medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

AS Umumkan Penghentian Eksplorasi Shell di Arktik

Published in Internasional
Minggu, 18 Oktober 2015 11:27
  • Email
Lokasi pengeboran minyak dan gas bumi milik perusahaan Royal Dutch Shell di Arktik. Gambar: AP) Lokasi pengeboran minyak dan gas bumi milik perusahaan Royal Dutch Shell di Arktik. Gambar: AP)

Medialingkungan.com – Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) mengumumkan keputusan penghentian pengeboran minyak dan gas bumi di perairan Arktik, lepas pantai sebelah utara Alaska.

Pengumuman itu disampaikan setelah perusahaan energi raksasa Royal Dutch Shell menyatakan sikap mereka untuk menghentikan eksplorasi yang kontroversial di wilayah itu untuk jangka waktu yang belum ditentukan.

Dilaporkan dari kantor berita AP bahwa Royal Dutch Shell menyatakan, mereka tidak menemukan cadangan gas dan minyak bumi yang cukup agar kegiatan pengeboran mereka tetap dilaksanakan.

Sebelumnya, sejumlah kelompok pegiat lingkungan, baik dari kalangan akademisi hingga lembaga lingkungan telah memperingatkan kegiatan industri yang menghabiskan dana sekitar USD 7 miliar di daerah perairan Chukchi dan Beaufort di Laut Arktik itu bisa merugikan bagi mamalia laut di sekitarnya.

Miyoko Sakashita, dari Pusat Keanekaragaman Hayati mengatakan, keputusan itu akan berampak besar bagi beruang kutub di Arktik. "Kami perlu menjaga semua minyak Arktik di tanah," katanya.

Perizinan eksplorasi di Chukchi akan berakhir pada tahun 2020 dan Beaufort akan berakhir pada tahun 2017.

Menteri Dalam Negeri AS, Sally Jewell dalam pernyataan resmi mengatakan, luas areal yang diberikan izin kelola tidak akan diperpanjang.  

"Sehubungan dengan pengumuman Shell, besarnya areal yang disewa dan mempertimbangkan kondisi pasar saat ini, saya rasa itu tidak masuk akal untuk mempersiapkan penyewaan areal lagi di Kutub Utara pada tahun berikutnya," kata Sally Jewell.

Ia menambahkan pemerintah federal Amerika membatalkan regulasi di kawasan ini untuk tahun 2016 dan 2017. Para pegiat menyambut gembira keputusan ini.

Greenpeace menyatakan pengumuman ini adalah "berita besar untuk Arktik" dan mengimbau agar para pendukungnya berterima kasih kepada Obama karena "mengambil langkah melindungi Arktik dan iklim planet kita."

Sementara itu, Lembaga Survei Geologi AS memperkirakan bahwa Arktik memegang sekitar 30% dari gas alam yang belum ditemukan di dunia, serta 13% dari minyaknya.

Namun, kelompok pegiat lingkungan mengatakan pengeboran lepas pantai akan mencemari dan merusak padang gurun alami. Mereka juga berpendapat bahwa bahan bakar fosil seperti minyak dan gas harus dibiarkan di dalam tanah untuk menghindari perubahan iklim. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini