medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Obama Desak Adanya Kerangka Kerja Pada Konferensi Iklim PBB ke-21

Published in Internasional
Rabu, 02 Desember 2015 10:33
  • Email
Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama berpidato di hadapan berbagai kepala negara dan para juru runding di Konferensi Iklim PBB ke-21 di Paris (01/12). {Gambar: AFP} Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama berpidato di hadapan berbagai kepala negara dan para juru runding di Konferensi Iklim PBB ke-21 di Paris (01/12). {Gambar: AFP}

Medialingkungan.com – Konferensi Iklim PBB ke-21 di Paris akan menentukan kesepakatan bersama oleh juru runding dari 195 negara dalam dua pekan ke depan. Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama menganggap, pertemuan ini merupakan “titik balik” dari upaya dunia membatasi peningkatan suhu rata-rata di bumi.

Dalam pidatonya pada Selasa (01/12), Obama mendesak para perunding untuk menyampaikan persetujuan yang memiliki arti penting bagi generasi masa depan.

“Perundindangan iklim dapat menentukan arah abad ini melebihi (tantangan) lainnya,” kata Obama.

Dalam pertemuan yang dikenal dengan nama Conference of Parties 21 (COP21) ini, Obama memperingatkan, pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan harus berdampingan -- dan tidak lagi berpandangan seperti perdebatan lama.

Ia katakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini ekonomi dunia tumbuh sementara emisi tetap datar.

Sebagian besar perundingan diperkirakan akan berpusat pada kesepakatan membatasi pemanasan dunia pada 2 derajat Celcius sesuai arahan IPCC. Naiknya permukaan air laut dan pemanasan global akan menguras sumber daya ekonomi.

"(Perubahan iklim) ini merupakan hal mendesak dari segi ekonomi dan keamanan yang harus kita selesaikan sekarang," kata Obama seperti dilansir Reuters

Untuk itu, lanjut Obama, dunia membutuhkan kerangka kerja abadi dalam mengatasi perubahan iklim dan bahwa dirinya akan mencari kesepakatan yang akan meningkatkan perekonomian serta membantu lingkungan hidup.

“Sebuah perjanjian iklim yang kuat akan mengirimkan tanda pada peneliti dan investor bahwa perubahan diperlukan dan akan memacu inovasi energi,” jelasnya. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini