medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Argentina Nyatakan Darurat Banjir di Enam Provinsi

Published in Internasional
Sabtu, 20 Februari 2016 20:06
  • Email
Kapal yang terlihat ditambatkan di perairan Rio de la Plata, di tengah-tengah nampak tanaman air yang dikenal dalam bahasa Spanyol sebagai "camalotes", yang dibawa ke port Buenos Aires oleh banjir baru-baru ini di Argentina utara, 19 Januari 2016. {Gambar:REUTERS / Enrique Marcarian} Kapal yang terlihat ditambatkan di perairan Rio de la Plata, di tengah-tengah nampak tanaman air yang dikenal dalam bahasa Spanyol sebagai "camalotes", yang dibawa ke port Buenos Aires oleh banjir baru-baru ini di Argentina utara, 19 Januari 2016. {Gambar:REUTERS / Enrique Marcarian}

Medialingkungan.com – Enam provinsi di Argentina dengan pertanian sebagai komoditi utamanya dinyatakan sebagai daerah darurat banjir oleh pemerintah setempat pada Jumat (19/02), yang meliputi provinsi Cordoba, Santa Fe, Entre Rios, Chaco, La Rioja dan Corrientes.

Meskipun provinsi penghasil benih, Buenos Aires tidak ditetapkan dalam keadaan darurat, namun banjir dilaporkan juga terjadi sana.

Argentina merupakan negara dengan pemasok pakan ternak top dunia, pemasok kedelai mentah terbesar ketiga dan menempati posisi keempat eksportir jagung.

Pola cuaca El Nino tahun ini, menghasilkan iklim global yang ekstrem, dan memperparah banjir di beberapa bagian Amerika Selatan, termasuk Argentina. Di wilayah lain, seperti Kolombia, dampak yang dibawa ialah kekeringan.

Ahli Meteorologi Argentina, Anthony Deane seperti yang dilansir Reuters.com mengatakan daerah produksi biji-bijian di tenggara Cordoba, Santa Fe bagian selatan dan Buenos Aires, memiliki tingkat kelembapan tinggi karena dampak langsung dari banjir yang terjadi. Sehingga akan berefek pada produksi pertanian dimasa yang akan datang.

"Pertanyaannya adalah seberapa banyak hujan akan terus turun," kata Deane. "Saya memperkitakan 100-130 milimeter (3,94 inci ke 5.12 inci) jatuh selama sepuluh hari ke depan di tiga wilayah tersebut, lebih dari tingkat normal yang telah terjadi selama lima tahun terakhir. Jadi dapat dikatakan situasi akan memburuk sebelum menjadi lebih baik." {Mirawati}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini