medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Izin Lingkungan Baru, Para Pegiat Lingkungan Minta Turunkan Gubernur Jawa Tengah

Published in Nasional
Selasa, 28 Februari 2017 22:26
  • Email
Aksi tutup mulut warga dan mahasiswa berharap keadilan bagi warga dan lingkungan Kendeng {Gambar: Tommy Apriando, mongabay.co.id} Aksi tutup mulut warga dan mahasiswa berharap keadilan bagi warga dan lingkungan Kendeng {Gambar: Tommy Apriando, mongabay.co.id}

Medialingkungan.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk telah mendapatkan izin lingkungan baru berupa izin menambang batu gamping dan tanah liat di pengunungan Kendeng yang ditandatangani Gurbernur Jawa Tengah Ganjar Pranomo di Rembang (2/17).

Hal ini memicu para pegiat lingkungan melakukan aksi Peduli Pegunungan Kendeng ke Kantor Kementerian Dalam Negeri untuk mendesak Menteri Dalam Negeri memecat Ganjar, karena dianggap sikapnya yang menentang hukum dan menyalahi prosedur hukum yang berlaku.

Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Pegunungan Kendeng meminta Presiden Joko Widodo mengambil sikap atas keputusan Gubernur Jawa Tengah yang membangkang. Mengingat kembali Agustus 2016 Presiden membuat kesepakatan dihadapan masyarakat Kendeng bahwa, tidak boleh ada izin sebelum Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) selesai yang disusun oleh Kantor Staf Presiden (KSP) dan KLHK.

Kuasa hukum masyarakat Rembang, Siti Rakhma Mary Herwati mengatakan “mendesak Jokowi meminta Ganjar membatalkan izin lingkungan,” seperti yang dilansir mongabay.co.id.

Rakhma mengecam keras KSP sebenarnya mengetahui ada manuver-manuver yang akan dilakukan Ganjar setelah putusan MA, melalui proses yang menyalahi hukum. KSP juga terindikasi mengabaikan penerbitan izin ini. Kantor Staf Presiden juga mengetahui ada indikasi Ganjar akan membangkang perintah Presiden dan tak mempedulikan KLHS.

Aksi ini diterima oleh Kepala Sub Bidang Fasilitasi Pengaduan Kemendagri, Hasan. Walaupun para aktivis lingkungan tidak diperbolehkan masuk karena perlu ada izin untuk audensi. {Ira Anugerah}

 

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini