medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

40 Ekor Gajah di Zimbabwe Tewas Akibat Diracuni

Published in Internasional
Rabu, 21 Oktober 2015 09:13
  • Email
Gading gajah menjadi hasil buruan paling menarik di Zimbabwe. 40 Gajah ditumbangkan menggunakan racun sianida untuk diambil gadingnya. (Gambar: telegraph) Gading gajah menjadi hasil buruan paling menarik di Zimbabwe. 40 Gajah ditumbangkan menggunakan racun sianida untuk diambil gadingnya. (Gambar: telegraph)

Medialingkungan.com – Sebanyak 26 ekor gajah ditemukan tergeletak di Zimbabwe pekan lalu, Kamis (15/10). Berdasarkan penylidikan, gajah itu tewas akibat keracunan zat sianida. Sebulan sebelumnya, 14 ekor gajah juga ditemukan tewas dengan penyebab yang sama. Dengan demikian, total sudah 40 ekor gajah yang tewas dalam dua bulan terakhir.

Lansiran dari Channel NewsAsia bahwa dalam insiden terakhir, 10 bangkai gajah ditemukan di Kamp Sinamatela, dekat Taman Nasional Hwange. Sementara 16 lainnya terkapar di perbatasan Zimbabwe dan Botswana.

Kepala Badan Manajemen Alam Liar dan Taman Nasional Zimbabwe, Alvin Ncube mengatakan, gajah-gajah itu dibunuh kemudian diambil gadingnya.

Ncube menambahkan bahwa pihaknya kesulitan melacak pemburu yang menggunakan racun karena mereka dapat memasuki taman nasional secara diam-diam.

"Kami memperketat penegakan hukum. Secepatnya kami akan memiliki pesawat nir-awak dan quad bike yang akan digunakan untuk patroli dan memantau orang yang masuk ke taman nasional secara ilegal," ujar Ncube.

Ncube menyadari, perlu kolaborasi antara petugas dan masyarakat lokal untuk memerangi perburuan liar. "Masyarakat harus memperoleh keuntungan (dari alam liar), sehinga mereka tidak menganggap hewan liar sebagai musuh," jelasnya.

Namun, LSM bernama Zimbabwe Conservation Task Force (ZCTF) menganggap para pejabat yang korup adalah penyebab tersedotnya uang dari taman konservasi.

Komunitas yang tinggal di dekat reservasi seharusnya mendapatkan keuntungan dari aktivitas di taman. Keuntungan tersebut seharusnya digunakan untuk berbagai proyek, seperti konstruksi ruang kelas, perbaikan jalan, dan menambal lubang.

"Komunitas dekat taman nasional seharusnya mendapatkan keuntungan dari binatang tersebut tidak mendapatkan apapun jadi mereka melakukan peracunan dengan sianida dan perdagangan ilegal," ungkap juru bicara ZCTF, Johnny Rodrigues.

Menurut Rodrigues, berburu gajah dan badak di taman-taman Zimbabwe memang diperbolehkan. Tak ada tindakan keras bagi semua pihak terlibat karena semua sudah diatur oleh pejabat tinggi.

Tahun lalu, lebih dari 300 gajah tewas setelah beberapa pemburu luar menaruh racun sianida di dekat lubang pengairan mereka. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini