medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Jejak Macan Tutul di Hutan Merapi Masih Jadi Misteri

Published in Nasional
Jumat, 03 Maret 2017 18:40
  • Email
Ilustrasi: Macan tutul Panthera pardus melas (Gambar: javanleopards.org) Ilustrasi: Macan tutul Panthera pardus melas (Gambar: javanleopards.org)

Medialingkungan.com – Keberadaan satwa macan tutul Panthera pardus melas di Hutan Merapi, Taman Nasional Gunung Merapi seakan masih menjadi misteri. Berbagai usaha telah dilakukan, seperti memasang kamera trap, namun tak jua membuahkan hasil dalam mendeteksi keberadaannya

Petugas Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) pada tahun 2015 secara tidak sengaja melihat langsung satwa tersebut masih ada dikawasan Hutan Merapi. Namun sayangnya, saat itu petugas tidak sempat mengambil gambar macan tutul tersebut.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Balai TNGM, Iskandar, seperti yang dilansir dari Kompas, Senin (27/02), mengatakan lokasi perjumpaan dengan macan tutul tersebut berada di kawasan hutan sisi timur, yang cenderung tidak terdampak erupsi Gunung Merapi. Tepatnya di antara Klaten dan Boyolali.

Dari laporan itu, Balai TNGM mencoba mendeteksi keberadaan macan tutul dengan memasang kamera trap. Hanya saja, sampai saat ini kamera trap yang dipasang belum berhasil merekam keberadaan macan tutul.

"Kita pasang tujuh kamera trap. Selama setahun terakhir, ada empat kali kegiatan, tetapi belum berhasil. Mungkin penempatan posisinya belum tepat," ucapnya.

Petugas beberapa kali menemukan adanya tanda-tanda keberadaan macan tutul saat melakukan penelusuran di kawasan hutan Merapi. Tanda-tanda itu seperti cakaran di batang pohon dan jejak macan tutul.

"Selama ini, kami hanya menemukan tanda-tandanya, cakaran di pohon dan jejak macan tutul. Tetapi, memang kami belum punya bukti fotonya," katanya.

Menurut dia, para aktivis satwa dan LSM menyampaikan mengenai keberadaan macan tutul di hutan Merapi. Data itu pasca-kejadian erupsi pada 2010 lalu.

Saat ini, Pihak Taman Nasioanl hanya dapat melakukan komunikasi personal dan belum melihat datanya. Namun, mereka bilang masih ada dan harus terus dicari untuk perlindungan habitat

"Permasalahan kepunahan maupun berkurangnya populasi di mana pun masalah utamanya paling dominan adalah gangguan manusia. Kerusakan habitat di Jawa khususnya, itu sudah sangat besar. Belum lagi ditambah tren perburuan liar., misalnya, menggunakan senapan angin.Kalau di dalam kawasan kami masih bisa tangani, tetapi kalau di luar kami tidak bisa," urainya.

Sementara itu, Putu Dhian, Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, TNGM, menambahkan guna mendeteksi dan memastikan keberadaan macan tutul di kawasan hutan Merapi, pihaknya masih akan memasang kamera trap untuk beberapa bulan sekali pada lokasi yang dicurigai tempat aktivitas macan tutul. {Andi Wahyunira}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini