medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Salju Berlebih Bantu Tekan Penurunan Lapisan Es Antartika

Published in Internasional
Senin, 02 November 2015 11:23
  • Email
Penyusutan lapisan Es di Antartika terbantu oleh tumpukan salju (Gambar: istimewa) Penyusutan lapisan Es di Antartika terbantu oleh tumpukan salju (Gambar: istimewa)

Medialingkungan.com – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menepis kekhawatiran terhadap menipisnya lapisan es di Antartika. Hal itu disampaikan di Greenbelt, Maryland, Amerika Serikat, Jumat (30/10).

Dikatakan penambahan es dari akumulasi salju selama 10.000 tahun di Antartika telah melampaui laju penurunan luas lapisan es di wilayah itu.

Temuan NASA itu, berbeda dengan hasil studi dari Panel Antar-pemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) tahun 2013 yang menyatakan es di Antartika akan hilang seluruhnya. Kajian itu didasari pada laporan IPCC yang berbasis ribuan riset di seluruh dunia menjadi acuan dari Assessment Report Kelima (AR5).

Dari analisis data satelit, lapisan es Antartika menunjukkan kelebihan 112 miliar ton es per tahun pada 1992-2001, dan melambat menjadi 82 miliar ton es per tahun pada 2003-2008. Pengukuran dilakukan dari altimeter radar dua satelit milik European Space Agency European Remote Sensing (ESA-ERS) dan menyandingkan studi perubahan ketinggian permukaan lapisan es Antartika.

Sementara, Data tahun 2003-2008 didapat dari altimeter laser dari Ice, Cloud, and Land Elevation Satellite (ICESat) milik NASA.

Menurut Jay Zwally, ahli Ilmu Glasial dari NASA Goddard Space Flight Center di Maryland, dan penulis utama studi yang dipublikasikan pada Jumat (30/10), di the Journal of Glaciology, kedua lembaga tersebut menyepakati hasil riset pada Semenanjung Antartika dan wilayah Pulau Thwaites dan Pine di Antartika Barat. Meskipun hasil berbeda ada pada riset di wilayah dalam Antartika Barat dan di bagian timur.

"Ketidaksepakatan terutama untuk Antartika Timur dan bagian dalam Antartika Barat, di sana kami menemukan ada pembentukan es yang melampaui laju pengurangan es di area tersebut," ungkap Zwally.

Timnya menemukan perubahan ketinggian di area luas dan perubahan besar pada area sempit.

Riset di Antartika menunjukkan bahwa pertumbuhan penumpukan salju lebih besar daripada pengurangan lapisan es. "Jika di Semenanjung Antartika dan tepi Antartika Barat laju pengurangan lapisan es naik dua dekade terakhir, itu mengejar penumpukan jangka panjang di Antartika Timur. Dalam 20 atau 30 tahun nanti, saya pikir salju yang turun tidak cukup untuk menggantikan hilangnya lapisan es," ujarnya.

Salju berlebih turun dalam 10.000 tahun ini secara perlahan memadat, dan mempertebal lapisan es di Antartika Timur serta bagian dalam Antartika Barat sekitar 1,7 sentimeter per tahun. Di mana massa es sepanjang 1992-2008 sekitar 200 miliar ton per tahun, sedangkan hilangnya es meningkat 65 miliar ton per tahun. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini