medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Limbah Pabrik PT CS2 Pola Sehat Resahkan Warga Maros

Published in Nasional
Senin, 17 Oktober 2016 12:00
  • Email
Sungai pemukiman warga tercemar limbah pabrik PT CS2 Pola Sehat {Gambar: maccanews.com} Sungai pemukiman warga tercemar limbah pabrik PT CS2 Pola Sehat {Gambar: maccanews.com}

Medialingkungan.com – Warga Maros kembali diresahkan oleh limbah yang di hasilkan oleh Pabrik milik PT CS2 Pola Sehat yang memproduksi “Teh Gelas” di Dusun Bontosunggu, Desa Minasa Baji, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Hal ini di karenakan telah banyak di temukan ikan yang mati secara massal di sekitar pemukiman warga.

Seperti yang dilansir makassarterkini.com, Minggu (16/10) Menurut Asdi, salah satu warga Bontosunggu, limbah pabrik teh gelas ini sudah seringkali mencemari sumur dan sungai yang berdampak ikan dan ternak mati karena telah meminum air yang telah tercampur limbah itu.

Asdi juga menjelaskan, salah satu kecurangan pabrik teh gelas yaitu, membuang limbah pabriknya ke sungai saat tengah malam, saat kondisi sekitar pabrik telah sepi. Sedangkan tempat penampungan limbah tersebut berada di belakang pabrik, dipasangi beberapa pipa yang mengarah ke sungai. Saat limbah tersebut dibuang, maka dari situlah sungai dan sumur mulai tercemar.

“Air sumur dan sungai sudah tercemar. Tapi tidak ada warga yang berani memprotes dan berbicara karena sebagian keluarganya juga bekerja di pabrik tersebut. Kalau ada yang protes, pasti akan di keluarkan,” ujarnya.

Ketua Umum HPPMI Chaerul Syahab juga menambahkan bahwa kebocoran saluran limbah ini bukan pertama kali, namun warga sekitar enggan untuk memberikan keterangan ataupun melakukan protes, pasalnya warga yang membeberkan kejadian akan menjadi musuh bersama bagi warga di lingkungan tersebut.

Masyarakat berharap agar pemerintah dapat memberikan sanksi tegas terhadap perusahaan tersebut, sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan karena limbah pabrik yang telah mencemari lingkungan itu. {Triayu Wulandari}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini