medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

The Ocean Cleanup, Pembersih Laut Terpanjang Di Dunia

Published in Informasi & Teknologi
Rabu, 10 Juni 2015 22:43
  • Email
Rencananya, The Ocean Cleanup akan beroperasi selama dua tahun, mengambil sampah-sampah plastik di lautan sebelum sampah tersebut mencapai pantai (gambar: oceancleanupcontest.com) Rencananya, The Ocean Cleanup akan beroperasi selama dua tahun, mengambil sampah-sampah plastik di lautan sebelum sampah tersebut mencapai pantai (gambar: oceancleanupcontest.com)

Medialingkungan.com – Melihat banyaknya sampah yang terapung di laut saat melakukan diving di Perairan Kepulauan Yunani, Boyan Slat, mahasiswa teknik penerbangan pada salah satu universitas di Belanda, mulai memikirkan ide pembersih laut dari kumpulan sampah plastik tersebut.

Berawal dari ide membersihkan laut tersebut, Boyan Slat berhasil menciptakan The Ocean Cleanup, alat pembersih laut dengan struktur terpanjang di dunia, mempunyai rentang panjang sekitar 2 kilometer, mengalahkan Tokyo Mega-Float yang berukuran hanya satu kilometer.

Boyan, sebagaimana dilansir mongabay.co.id mengungkapkan dirinya sebetulnya merasa tertantang mengumpulkan sampah di lautan karena ingin membuktikan anggapan orang yang menilai hal tersebut sesuatu yang tidak bisa dilakukan.

“Kalau kita mengangkat sampah-sampah plastik dari lautan menggunakan kapal, entah berapa ribu tahun sampah-sampah itu akan terangkat,” tutur anak muda berusia 20 tahun tersebut.

Alat yang berbentuk jaring raksasa ini, dalam praktiknya akan tersambung dengan pembatas hingga dasar laut, kemudian akan menangkap sampah mengambang lalu mengumpulkannya. Plastik-plastik tersebut akan bergerak merambat mengikuti pembatas menuju sebuah platform yang telah disediakan untuk selanjutnya diekstraksi.

Sejak dimulai tahun 2013 silam, konsep The Ocean Cleanup telah mendapat dukungan dari 100 ilmuan dan relawan serta telah memperoleh penghargaan Best Technical Design dari Delft University of Technology, Belanda.

Melalui Seoul Digital Forum, Boyan yang juga Kepala Eksekutif The ocean cleanup ini mengumumkan rencana perusahaannya untuk mengoperasikan alat pembersih plastik di lautan yang akan mulai bekerja pada triwulan kedua 2016.

Pemerintah Tsushima, Jepang, adalah yang pertama menandatangani perjanjian dengan The Ocean Cleanup. Olehnya itu, kawasan yang dipertimbangkan akan dibersihkan pertama kali adalah lepas pantai Tsushima, sebuah pulau yang terletak di antara kepulauan Jepang dan semenanjung Korea Selatan.

Seperti yang dikabarkan eco-bussines.com, arus yang melalui pulau Tsushima membawa sekitar 30.000 meter kubik sampah ke pantai setiap tahun, yang jika dikumpulkan secara manual akan menelan biaya sekitar 5 juta Dollar Amerika Serikat setiap tahun atau setara dengan 66,55 miliar Rupiah. (Irlan)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini