medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Kawasan Mangrove Rusak, Pendapatan Nelayan Berkurang Drastis

Published in Nasional
Selasa, 03 Mei 2016 21:09
  • Email
Ilustrasi Pembalakan Liar Kawasan Hutan Mangrove {Gambar: antaranews.com} Ilustrasi Pembalakan Liar Kawasan Hutan Mangrove {Gambar: antaranews.com}

Medialingkungan.com - Kawasan hutan mangrove di Kecamatan Tenga, Desa Sapa dan Pakuure Utara wilayah Sidate terancam rusak akibat maraknya penebangan liar. Menurut pengakuan warga, pelaku penebangan ini bukan dari warga sekitar melainkan dilakukan oleh orang luar.

"Penebangan sering dilakukan saat malam hari. Diperkirakan penebangan pohon dilakukan malam hari karena kalau siang banyak aktifitas warga dilokasi tersebut," ungkap Jhoni Tamunu, selaku warga Desa Pakuure Utara seperti yang dikutip dari TribunNews.com, Senin (02/05).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Max Lempas yang juga merupakan warga setempat, menurutnya Jarak hutan bakau yang mencapai 1,5 Km dari pemukiman warga membuat pembalak leluasa melakukan penebangan. "Dampak dari penebangan ini memang sangat banyak menimbulkan kerugian, baik dari segi sosial maupun ekonomi. Kerusakan hutan bakau membuat hasil tangkapan nelayan sekitar kesulitan mendapatkan ikan di daerah tersebut. Tangkapan ikan, kerang, kepiting dan udang berkurang drastis," ungkap Lempas.

Hukum Tua (Kumtua) Desa Pakuure Utara, Fanny Terok mengkritisi kinerja instansi terkait dalam hal ini Dinas Kehutanan dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Menurutnya pemerintah harus lebih meningkatkan pengawasan terhadap kawasan hutan mangrove.  

"Selama ini terjadinya pembalakan hutan mangrove di sini karena kurang perhatian dan pengawasan Dinas Kehutanan dan DKP. Seharusnya di tempat itu dibangun pos pengawasan agar tidak terjadi pembalakan liar," tuturnya.  

Terok menambahkan bahwa selain pembalakan pohon mangrove, di wilayah itu juga sering terjadi pengeboman ikan dan penangkapan ikan menggunakan racun potasium. "Dengan adanya pos tersebut hal-hal ini tidak akan terjadi karena selalu diawasi, kalau perlu libatkan Polair dalam pengawasan," tambahnya.

Menaggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Frans Tilaar menyampaikan akan menindak tegas oknum yang melakukan pembalakan liar di kawasan tersebut. Menurut nya hal tersebut tidak dibenarkan karena akan merusak ekosistem yang ada di daerah tersebut.

"Kalau seperti itu, kita akan melakukan patroli dan melihat situasi di lokasi tersebut. Kita sudah sering memberikan himbauan kepada masyarakat jangan pernah menyentuh hutan bakau. Dalam kasus ini kita akan buat penindakan dan akan diproses secara hukum," tegasnya. {Dedy}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini