medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Harimau Dunia Meningkat Untuk Pertama Kalinya di Abad Ini

Published in Internasional
Jumat, 15 April 2016 15:19
  • Email
Harimau Benggala, subspesies Harimau yang terdapat di alam bebas India, Bangladesh, Nepal dan Bhutan. {Gambar : Wikipedia} Harimau Benggala, subspesies Harimau yang terdapat di alam bebas India, Bangladesh, Nepal dan Bhutan. {Gambar : Wikipedia}

Medialingkungan.com – Sejak tahun 1900, populasi global harimau liar di dunia mencapai angka 100.000 ekor, namun jumlah itu menurun tiap tahun. Tahun 2010, sensus global yang dikumpulkan dari survei-survei harimau nasional dan International Union for Conservation of Nature menunjukkan jumlah harimau liar dunia mencapai titik terendah sepanjang masa, yaitu tersisa 3.200 ekor. Namun ada kabar gembira, untuk pertama kalinya di abad ini, jumlah harimau liar dunia meningkat, saat ini menjadi 3.890 ekor harimau, seperti yang dilaporkan survei terbaru World Wildlife Fund (WWF) dan Global Tiger Forum.

“Kami sangat terkejut oleh angka yang ditunjukkan, hal ini membuktikan tentang apa yang kami pikir telah terjadi berkat upaya konservasi,” kata Ginette Hemley, Wakil Presiden Senior untuk Konservasi World Wildlife Fund (WWF), seperti yang dilansir oleh National Geographic.

Peningkatan jumlah harimau ini tentunya didorong oleh keberhasilan dari upaya-upaya konservasi yang telah dilakukan seperti di India, Rusia, dan Nepal. Sehari setelah sensus global tahun 2010 dirilis, pemimpin-pemimpin dari 13 negara bertemu di New Delhi, India, dan berkomitmen untuk melipatgandakan populasi harimau pada tahun 2022.

Berikut adalah data tahun 2014, jumlah harimau berdasarkan Negara:

Para Ahli mengatakan perhitungan pemerintah Myanmar yaitu 85 Harimau pada tahun 2010 tidak dimasukkan karena data dianggap out of date atau sudah tidak mutakhir.

Walaupun begitu, Harimau liar dunia masih tetap terancam mengalami kepunahan global. Harimau dianggap sebagai spesies yang terancam punah, di bawah ancaman konstan dari hilangnya habitat serta ancaman dari pemburu mencari bagian tubuh mereka untuk dijual di pasar gelap.

Telah terjadi di Kamboja, setelah diumumkan bahwa di Negara tersebut dinyatakan Harimau telah punah secara fungsional dalam perbatasannya, yang berarti tidak ada lagi Harimau di tiap peternakan di alam liar negara tersebut.

Di Indonesia juga telah terlihat angka penurunan yang tinggi. Hal ini tentunya dipengaruhi akibat perusakan hutan yang besar untuk memenuhi permintaan produksi minyak kelapa sawit, serta pulp dan kertas, sehingga habitat harimau semakin tidak mampu memenuhi populasi Harimau. {Muchlas Dharmawan}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini