medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Di Tiongkok, Udara Bersih Mulai Diperdagangkan

Published in Internasional
Selasa, 15 Desember 2015 11:59
  • Email
Polusi udara di Tiongkok saat ini merpuakan yang terparah sepanjang sejarah (Gambar: Citymetric) Polusi udara di Tiongkok saat ini merpuakan yang terparah sepanjang sejarah (Gambar: Citymetric)

Medialingkungan.com – Sebuah restoran di Tiongkok memberikan tarif ekstra untuk para konsumennya. Restoran yang terletak di Zhangjiagang, Jiangsu itu menganggap tarif ekstra tersebut merupakan subtitusi untuk mengganti biaya pembersih udara yang disediakan di restoranya.

Polusi udara di Tiongkok telah mencapai tingkat terburuk sepanjang masa. Hal ini dipicu tingginya penggunaan batu bara sebagai sumber energi utama. Bahkan Beijing telah menetapkan kondisi ‘siaga satu’ akibat kabut beracun, yang juga mengakibatkan terbatasnya jarak pandang hingga 100 meter untuk sejumlah area.

Buruknya kondisi udara di Tiongkok membuat keputusan untuk melimpahkan biaya ektra kepada para konsumen. Namun sayangnya, restauran itu tidak mengumumkan kepada para konsumennya untuk membayar lebih.

Seperti dikutip dari The Independent.co.uk, para konsumen yang makan di restoran itu tidak mengetahui kewajiban untuk membayar biaya operasional tambahan itu. Mereka baru mengetahuinya setelah membaca slip tagihan di akhir santapan mereka.

Ditengarai bahwa satu orang konsumen restoran itu dibebani biaya sebesar satu yuan atau sekitar Rp2.100. Konsumen restoran memprotes hal itu kepada pemerintah lokal. Mereka menuntut pemilik restoran untuk menghentikan penarikan biaya tersebut.

Menanggapi keluhan itu, pejabat setempat, melalui kantor berita Xinhua menyampaikan bahwa restoran tersebut seharusnya tidak memperlakukan udara sebagai sebuah komoditi yang bisa dijual sebab para konsumen tidak memilih untuk menghirup udara yang telah dibersihkan menggunakan mesin tersebut.

Kendati demikian, pendapat para netizen di media sosial sebagaimana diinput The Independent pada Senin (14/12) bahwa banyak pihak di media sosial Weibo yang mengaku ‘bersedia’ membayar satu yuan untuk bisa bernafas dengan leluasa. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini