medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Pengelolaan Gula Semut Aren Organik Dikembangkan di Barru

Published in Nasional
Kamis, 02 Agustus 2018 21:23
  • Email
Proses pembuatan gula semut aren masyarakat Dusun Mare-Mare, Barru didampingi oleh fasilitator, PLN, TLKM, dan Halal Center Unhas (Gambar: Azhari/TLKM) Proses pembuatan gula semut aren masyarakat Dusun Mare-Mare, Barru didampingi oleh fasilitator, PLN, TLKM, dan Halal Center Unhas (Gambar: Azhari/TLKM)

Medialingkungan.com –PLN Sulselrabar bersama Tim Layanan Kehutanan Masyarakat (TLKM) dan Halal Centre Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan pembuatan gula semut aren pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Sippakainge pada Rabu (01/08) di Dusun Mare-Mare, Desa Jangan-Jangan, Kabupaten Barru-Sulawesi Selatan.

Kerjasama yang terbangun dalam kegiatan ini berupa pengadaan alat kebutuhan pengolahan gula aren dan fasilitator pelatihan yang tergabung dalam program bina lingkungan yang digagas PLN Sulserabar sebagai upaya dukungan mengembangkan teknologi pengolahan gula aren yang tepat guna dan berbasis Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kegiatan tersebut turut dihadiri DM Hukum dan Humas PLN Wilayah Sulserabar, Rosita Zulkarnain, Direktur TLKM, Muh. Ichwan K, dan Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Lindung, Ibrahim, serta para petani gula semut di Dusun Mare-Mare.

“Program bina lingkungan yang bekerjasama dengan TLKM merupakan program sosial dan penjagaan pelestarian lingkungan melalui inovasi produk lokal sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Rosita dalam sambutannya.

Gula semut aren merupakan salah satu porduk turunan dari tanaman aren yang memiliki khasiat yang baik dengan kadar gula yang lebih rendah. Selain itu, gula semut aren yang dikelola secara tepat juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini dikarenakan permintaan yang cukup tinggi baik dalam negeri maupun diluar negeri dengan harga yang relatif stabil.

Terlebih lagi jika teknik pengeloaan gula semut dilakukan dengan berbasis organik dan higienis. Gula semut aren dikatakan baik jika dari tumbuhnya tanaman aren sampai menjadi produk tidak menggunakan bahan kimia dan proses pembuatan produk tetap dijaga kebersihannya.

Ichwan menegaskan bahwa program ini merupakan proses awal dalam pendampingan KTH Sippakainge dan berkomitmen akan terus mendampingi masyarakat secara berkelanjutan, tidak hanya sampai program ini berakhir. (Arung Ezra Hasman)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini