medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

KLHK Terapkan Pelaporan Sistem Online Pada Perusahaan

Published in Nasional
Rabu, 23 November 2016 18:27
  • Email
Karliansyah, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK (Gambar: PSLH UGM) Karliansyah, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK (Gambar: PSLH UGM)

Medialingkungan.com - Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuat sebuah Sistem Pelaporan Elektronik Lingkungan (SIMPEL) yang diharapkan mampu memberikan kemudahan dalam memberikan pelaporan lingkungan secara cepat, efesien dan akuntabel.

Selama ini, diperlukan waktu lama bagi perusahaan dalam melaporkan kondisi lingkungan baik analisis dampak lingkungan, pencemaran udara, air, hingga limbah bahan berbahaya beracun (B3) sehingga berimbas pada biaya tambahan yang tak sedikit bagi perusahaan.

“Pelaporan lingkungan hidup mulai 1986, saat peraturan pemerintah soal AMDAL berlaku. Selama ini, perusahaan menyampaikan laporan hardcopy manual, dikirim melalui jasa ekspedisi. Teman-teman perusahaan dalam setahun minimal harus melaporkan empat kali tiap tiga bulan sekali. Dalam tiga bulan ada lima laporan harus dibuat. Setahun 20 laporan. Perusahaan melapor ada 3.000 lebih. Tumpukan luar biasa,” kata Karliansyah, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK di Jakarta, seperti yang dilansir Mongabay, Selasa (22/11).

Karliansyah juga menambahkan perubahan mekanisme pelaporan ini akan memberikan banyak keuntungan dan dalam sekali upload telah dianggap memenuhi kewajiban .

Dalam SIMPEL katanya, sistem mengatur tata acara registrasi, pelaporan, serta ruang lingkup lain, mulai register, perusahaan akan mendapatkan password untuk mengisi semua data, lalu mencetak sendiri bukti tanda terima.

Walaupun memiliki kelebihan, dia juga mengakui SIMPEL masih memiliki kekurangan, seperti data masuk belum real time dan perusahaan harus terlebih dahulu menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum memasukan data ke sistem.

Ia juga mengatakan bahwa di akhir 2017 akan diwajibkan perusahaan memasang alat pantau real time sehingga tidak harus lagi ke laboratorium untuk analisis data. 

“Kami sudah diskusi dengan beberapa perusahaan. Insya Allah akhir 2017 ada kewajiban perusahaan memasang alat pemantau real time. Dengan alat itu, tak harus lagi ke laboratorium untuk analisis data, langsung masuk ke kami,” katanya. (Tri Ayu Wulandari)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini