medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Hutankan Bekas Tambang Bukan Hal Mustahil

Published in Informasi & Teknologi
Rabu, 10 Juni 2015 19:57
  • Email
kolam lahan bekas tambang timah (gambar: energitoday) kolam lahan bekas tambang timah (gambar: energitoday)

Medialingkungan.com – Menghutankan kembali lahan bekas tambang bukanlah hal yang mustahil. Hal tersebut diungkapkan para peneliti yang hadir dalam Gelar Teknologi Hasil Penelitian, Pengembangan dan Inovasi di Hotel Novotel, Balikpapan (9/6).

Untuk lahan bekas tambang timah misalnya, Peneliti Badan Penelitian, Pengembangan (Litbang) dan Inovasi, Prof. Dr. Pratiwi mengungkapkan strategi rehabilitasi yang dapat dilakukan pada lokasi ini antara lain dengan memperbaiki kondisi tanah dengan menambahkan bahan ameliorant (penyubur tanah), memilih jenis tanaman, membuat bibit, menanam dan memelihara.

“Salah satu permasalahan lahan bekas tambang timah yaitu meninggalkan hamparan overburden dan tailing kuarsa sehingga  diperlukan input teknologi dalam upaya untuk meningkatkan kualitas lahan,” ucapnya dikutip dari forda-mof.org.

Melalui penelitiannya, Pratiwi menunjukkan fakta bahwa pada usia 3 tahun, tanaman yang mampu bertahan pada hamparan overburden yaitu Eucalyptus urrophila, Eugenia garcinaefolia dan sengon buto (Enterolobium cyclocarpum). Sedangkan pada hamparan tailing kuarsa ketiganya dapat tumbuh namun perlu penanganan berupa input energi.

Selain itu, Retno Prayudaningsih, Peneliti Balai Penelitian Kehutanan (BPK) Makassar menuturkan rehabilitasi lahan bekas tambang dapat dilakukan dengan teknologi isolat mikroba (isomik).

Teknologi temuan peneliti BPK Makassar tersebut berupa isolat mikroba  yang telah dicampur dengan pasir sebagai material untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan kualitas lahan bekas tambang.  Isomik generasi pertama yang dinamai MK 1 ini merupakan isolat fungi mikoriza arbuskula, hasil isolasi dari tanah lahan bekas tambang kapur.

Retno juga menjelaskan isomik memiliki kelebihan dengan hanya satu kali aplikasi yakni pada saat penyiapan bibit, dapat meningkatkan pertumbuhan dan keberhasilan tanaman, memperbaiki kualitas tanah (fisik, kimia, biologi) dan menurunkan tingkat polusi

Input dari teknologi isomik juga memberikan dampak pertumbuhan swalanjut, bahkan muncul jenis-jenis alami lain. Teknologi ini telah banyak dimanfaatkan oleh stake holder terkait, namun sayangnya isomik sampai sekarang belum dipatenkan. (Irlan)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini