medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Lipi Temukan Bahan Pengawet Makanan Alami

Published in Informasi & Teknologi
Minggu, 26 Juli 2015 11:07
  • Email
Peneliti mikrobiologi Lipi, Sulistiani menunjukkan koloni bakteri asam laktat yang diisolasi dari salak hutan asal Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu (Gambar: istimewa) Peneliti mikrobiologi Lipi, Sulistiani menunjukkan koloni bakteri asam laktat yang diisolasi dari salak hutan asal Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu (Gambar: istimewa)

Medialingkungan.com – Penemuan 3 isolat bakteri asam laktat unggul oleh Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berpeluang menghasilkan pengawet makanan alami. Tiga isolat bakteri tersebut diambil dari 85 isolat bakteri yang bersumber dari nira kelapa.

Isolat bakteri asam laktat unggul diperoleh dengan menguji kemampuannya melawan bakteri pembusuk dan patogen yaitu Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella enterica, Listeria monocytogenes, Bacillus cereus, dan Pseudomonas aeruginosa. Dimana Isolat dijadikan satu dengan masing-masing bakteri patogen dalam cairan di microplate uji.

“Yang bening menunjukkan bakteri asam laktat menghasilkan senyawa biopreservatif yang mampu menghambat perkembangan bakteri pembusuk dan patogen,” ungkap Sulistiani, salah seorang Peneliti LIPI dikutip dari Kompas.com.

Peneliti LIPI rencananya akan melakukan ujicoba dengan memfermentasi bahan pangan menggunakan bakteri pada pisang dan ikan, dua komoditas pangan melimpah di Enggano.

Sulistiani mengungkapkan uji laboratorium aplikasi fermentasi pada makanan ditargetkan selesai pada tahun ini. Sehingga tahun depan hasil eksperimen bisa diuji coba lebih luas, termasuk bahan pangan di sejumlah daerah Indonesia.

“Untuk hasil riset bakteri asam laktat, salah satu rencana kami adalah mendiseminasikan ke Banyumulek (Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat),” ucapnya.

Bakteri asam laktat masuk golongan yang aman untuk dikonsumsi dan mengandung senyawa bioaktif bakteriosin yang berfungsi mengawetkan makanan, terutama pada sayuran, susu, dan tanaman biji-bijian.

LIPI sendiri menargetkan penelitian mikrobiologi ini mampu membantu masyarakat kecil terutama nelayan dalam mengawetkan ikan hasil tangkapannya serta menjadi awal dari upaya memenuhi kebutuhan pengawet alami pangan. (Irlan)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini