medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

‘INA-Donet’ Hasil Riset Teknologi Pendeteksi Gempa dan Tsunami Indonesia-Jepang

Published in Informasi & Teknologi
Kamis, 22 Oktober 2015 09:40
  • Email
ilustrasi Tsunami (Gambar: Istimewa) ilustrasi Tsunami (Gambar: Istimewa)

Medialingkungan.com – Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerjasama dengan Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology untuk melakukan riset mengenai aplikasi aplikatif yang bisa memantau pergerakan gempa dan tsunami melalui kabel bawah laut.

Alat yang disebut Indonesia Dense Ocean Floor Network Systen for Earthquake and Tsunamis (INA-Donet) ini dapat melengkapi atau bahkan menggantikan teknologi ‘tsunami bouys’ yang sering hilang dan rusak.

Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Wimpie Agoeng Noegroho Aspar mengatakan, sejauh ini pihaknya baru melakukan penjajakan riset. "Nantinya akan dilihat apakah teknologi ini dipakai untuk tanggap darurat dini, ataupun mendeteksi potensi tsunami," katanya di sela-sela seminar Indonesia-Japan Collaboration on Assessment and Application Technology of INA-Donet di Jakarta, Rabu (21/10).

Menurut Wimpie, Indonesia sangat membutuhkan sistem peringatan dini kebencanaan. Alat pendeteksi itu juga harus lebih akurat lagi, sehingga deteksi dini dan pengendalian bisa terencana dengan baik.

Uji coba alat itu akan dilakukan di daearah yang rawan gempa. "Titik pemasangan akan dipelajari. Mungkin di Selat Sunda yang potensinya di laut terkait kegempaan," jelasnya.

Sejauh ini terdapat dua porposal untuk pemasangan INA-Donet. Fokusnya di selatan Jawa Barat atau ke arah barat Sumatera bagian selatan.

Menurut para ahli yang mempelajari kegempaan, seismik gap daerah ini memiliki potensi gempa besar dan tsunami. Apalagi daerah-daerah tersebut sudah padat penduduk.

Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Masturyono mengungkapkan sensor INA-Donet akan diletakkan di dasar laut yang dekat dengan sumber gempa, sehingga pengiriman data kejadian gempa bumi bisa berlangsung cepat.

"Teknologi ini akan sangat mendukung peringatan dini tsunami. Bisa memajukan informasi gempa dan tsunami dari lima menit jadi dua menit seperti di Jepang akan sangat bermanfaat," ungkap Masturyono.

Ia menambahkan, alat ini punya sensor yang bisa mengestimasi tinggi gelombang tsunami di sumber gempa maupun di pantai denga tingkat akurasi prediksi yang baik.

"Saat ini kalau ada gempa kita hanya prediksi potensi, berapa tinggi tsunami berdasarkan model hitungan matematis," ujarnya. Sementara INA-Donet ketika memperoleh signal dekat sumber gempa, perhitungan yang cepat dan tepat langusung bisa terkirim, sehingga mempercepat proses evakuasi. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini