medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Mata Burung, Metode Baru Hitung Populasi Penguin

Published in Informasi & Teknologi
Rabu, 20 April 2016 19:17
  • Email
Ilustrasi Penguin di Antartika (Gambar : National Geographic) Ilustrasi Penguin di Antartika (Gambar : National Geographic)

Medialingkungan.com – Para ilmuan selama ini masih mengalami kesulitan untuk menghitung jumlah populasi penguin di Antartika serta di pulau-pulai sekitar. Maka dari itu, mereka membutuhkan bantuan teknologi satelit agar dapat menghitung jumlah penguin secara benar melalui potret udara.

Peneliti dari Inggris, Australia, dan Amerika kini manfaatkan satelit untuk melacak dan menghitung jumlah penguin melalui sudut pandang mata burung.

Proses untuk mengetahui populasi penguin dengan mencari kotoran berwarna coklat di atas es dan menentukan lokasi koloni-koloni individual. Gambar dengan resolusi tinggi kemudian untuk mencari dan menghitung penguin yang terlihat.

Pendekatan dengan bantuan teknologi satelit ini dilakukan untuk memantau populasi emperor penguin, terutama kesehatan jangka panjang. Perkiraan cuaca menyebabkan prediksi turunnya jumlah populasi penguin di habitat aslinya. Terutama jika Antartika semakin menghangat, yang menyebabkan melelehnya es di lautan, yang merupakan sarang dan tempat para penguin mencari makan.

“Jika ingin mengetahui apakah emperor penguin terancam punah akibat perubahan iklim. Kita harus tahu berapa jumlah penguin itu yang ada saat ini. Dan kami punya metodologi untuk memonitor dari tahun ke tahun demi burung itu,” kata Peter Fretwell dari British Antartic Survey, seperti yang dilansir BBC, Rabu (18/04).

Penelitian ini memberikan informasi dasar terkait populasi penguin. Jumlah populasi burung ini terbilang sangat mengejutkan, dikarenakan meningkat dua kali lipat dan melebihi perkiraan sebelumnya, ujarnya.

Freetwel mengungkapkan, meskipun terbilang mudah menemukan kotoran penguin di permukaan es yang putih, tapi agak sulit menghitung jumlah penguin secara benar. Terutama dalam menghitung jumlah individu di kerumunan, walaupun menggunakan gambar satelit yang memiliki resolusi tinggi.

Sedangkan Tom Hart, dari University of Oxford mengatakan, dengan menggunakan metode itu adalah langkah maju dikarenakan dilakukan secara aman dan efisien.

“Dampak dari penelitian ini juga sedikit terhadap lingkungan,” ucap Tom. {Angga Pratama}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini