medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Perubahan Iklim Membunuh Terumbu Karang Terbesar Di Dunia

Published in Internasional
Rabu, 30 November 2016 16:51
  • Email
Gugusan karang Great Barrier Reef di Australia (Gambar: Istimewa) Gugusan karang Great Barrier Reef di Australia (Gambar: Istimewa)

Medialingkungan.com – Para ilmuwan menyampaikan hasil survey terumbu karang, pada Selasa (29/11). Dijelaskan bahwa lautan hangat di sekeliling Great Barrier Reef, Australia, telah membunuh dua pertiga dari bentangan karang sepanjang 700 kilometer tersebut dalam sembilan bulan terakhir. Kematian karang itu "hampir pasti" merupakan yang terbesar dan terburuk yang pernah dicatat dimanapun karena ukuran Barrier Reef, yang luasnya 348.000 kilometer persegi, merupakan terumbu karang terbesar di dunia.

Seperti dilansir Reuters, Profesor Andrew Baird, seorang peneliti di James Cook University yang menjadi bagian dari tim survey terumbu karang, mengatakan bahwa terumbu karang pada dasarnya seperti dimasak. Para ilmuwan iklim berpendapat peningkatan karbon dioksida di atmosfer menjebak panas yang memancar dari Bumi, menciptakan pemanasan global.

Pemutihan terjadi ketika air air terlalu hangat, memaksa karang mengusir alga hidup dan menyebabkan karang mengapur dan menjadi putih. Pemutihan ringan koral bisa pulih jika temperatur turun dan survei mendapati ini terjadi di bagian selatan terumbu karang, tempat tingkat kematian karang jauh lebih rendah. Meski ada pemutihan yang terjadi secara alami, para ilmuwan khawatir peningkatan suhu laut akibat pemanasan global memperbesar kerusakan, membuat ekosistem peka di bawah laut tidak bisa pulih.

Komite Warisan Dunia UNESCO, tak lagi menempatkan Great Barrier Reef dalam daftar "bahaya" pada akhir Mei 2016 kemarin, namun tetap meminta pemerintah Australia menyampaikan kemajuan upaya penyelamatan terumbu karang tersebut. Pemerintah Australia akan mengajukan perbaruan itu pada Jumat menurut juru bicara Kementerian Lingkungan Josh Frydenberg.

Australia adalah salah satu pembuang karbon per kapita terbesar karena ketergantungannya pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara. Pada Juni 2016, selama masa kampanye pemilihan umum, Perdana Menteri Malcolm Turnbull menjanjikan dana satu miliar dolar Australia untuk melindungi terumbu karang.

"Perubahan iklim membunuh Great Barrier Reef," kata ahli lingkungan Charlie Wood.

Wood juga menyatakan bahwa penambangan dan pembakaran batu bara, minyak dan gas secara berlanjut merupakan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki lagi pada iklim. Jika kita ingin anak-anak kita menikmati Great Barrier Reef hingga generasi selanjutnya, kita harus bertindak sekarang untuk menjaga bahan bahan fosil tetap berada di dalam tanah. (Andi Wahyunira)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini