medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

146 Draf INDC Seluruh Negara Terkumpul Untuk COP21

Published in Internasional
Minggu, 01 November 2015 08:27
  • Email
Banner COP 21 di Paris terpampang di sepanjang jalan umum dalam rangka menyambut pertemuan iklim PBB Desember mendatang. (Gambar: COP21) Banner COP 21 di Paris terpampang di sepanjang jalan umum dalam rangka menyambut pertemuan iklim PBB Desember mendatang. (Gambar: COP21)

Medialingkungan.com – Sekitar 146 negara akan berkumpul di Paris Desember mendatang dalam rangka mengikuti Conference of Parties (COP) ke-21 atau pertemuan iklim PBB. Negara-negara ini membawa draf Intended Nationally Determined Contribution (INDC) atau draf kontribusi yang mewakili komitmen nasional masing-masing negara.

Beradasarkan laporan sementara yang disampaikan pada Jumat (30/10), kumpulan INDC dari berbagai negara itu diprediksi mampu mengurangi emisi karbon global rata-rata 8 persen per kapita pada 2025 dan 9 persen pada 2030.

Dalam rilis Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) dikatakan bahwa rencana aksi dalam draf INDC yang mencapai 146 itu mencakup komitmen semua negara maju dan tiga perempat negara berkembang. Angka ini diklaim sebagai yang paling besar, empat kali dari total komitmen pertama kesepakatan Procol Kyoto.

Komitmen mayoritas negara di dunia itu semakin memperbesar prospek untuk menjaga kenaikan suhu global di bawah 2 derajat celcius hingga 2030 sesuai dengan ambang batas yang diperingatkan Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC).

"Dampak kolektif lebih dari 140 rencana aksi iklim nasional, menunjukkan bahwa bersama-sama mereka secara dramatis dapat memperlambat emisi global ke atmosfer," sebut UNFCCC dalam rilisnya.

COP ke-21 yang dibiayai oleh PBB ini akan memutuskan upaya baru dalam mengatasi perubahan iklim. Seluruh usulan dalam INDC akan dibahas dalam satu panel.

Sejauh ini, Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada 2020 melalui upaya sendiri berdasarkan skenario business as usual, dan 41 persen dengan dukungan internasional.

Dalam draf final INDC Indonesia disebutkan bahwa emisi gas rumah kaca Indonesia diprediksi sebesar 1.800 metrik ton CO2e pada 2005. Hal ini menunjukkan peningkatan dari 400 MtCO2e dibandingkan pada 2000. Dan sebagian besar emisi atau 63 persen berasal dari perubahan penggunaan lahan dan kebakaran gambut, sisanya dari bahan bakar fosil yaitu sekitar 19 persen dari total emisi. {Fahrum Ahmad}

 

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini