medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

AS Komitmen Potong 50% Limbah Makanan Pada Tahun 2030

Published in Internasional
Rabu, 14 Oktober 2015 09:34
  • Email
Limbah makanan di tempat pembuangan sampah akhir di Aerika Serikat (Gambar: Matt Cardy) Limbah makanan di tempat pembuangan sampah akhir di Aerika Serikat (Gambar: Matt Cardy)

Medialingkungan.com – Pada bulan September, pemerintah AS mengumumkan tujuan nasional yang terbilang belum pernah dilakukan sebelumnya, yakni mengurangi limbah makanan di Amerika.

Pemerintah memberikan dorongan ekstra untuk menggerakan perusahaan (makanan) besar untuk mengurangi limbah. AS menargetkan pemotongan 50% limbah makanan pada tahun 2030.

Keseriusan ini dapat dilihat dari kemitraan yang dibangun Departemen Pertanian (USDA) dan Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) yang didukung sektor swasta.

USDA mencatat lebih dari 65 juta ton sampah dihasilkan di Amerika. Angka ini hampir sepertiga dari konsumsi pangan warga AS. Dan biaya yang dikeluarkan sebesar USD 750 juta untuk mengatasi itu.

Limbah makanan merupakan salah satu yang terbesar dari tumpukan sampah di lokasi pembuangan sampah akhir di negara itu. Limbah-limbah itu menghasilkan gas metana, salah satu gas penyebab efek rumah kaca yang paling kuat.

Sebuah studi dari Food Waste Reduction Alliance mengungkap bahwa perusahaan merupakan kontributor terbesar untuk limbah makanan.

Pada tahun 2014, produsen makanan menghasilkan lebih dari 3.5 milyar kg limbah, sementara toko menghasilkan 5 kg limbah untuk setiap konsumen yang membelanjakan uang sebesar USD1.000.

Menanggapi inisiatif pemerintah AS, seluruh pihak memberikan dukungan dan berusaha memecahkan masalah itu secara kolaboratif.

"Ini mengindikasikan komitmen konkret dan langkah nyata dari pemerintah," kata Dana Gunders, staf ilmuwan di kelompok advokasi Sumber Daya Alam Dewan Pertahanan dan penulis Waste-Free Kitchen Handbook.

Sementara itu, Meghan Stasz, Senior Direktur Sustainability at the Grocery Manufacturers Association mengatakan "tidak ada satu peluru pun yang akan mengatasi limbah makanan, di AS dan global." Menurut Stasz, kemitraan antara perusahaan dan kelompok menjadi sangat penting.

USDA menyatakan bahwa upaya ini dilakukan secara sukarela – setidaknya untuk saat ini. Namun, pihaknya berencana untuk mengadakan insentif bagi perusahaan yang berhasil memangkas produksi limbah makanan.

Ini sesuai dengan apa yang disebut Stasz "perfect triple bottom line issue", atau penyelesaian tiga masalah besar persuhaan dalam satu usaha.

“Mereka menghemat biaya, mengurangi jejak lingkungan, dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Menyadari tujuan itu, upaya untuk mulai menetapkan tujuan ambisius mengurangi limbah itu diikuti lebih dari 400 merek, termasuk perusahaan raksasa sekelas Unilever dan produsen makanan Kellogg -- yang berkomitmen untuk memangkas limbah makanan pada bisnis ritel dan manufaktur operasi mereka pada bulan Juli. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini