medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Pakar: Great Barrier Reef Terancam Punah dalam Beberapa Dekade

Published in Internasional
Jumat, 08 April 2016 09:47
  • Email
Terumbu karang yang mengalami pemutihan (bleaching) di kawasan Great Barrier Reef, Australia. {Gambar: Greenpeace} Terumbu karang yang mengalami pemutihan (bleaching) di kawasan Great Barrier Reef, Australia. {Gambar: Greenpeace}

Medialingkungan.com – Warisan dunia itu dalam bahaya yang serius, ungkap Panel Pakar Independen Terumbu Karang 2050 yang diterjunkan untuk melaksanakan penilaian sekaligus mengevaluasi pemutihan (bleaching) global di situs karang Great Barrier Reef. Para pakar ini menilai bahwa situs itu terancam punah dalam beberapa dekade mendatang.

Menteri Lingkungan Federal Australia, Greg Hunt mengakui pemutihan global yang terjadi di hamparan terumbu karang Great Barrier Reef sudah genting.

Pernyataan itu disampaikan usai mendengarkan pemaparan dari Panel Pakar Independen Terumbu Karang 2050 mengenai event pemutihan yang terjadi di situs terumbu karang kebanggan Australia seperti dikutip dari ABC Radio Australia.

Sebelumnya, ilmuan Inggris, Sir David Attenborough mendeklarsikan bahwa terumbu karang di Great Barrier Reff dalam kondisi bahaya yang serius.

"Event pemutihan terumbu karang ini masih belum selesai, dan tingkat terparah dari dampak pemutihan ini mungkin masih baru akan terjadi pada beberapa pekan lagi," kata Menteri Greg Hunt.

Menurut Hunt, pemutihan yang paling parah telah diamati di antara Cape York dan Cooktown pada bagian utara jauh dari situs hamparan terumbu karang karang terluas di dunia ini. Dampak parah ini semakin meningkat antara Cooktown dan Tully dengan tingkat pemutihan dari menengah hingga parah.

"Jika gangguan besar seperti peristiwa pemutihan ini terjadi lebih teratur, ini akan mempengaruhi kemampuan karang untuk pulih," kata Hunt.

Ia menambahkan, pemutihan karang terjadi karena kenaikan suhu air laut. Pemutihan dapat membunuh atau menghambat pemulihan karang.

Pada program dokumenter yang ditayangkan ABC pekan ini, Sir David mengatakan, kendati Great Barrier Reef terbukti memiliki ketangguhan menghadapi pemutihan ini, namun demikian kawasan yang masuk daftar situs warisan dunia UNESCO sejak 1981 itu berada dalam ancaman bahaya yang serius.

"Ancaman bahaya ganda yang dibawa oleh perubahan iklim berupa peningkatan suhu laut dan keasaman mengancam keberadaan Great Barrier Reef," kata Sir David. "Apakah kita benar-benar hanya memiliki sedikit kepedulian tentang bumi tempat kita hidup bahwa kita tidak ingin melindungi salah satu keajaiban terbesarnya dari konsekuensi perilaku kita.”

ABC juga mengumumkan bahwa Otoritas Taman Laut Great Barrier Reef Marine berencana akan merilis laporan hasil kajian terakhir mengenai kondisi terumbu karang ini dalam waktu dekat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institut Ilmu Kelautan Australia, John Gunn mengatakan, untuk sementara, pemutihan telah terjadi di bagian utara Great Barrier Reef, dan juga di beberapa pertumbuhan di tempat lain.

"Di selatan, kami telah melihat terumbu karang baru yang jumlahnya hampir dua kali lipat dari yang terakhir kami lihat pada 2012," ungkap Gunn.

Ia juga mengakui bahwa dari bagian dasar yang benar-benar rendah yang menjadi lokasi terparah yang terkena pemutihan pada event sebelumnya, kini kondisinya telah kembali pulih dan memberikan angin segar yang menggembirakan.

Selain itu, di bagian tengah, Terumbu karang di juga telah kembali pulih. Namun, Gunn mengunkapkan bahwa tutupan karang memang sudah jauh berkurang di bagian utara karang. "Secara umum kita bisa melihat ini merupakan dampak, sebagaimana tahun 2012, badai, pemutihan dan mahkota duri merupakan pembunuh utama dari Great Barrier Reef," katanya. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini