cerita perjalanannya dapat diakses di facebook dan Twitter dengan kata kunci Pole To Paris. (Fahrum Ahmad)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini