medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Natal di Belahan Bumi Utara ‘Tidak Dingin’

Published in Internasional
Sabtu, 26 Desember 2015 10:38
  • Email
Warga bersepeda dengan menggunakan kaos oblong di Manhattan pada perayaan Natal di Musim Dingin {Gambar: AP/BBC} Warga bersepeda dengan menggunakan kaos oblong di Manhattan pada perayaan Natal di Musim Dingin {Gambar: AP/BBC}

Medialingkungan.com – Perayaan Natal tahun ini terasa agak berbeda. Suhu udara di sejumlah tempat di belahan bumi utara, mulai dari Amerika Serikat hingga Rusia terasa menghangat kendati saat ini di wilayah tersebut seharusnya memasuki musim dingin.

Hangatnya suhu udara membuat warga tak lagi menggunakan jaket tebal, sarung tangan, bahkan syal untuk menghangatkan leher mereka.

Di London, misalnya, suhu udara di pagi hari (per 25 Desember) berada pada sembilan derajat Celsius, sementara di New York temperatur berada pada 13 derajat Celcius.

Dari foto-foto yang dihimpun dari BBC memperlihatkan, warga Central Park bermain voli dengan menggunakan celana pendek, sementara di Manhattan, warga mengayuh sepeda hanya dengan kaus oblong. Keduanya menunjukkan suasana layaknya musim panas.

Pada bulan Desember, suhu di Inggris biasanya berada pada suhu tiga derajat Celcius. Namun berbeda pata tahun ini -- Badan Meteorologi mengungkapkan suhu saat ini mencapai 13 derajat Celcius.

Pakar cuaca mencatat bahwa menghangatnya temperatur di belahan bumi utara itu disebabkan fenomena El Nino. Selain meningkatkan suhu udara, gelombang El Nino juga menyebabkan badai di Amerika serta banjir di Inggris dan Paraguay.

Pemerintah Inggris dikabarkan telah mengerahkan tentara ke kawasan Cumbria -- daerah terkena banjir -- untuk mengevakuasi warga yang terkena banjir. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini