medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Hasil COP22, Negosiator Iklim Sepakati Roadmap 2018

Published in Internasional
Selasa, 22 November 2016 16:24
  • Email
Conference of the Parties (COP 22) di Marrakesh, Maroko (Gambar: Vermont Public Radio) Conference of the Parties (COP 22) di Marrakesh, Maroko (Gambar: Vermont Public Radio)

Medialingkungan.com - Sebanyak 197 negara anggota PBB bidang Perubahan Iklim atau United Nation Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) bersama-sama menutup COP22 di Marrakesh, Maroko pada Sabtu (19/11).

Negosiator Iklim dengan negara-negara anggota PBB setuju untuk menyelesaikan aturan Perjanjian Paris tahun 2018 mendatang serta keputusan penting lainnya untuk memajukan pelaksanaan pakta iklim global.

Setelah berhasil menyepakati Persetujuan Paris tahun kemarin, pada tahun ini negara-negara anggota sepakat untuk membahas modalitas, prosedur dan pedoman pelaksanaannya untuk tahun-tahun yang akan datang hingga tahun 2050.

Paula Caballero, Direktur Global Program Iklim, World Resources Institute mengatakan, pembicaraan iklim di Marrakesh menegaskan komitmen yang kuat untuk aksi iklim internasional. Delegasi di Marrakesh membuat kemajuan penting dalam membangun pondasi untuk mendukung Perjanjian Paris, yang mulai berlaku hanya beberapa hari sebelum COP22. Yang paling penting, negosiator setuju untuk menyelesaikan aturan Perjanjian Paris pada tahun 2018 dan mengembangkan peta jalan yang jelas untuk memenuhi batas waktu itu.

Negosiator di Marrakesh juga menekankan pentingnya memperluas dukungan untuk negara-negara berkembang dalam mengatasi perubahan iklim. Dalam rangka untuk menjaga kepercayaan, negara-negara maju harus terus meningkatkan pendanaan sejalan dengan komitmen mereka sebesar 100 miliar US Dollar pada tahun 2020.

Tidak dipungkiri bahwa terpilihnya Donald Trump juga berpengaruh dalam ruang negosiasi, namun dengan semangat yang kuat tidak ada negara yang mundur dari komitmennya untuk aksi iklim. Sebaliknya, dalam beberapa hari sejak pemilihan, Australia, Botswana, Jepang, Pakistan, Italia dan lain-lain telah bergabung dengan Perjanjian Paris. Dukungan untuk tindakan iklim tetap tak tergoyahkan.

Pemerintah nasional bukan satu-satunya orang yang mengambil pandangan panjang di Marrakesh. Pada pekan ini, 200 perusahaan telah mengajukan target emisi sejalan dengan ilmu pengetahuan, di antaranya Wal-Mart, Mars Inc, dan Sony.

Pada COP22, tumbuh pengakuan bahwa negara tidak akan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tanpa mengatasi perubahan iklim, demikian juga perubahan iklim tidak bisa diatasi tanpa mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Terus kesejahteraan para ekonomi dan masyarakat kita menuntut tindakan segera menuju nol karbon, dunia yang tahan iklim. (Mirawati)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini