medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Setahun, 30 Pemburu Badak Ditembak di Bagian Timur Laut India

Published in Internasional
Sabtu, 13 Juni 2015 10:37
  • Email
Sekelompok satwa yang dilindungi dalam kawasan Taman Nasional  Kaziranga, Assam (Gambar: PTI FIle) Sekelompok satwa yang dilindungi dalam kawasan Taman Nasional Kaziranga, Assam (Gambar: PTI FIle)

Medialingkungan.com – Pemerintah India telah berurusan dengan pemburu hewan liar ‘bertangan besi’ dalam setahun terakhir. Terdapat 30 pemburu yang tewas di bagian Timur Laut India tahun lalu. Data total jumlah yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan India itu merupakan yang tertinggi yang pernah dirilis di negeri itu. Sebagian besar pembunuhan terjadi di Taman Nasional Kaziranga, Assam.

"Jumlah tersebut menunjukkan tekad kami untuk menghilangkan pedagang satwa liar dan pemburu. Ini merupakan prestasi besar pemerintah Modi, "kata Menteri Lingkungan India, Prakash Javadekar pada HindustanTimes (12/06).

Senjata canggih dan mutakhir juga ditemukan dari pemburu liar yang membunuh dan mengambil tanduk badak, kemudian diselundupkan ke Asia Tenggara melalui Myanmar.

Selain itu, pemerintah Assam juga terus berupaya mengejar para pemburu di Kharbi Anglong, Negara bagian Assam untuk menyelamatkan badak bercula satu di Kaziranga dan sekitarnya.

Satwa liar di Negara bagian lain menuai nasib tak sebaik badak. Negara-negara seperti Uttarakhand, Maharashtra dan Madhya Pradesh melaporkan sejumlah kasus besar dalam perburuan liar seperti 23 harimau dan 116 macan tutul yang berhasil ditangkap oleh pemburu liar pada tahun 2014 di India.

"Ini adalah kasus yang telah dilaporkan. Mungkin ada kasus di mana pemburu mengambil seluruh binatang, tanpa meninggalkan jejak, "kata Tito Joseph dari Asosiasi Perlindungan Satwa Liar di India.

Sementara itu, sebuah laporan oleh Otoritas Konservasi Harimau Nasional India juga menunjukkan lemahnya tindakan terhadap perburuan di negara itu.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa hampir 40% dari penjaga hutan tidak memiliki peralatan yang cukup untuk menangani kejahatan satwa liar yang sangat terorganisir. "Negara-negara itu tidak menyediakan dana untuk memodernisasi sistem dan perangkat dalam memanajemen kejahatan terhadap satwa liar," kata seorang pejabat senior. (Fahrum Ahmad)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini