medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Orangutan Tapanuli, Spesies Baru yang Langka

Published in Nasional
Senin, 06 November 2017 17:49
  • Email
Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis). (Gambar: Maxime Aliaga/Batangtoru.org) Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis). (Gambar: Maxime Aliaga/Batangtoru.org)

Medialingkungan.com - Orangutan Tapanuli Pongo Tapanuliensis baru ditemukan dan langsung masuk dalam daftar spesies terancam punah. Orangutan yang sangat lambat dalam berkembang biak ini dapat dijumpai di Sumatera Utara. Populasi orangutan ini hanya berjumlah 800 ekor dan tersebar di tiga blok yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.

Penemuan ini hasil riset dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Yayasan Ekosistem Lestari, Sumatran Orangutan Conservation Programme, Yayasan Badak Indonesia, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah daerah Tapanuli Tengah, Utara, dan Selatan serta narasumber lainnya Dr. Puji Rianti (IPB), Anton Nurcahyo (Australian National University University) dan Gabriella Frediksso yang telah diupload jurnal internasional, Current Biology (31/11/17).

Sedangkan untuk pengukuhannya direncanakan disusul dengan penetapannya dalam IUCN CITES I dan statusnya Critical Endagered (Kritis).

“Ekosistem alami Orangutan Tapanuli harus terjaga mengingat pentingnya keberlangsungan hidup Orangutan,” ucap Puji Rianti seperti yang dilansir dari Mongabay Indonesia.

Orangutan Tapanuli merupakan jenis kera besar (Great Ape) yang hidup 50-60 tahun dan memakan jenis spesies tumbuhan yang sebelumnya belum pernah tercatat sebagai jenis pakan orangutan adalah Orangutan terlangka dan terancam di dunia yang dinyatakan lebih langka dibanding Gorilla Gunung Afrika.

“Habitat yang ada harus dikelola dengan benar, tidak ada lagi fragmentasi misalnya pembukaan lahan,” tegas Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK. (Ira Anugerah A.)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini