medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Jus Detoks Hanya Pseudo-medis

Published in Informasi & Teknologi
Jumat, 15 Mei 2015 16:28
  • Email
Ilustrasi gambar (Gambar:Huffington Post) Ilustrasi gambar (Gambar:Huffington Post)

Medialingkungan.com – Jus detoks merupakan minuman masyarakat urban yang popular di seluruh dunia. Jus infused ini diramu dari sayuran dan buah yang diblender sehingga menghasilkan rasa tidak biasa. Masyarakat yang mengkonsumsi minuman ini meyakini bahwa dengan meminum jus detoks, tubuh akan terfilter dari zat-zat racun yang mengendap di dalam tubuh.

Namun, tudingan bahwa jus detoks mampu menghilangkan racun ini - tidak benar. Dikutip dari Guardian, jus detoks merupakan pseudo-medis atau kepalsuan yang sengaja dibuat untuk memengaruhi banyak orang. "Mari kita perjelas," kata Edzard Ernst, Profesor emeritus pengobatan komplementer di Exeter University. "Ada dua tipe detoks, satu yang sungguhan dan satu yang tidak." 

Detoks sungguhan, katanya, adalah sebuah cara pengobatan untuk mengobati kecanduan obat. "Yang satu lagi istilahnya sudah dibajak oleh pengusaha, dan penjual obat palsu yang mengungkapkan bahwa cara itu bisa mendetoks racun dalam tubuh," ungkapnya. 

Menurut Ernst, tubuh manusia mempunyai daya tangkal tersendiri untuk mengatasi masalah racun. Ia juga menengarai bahwa jika rancangan tubuh manusia tak bisa mengatasi racun, maka manusia akan selalu mendapat penangan medis secara serius, dan bahkan meniggal dunia seketika.

"Tubuh yang sehat memiliki ginjal, hati, kulit dan paru-paru yang akan melakukan proses detoksifikasi racun secara alami. Tak ada cara yang sanggup membuat racun hilang dari dalam tubuh sekalipun dengan metode treatment detoks - untuk membuat tubuh bisa bekerja baik dan membuat tubuh sehat."

Ernst mengatakan orang-orang masa kini tergolong mudah mempercayai hal-hal yang belum tentu kebenarannya. Menurutnya, masyarakat kebanyakan berbondong-bondong mengkonsumsi (atau membeli) obat ketika mendengar dan membaca referensi tentang khasiat baik yang diklaim memberikan jawaban atas pola hidup masyarakat yang tidak sehat, kendati itu palsu.

"Itu bagus karena mereka bisa berpikir (akibat gaya hidupnya yang tak sehat), namun sayangnya ini tidak mungkin,” selorohnya.

Ahli gizi dari National Health Service (NHS), Catherine Collins mengungkapkan, tren detoks ini memiliki sisi positif dan negatif. Salah satu contohnya adalah jika Anda kecanduan alkohol, maka banyak orang mulai ingin melakukan detoks alkohol. "Ini akan memberi Anda kesempatan untuk menilai kembali kebiasaan minum Anda, dan menyadari kalau Anda minum terlalu banyak. Tapi gagasan bahwa hati Anda itu harus dibersihkan - itu konyol," ucapnya. 

Seorang profesor psikologi dari City University London (UK), Peter Ayton mengungkapkan, masyarakat zaman sekarang tertarik pada gimmick (promosi) seperti itu karena kita hidup di dunia dengan begitu banyaknya informasi yang diterima shingga tren detoks ini bisa jadi heboh karena kebiasaan ikut-ikutan dalam masyarakat. (Fahrum Ahmad)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini