medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

2025 Pulau Jawa Akan Tenggelam

Published in Nasional
Jumat, 18 April 2014 08:00
  • Email
Ilustrasi Tenggelamnya Pulau Jawa pada tahun 2025 Ilustrasi Tenggelamnya Pulau Jawa pada tahun 2025

Medialingkungan.com - Sesuai dengan hukum Geologis, bahwa sewaktu-waktu bumi ini akan mengalami pergeseran, baik akibat gempa tektonik atau letusan gunung berapi.

Jika dicermati secara fisik, dari barat hingga ke timur Pulau Jawa terdapat deretan gunung api. Tingginya distribusi gunung berapi melahirkan asumsi bahwa Pulau Jawa tidak akan tenggelam.

Di lain pihak, ilmu kebumian (geologi) menegaskan bahwa tumbukan lempeng hanya berdampak pada terjadinya aktivitas magmatic, seperti terjadinya gempa, aktivitas vulkanis,  tsunami dan terjadinya berbagai cekungan/basin jadi tidak berdampak pada penenggelaman sebuah Pulau besar seperti Jawa.

Pernyataan seperti ini membuat masyarakat sedikit jumawa dan tidak berusaha meredam secara adaptif dan responsif perilaku yang menimbulkan efek jangka panjang terhadap keberlangsungan hidup manusia khususnya Indonesia. Jika penelisikan lebih lanjut dilakukan dengan mengasumsikan beberapa faktor alam maka ada indikasi bahwa Pulau Jawa berpotensi tenggelam.

Menggunakan analogi sederhana bahwa Pulau Jawa merupakan sebuah kapal besar yang ditopang oleh suspensi yang sangat besar. Suspensi inilah yang meredam getaran lempeng Samudera Hindia yang terus menerus mendorong Pulau Jawa ke arah utara. Suspensi ini membentang dari timur Pulau Jawa hingga ke barat di dekat Gunung Krakatau.

Sama seperti suspensi mobil, suspensi Pulau Jawa juga memiliki oli. Oli-nya suspensi Pulau Jawa adalah Lumpur Lapindo. Dan yang berfungsi sebagai pegas adalah gas yang terperangkap bersama Lumpur Lapindo. Ketika pengeboran Lapindo menembus lapisan gas, maka gas yang selama ini menjadi pegas Pulau Jawa mulai merembes keluar.

Gempa yang sering terjadi di Jawa dapat menyebabkan kerapuhan pada penyangga pulau (menjadi kosong atau tidak padat tanahnya) ditambah amblasnya tanah di sekitar Sidoarjo akibat lumpur lapindo. Hasil penelitian terkahir telah menunjukkan pulau Jawa telah mengalami degradasi kepadatan dalam tanah.

Jika hal tersebut terjadi, maka akan berakibat pada gaya elastisitas yang mengimbangi energi potensial oleh pergerakan lempeng Samudra Hindia berkurang dan membuat suspensi tadi menjadi rapuh. Mengingat sistem suspensi membentang dari timur ke barat, maka tak heran jika gempa bergerak dari sebelah timur menuju ke barat.

Pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia yang menghasilkan jalur penunjaman/kemiringan di selatan Pulau Jawa dan jalur gunung api Sumatera, Jawa dan Nusatenggara dan berbagai cekungan seperti Cekungan Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan dan Cekungan Jawa Utara.

Pergerakan lempeng Indo Australia yang menunjam lempeng Eurasia memiliki kecepatan yang bervariasi (tergantung lokasinya)  yakni 1 sampai dengan 10 cm/tahun. Jika hal ini berlangsung terus menerus, kemungkinan akan ada perubahan pada fisik Pulau Jawa atau dengan kata lain Dorongan lempeng Samudra Hindia akan membuat Pulau Jawa makin miring ke arah selatan, akhirnya ambruk dan Pulau Jawa akan tenggelam.

Dari sisi lain, yang membuat tenggelamnya pulau jawa semakkin cepat adalah mencairnya es di kutub utara dan selatan. Pengaruh pemanasan global tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja, Para ilmuwan Amerika Serikat mengklaim robohnya bongkahan es raksasa itu akibat pemanasan global yang diengaruhi oleh aktivitas manusia di beberapa negara industri yang menyebabkan penyebaran polusi dan peningkatan gas rumah kaca selama hampir 300 tahun sejak revolusi Industri.

Aktifitas yang demikian itu menimbulkan lapisan ozon berlubang dan semakin hari semakin besar, efeknya adalah radiasi cahaya matahari tidak langsung diserap atmosfir bumi namun langsung jatuh ke bumi dan menimbulkan kenaikan suhu bumi. Dikutub, efek dari pemanasan ini bisa mencairkan es sehingga menambah volume air laut.

Indikasinya adalah jika dengan hujan tiga jam tanpa henti, sedikitnya ada 500 desa di Jawa yang tenggelam, kalau enam jam maka lebih dari 1.000 desa akan kebanjiran. Apabila seluruh es di Greenland mencair, bisa dipastikan akan menaikkan permukaan air dunia setinggi enam meter. Untuk Jakarta Utara sendiri dapat tenggelam hanya dengan kenaikan sekitar 2-3 meter permukaan air laut.

Dengan kombinasi kedua instrumen perhitungan variabel tersebut maka, jika pemerintah tidak serius untuk segera membenahi lingkungan di Indonesia, sekitar satu dekade lagi pulau Jawa diasumsikan lenyap. (Fahrum Ahmad)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini