medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Kiriman Asap Ancam Balapan MotoGP di Sepang Malaysia

Published in Internasional
Jumat, 23 Oktober 2015 08:02
  • Email
Valentino Rossi dan Marc Marquez (Gambar: istimewa) Valentino Rossi dan Marc Marquez (Gambar: istimewa)

Medialingkungan.com – Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mengancam gelaran MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, 23-25 Oktober. Pasalnya, kabut asap kiriman masih berada dalam konsisi mengkhawatirkan. Hari ini (23/10) akan dimulai Free Practice pertama, pengelola berharap agar kondisi udara membaik hingga setelah balapan, Minggu (25/10).

Sampai Kamis (22/10) sore, Direktur pelaksana Dorna, Javier Alonso, selaku pengelola ajang balap motor Grand Prix mengatakan, ajang MotoGP Malaysia masih akan berjalan sesuai rencana.

"Sejak awal kami tahu adanya masalah asap ini. Awalnya kami berpikir sudah akan hilang. Kami juga meminta pihak Sirkuit Sepang alat untuk memonitor kualitas udara," ujar Alonso di Sirkuit Sepang.

Alonso juga memastikan bahwa kondisi udara di sekitar Sirkuit Sepang masih dalam taraf aman. Namun, jika kondisi asap semakin memburuk, maka Dorna akan mengambil keputusan. Bahkan berpeluang membatalkan MotoGP Malaysia.

"Jika level indeks standar polusi lebih dari 150, maka kami harus mengambil keputusan. Meski seharusnya tidak terjadi, tapi kami belum tahu pasti. Tapi, dalam tiga terakhir ini kondisinya sama," jelas Alonso.

Alonso mengatakan, indeks standar polusi di sekitar Sirkuit Sepang masih berada di bawah 100 hingga Kamis sore. Selain itu, dari pantauan di Sirkuit, hanya terlihat segelintir orang yang menggunakan masker.

Ia menambahkan, kondisi udara di sirkuit Sepang tak hanya menganggu para pembalap, penonton, dan kru di paddock, namun kinerja tim MotoGP saat balapan dimulai. Sebab tim ada yang menggunakan helikopter.

"Sejauh ini tidak ada masalah. Di sini pilot harus punya jarak pandang 1 hingga 1,5 kilometer untuk terbang," ujar Alonso.

Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) diselimuti asap pada Kamis (22/10) pagi hasil kebakaran hutan di Indonesia. (Gambar : CNN Indonesia/Haryanto Tri Wibowo)

Dari pantauan CNN Indonesia, Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) sempat diselimuti asap pada pagi hari. Namun, kondisi asap semakin membaik di siang hari.

Salah satu ofisial media MotoGP Malaysia, Anas Amirul mengatakan, kondisi jalan raya sepanjang KLIA ke Sirkuit Sepang sempat nyaris tidak terlihat pada Rabu malam.

"Tidak tampak jalanan karena asap. Pada Kamis pagi jalanan mulai normal," ucap Anas kepada CNN Indonesia pada Kamis malam. {Fahrum Ahmad}

 

 

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini