medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Jejak Kebakaran Tunjukkan Motif dan Pelaku Kebakaran Riau

Published in Nasional
Selasa, 17 November 2015 10:39
  • Email
Bekas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau (Gambar : dok) Bekas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau (Gambar : dok)

Medialingkungan.com – Bekas kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan asap tebal menunjukkan jejak kebakaran dengan pola bervariasi pasca api padam. Menurut Direktur Pusat Studi Kebencanaan Universitas Riau, Haris Gunawan, temuan itu bisa menjadi penguatan bukti-bukti yang menunjukkan motif dan sekaligus pelaku pembakaran. "Lokasi kebakaran seperti mosaik," ujar Haris Gunawan, di Palembang, Minggu (15/11).

Sebelumnya, rombongan pakar gambut nasional dan internasional difasilitasi memantau lokasi bekas kebakaran hutan dan lahan dari udara menggunakan helikopter.

Menurut Haris, Mosaik itu berupa titik kecil kebakaran ataupun luasan lokasi kebakaran dalam satu lanskap. Titik kecil kebakaran itu diduga kuat dilakukan masyarakat yang masih mempraktikkan land clearing (pembersihan lahan) dengan cara membakar.

Berdasarkan titik di lokasi kebakaran yang dibuat dalam bentuk lanskap menunjukkan masifnya kebakaran akibat kesengajaan ataupun kerusakan kondisi gambut yang sangat mongering akibat panjangnya musim kemarau dan pengaruh fenomena El Nino.

Sementara itu, Direktur Pengaduan Pengawasan dan Pengenaan Sanksi Administrasi KLHK, Kemal Amas beranggapan, areal konsesi yang tak clear and clean memicu kebakaran. "Di hutan lindung dan produksi, kebakaran hanya instrumen mengokupasi untuk budidaya atau permukiman," kata Kemal Amas yang juga penjabat Kepala BKSDA Riau seperti dikutip dari Kompas.

Kemudian, Kepala Biro Humas KLHK di Jakarta, Eka Widodo Soegiri menjawab kekecewaan para pakar yang kesulitan melihat lokasi bekas kebakaran hutan tanaman industri (HTI) milik Sinar Mas melalui pantauan udara. Para pakar itu tak bisa menjangkau sisa kebakaran perkebunan akasia Sinar Mas yang berada di Ogan Komering Ilir.

Menurut Eka, hal itu dikarenakan adanya pertimbangan kondisi teknis penerbangan. "Tidak ada pretensi dalam flyover menghindari lokasi HTI PT Sinar Mas," demikian penjelasan resmi tertulis KLHK.

Lebih lanjut ia jelaskan, saat flyover sedang ada pemadaman di Ogan Komering Ilir menggunakan dua pesawat Rusia. "Kru hanya dapat berbahasa Rusia. Ini dikhawatirkan menimbulkan masalah, seperti tabrakan pesawat," katanya. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini