medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Permandian Hutan: Tren Baru Penduduk Jepang Mencari Ketenangan

Published in Informasi & Teknologi
Jumat, 10 November 2017 16:16
  • Email
Ilustrasi Kegiatan Forest Bathing atau Shinrin Yoku di Jepang. (Gambar: notesofnomads.com ) Ilustrasi Kegiatan Forest Bathing atau Shinrin Yoku di Jepang. (Gambar: notesofnomads.com )

Medialingkungan.com - Jepang memiliki cara baru  terapi untuk melepas kehidupan urban yang padat penduduk dan aktivitas. Forest Bathing (Permandian Hutan) atau oleh orang jepang dinamakan “Shinrin Yoku” adalah kegiatan berjalan-jalan ke hutan. Kegiatan ini dilakukan demi mendapatkan ketenangan dalam diri.

Forest Bathing atau Shinrin Yoku merupakan istilah yang secara resmi diciptakan pada tahun 1982 dan mengacu pada gagasan 'perendaman di atmosfer hutan' dan hubungannya dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan.

Permandian hutan bukan hanya tentang menghabiskan waktu di alam, atau tentang hiking atau mendaki gunung. Lebih dari itu, Shinrin Yoku akan mengajarkan Anda bahwa hasil akhir bukanlah yang terpenting, melainkan upaya fokus menuju suatu tujuan.

Tidak sembarang hutan dapat menjadi tempat Shinrin Yoku, hutan harus memenuhi kriteria seperti kemampuan hutan untuk memuaskan lima indra. Suara air yang bergerak atau bisikan angin menembus pepohonan, nuansa lumut atau rumput lunak dan aroma hutan yang kuat.

Selain itu, Shinrin yoku membutuhkan seorang dengan kemampuan tertentu sebagai pemandu. Australia memiliki tiga pemandu yang telah terakreditasi. Salah seorang pemandu ialah Alex Gaut dari Lembaga Konservasi Australia. Seperti dilansir dari ABC Australia, Gaut menerangkan, Shirin Yoku terinspirasi dari kata karoshi, yang berarti kematian karena kerja paksa.

Gaut lanjut menjelaskan bahwa mesti benar-benar fokus untuk menjalankan kegiatan ini agar dapat menciptakan ketenangan dalam diri. Saat melakukan perjalanan dihutan, tak ada dering telepon ataupun media sosial yang menganggu. Shirin yoku juga diakhiri dengan acara minum teh bersama. 

Palitja Moore, salah seorang yang dipandu oleh Gaut menyatakan, kegiatan ini sangat unik, meskipun dia sudah biasa melakukan kegiatan hicking.

"Kegiatan ini membuat Anda benar-benar berhenti dari segala kesibukan dan saya kira sesekali melupakan hal-hal duniawi itu ada baiknya," ungkap Moore dilansir dari sindonews.com.

Beberapa penelitian di Jepang pun menunjukkan Shinrin Yoku dapat menurunkan tekanan darah dan tingkat stres seseorang. Qing Li, Presiden Japanese Society of Forest Medicine, dalam penelitiannya menemukan perasaan stres, cemas, serta marah pada respondennya menurun drastis setelah mengikuti kegiatan ini.

Tidak hanya itu, data penelitian yang dilansir dari notesofnomads.com menunjukkan bahwa manfaat positif Shinrin Yoku dapat bertahan lama. Sebagai contoh, sebuah studi pada tahun 2006 di mana 12 orang dari Tokyo, berusia 37-55, melakukan perjalanan dua malam ke sebuah hutan di Prefektur Nagano, di mana mereka melakukan tiga jalan santai dan tinggal di sebuah hotel di hutan, sel NK mereka meningkat sekitar 40-50%. Tidak hanya itu, statistik ini tetap meningkat hingga 30 hari setelah perjalanan, bahkan setelah kembali ke lingkungan perkotaan dan pekerjaan dan gaya hidup mereka sehari-hari. Perjalanan lain yang melibatkan 13 perawat wanita di tahun 2007 menghasilkan hasil yang serupa.

Saat ini, tidak hanya orang Jepang yang lebih banyak berusaha untuk mengunjungi basis terapi hutan di waktu senggang mereka, namun beberapa perusahaan mulai mengirim pegawainya pada akhir pekan ke retret terapi hutan sebagai cara alternatif untuk mengurangi tekanan pada angkatan kerja. (Khalid Muhammad)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini