medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Peneliti: Perilaku Ramah Lingkungan Bisa Buat Anda Lebih Gemuk

Published in Informasi & Teknologi
Kamis, 16 Juli 2015 15:35
  • Email
Ilustrasi gambar: seorang wanita sedang berbelanja dengan berdasarkan daftar barang yang akan dibelinya (Gambar: dok) Ilustrasi gambar: seorang wanita sedang berbelanja dengan berdasarkan daftar barang yang akan dibelinya (Gambar: dok)

Medialingkungan.com – Untuk memperoleh asupan gizi serta kandungan baik lainnya, Anda tentu wajib mengonsumsi sesuatu yang mengandung unsu-unsur tersebut. Mengonsumsi sesuatu sehat untuk tubuh akan berdampak pada tingginya metabolisme serta energi yang dihasilkan untuk beraktivitas.

Selain itu, pola-pola hidup sehat, seperti: menjaga kebersihan, berolahraga teratur, dan ramah lingkungan juga memberikan pengaruh terhadap perilaku seseorang. Seperti dirilis Time, penelitian baru-baru ini mengungkap bahwa perilaku ramah lingkungan -- dengan penggunaan tas kantong plastik -- untuk berbelanja bisa mengganggu pola makan.

Menurut riset yang dilakukan para profesor dari Harvard dan Duke University itu, seseorang akan termotivasi untuk memebrikan penghargaan kepada diri sendiri setelah melakukan hal-hal yang baik. Hadiah tersebut tak jarang adalah makanan siap saji yang kurang sehat.

"Pembelanja sering merasa mulia, karena mereka bertanggung jawab dengan lingkungan. Perasaan tersebut mudah menghasut mereka, karena mereka baik terhadap lingkungan, mereka harus mentraktir diri mereka sendiri dengan cookies atau keripik kentang atau produk lainnya dengan banyak lemak, garam, atau gula," ungkap peneliti.

Hal ini memang bertolak belakang, karena orang-orang yang berprilaku ramah lingkungan cenderung membeli bahan-bahan makanan yang organik (alami). Mereka juga umumnya mempraktekan gaya hidup sehat.

"Pebelaja pasar swalayan yang membawa sendiri tas mereka kemungkinan akan membeli bahan makanan organik dan makanan sehat lainnya," jelas peneliti.

Diketahui juga bahwa orang-orang yang belum memiliki anak cenderung lebih aktif untuk dalam melakukan hal demikian dibandingkan dengan mereka yang telah menjadi orangtua. Para peneliti menyarankan agar pola mengonsumsi seseorang diukur berdasarkan prioritas utama -- bisa dengan membuat daftar belajna – sehingga bisa terkontrol saat berbelanja. (Fahrum Ahmad)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini