medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Papua Barat Peroleh Kucuran Dana Abadi untuk Konservasi

Published in Nasional
Senin, 27 Februari 2017 14:16
  • Email
Petinggi lembaga donor dan perwakilan pemerintah Provinsi Papua Barat dalam kegiatan peluncuran skema dana abadi untuk pengelolaan KKP Bentang Laut Kepala Burung. Foto Luh De Suriyani {Mongabay.com} Petinggi lembaga donor dan perwakilan pemerintah Provinsi Papua Barat dalam kegiatan peluncuran skema dana abadi untuk pengelolaan KKP Bentang Laut Kepala Burung. Foto Luh De Suriyani {Mongabay.com}

Medialingkungan.com – Kawasan Konservasi Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) di Papua Barat mendapatkan kucuran dana abadi dari sebuah konsorsium yang dinamakan Blue Abadi Fund. Konsorsium ini hasil kerjasama dari beberapa lembaga donor, puluhan mitra konservasi dan juga ditambah dengan anggaran dari pemerintah.

Seperti yang dilansir oleh Mongabay.com, lembaga Conservation International (CI), The Nature Conservancy (TNC), dan WWF-Indonesia merupakan lembaga yang telah mengerjakan program Konservasi Kepala Burung Papua selama 12 tahun di Papua Barat dan bersama dengan pemerintahnya melaksanakan program 3,6 juta hektar Kawasan Konservasi Perairan (KKP) atau sekitar 20% dari seluruh KKP yang saat ni ada di Indonesia.

Papua Barat dipilih sebagai lokasi konservasi ini karena BLKB memiliki 75% dari spesies karang dunia juga lebih dari 70 spesies ikan, terumbu karang dan krustasea disebut hanya ditemukan di kawasan ini. Lokasi paling terkenal adalah Raja Ampat

Untuk itu, pengadaan dana abadi atau berkelanjutan ini akan sangat membantu untuk program-program peningkatan kapasitas warga, konservasi, wisata dan lainnya. Kedepannya dana ini akan diperuntukkan bagi komunitas dan lembaga lokal termasuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) bentukan pemerintah.

“Dukungan untuk KKP pertama tingkat provinsi ini untuk melindungi dan mengelolanya secara berkelanjutan,” ujar Nathaniel D. Mandacan, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat dalam jumpa pers. Walaupun dana ini secara teknis baru akan dimulai pada tahun 2018. Nathaniel mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelesaikan Ranperda terkait hal tersebut.

Melalui konsorsium ini, masyarakat dan pemerintah setempat akan diberikan hak untuk mengelola KKP pada Juni 2017. Pemprov Papua Barat menyediakan Rp7.215.000.000 (US$555.000) tiap tahunnya untuk pengelolaan KKP mulai 2018. Ketut Sarjana Putra, Vice President CI Indonesia mengatakan pihaknya berusaha untuk terus menambah dana yang nantinya diharapkan dapat menambah aksi di lapangan. {Suterayani}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini