medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Petugas Taman Nasional Temukan Jejak Harimau di Semeru

Published in Nasional
Kamis, 28 April 2016 08:40
  • Email
Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa (Gambar: VIVA) Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa (Gambar: VIVA)

Medialingkungan.com – Petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menemukan jejak harimau di jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur. Jejak harimau tersebut terdapat di kawasan Savana Oro-Oro Ombo.

Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah III Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Budi Mulyanto mengatakan jejak tersebut terlihat saat petugas melakukan survei jalur pendakian Gunung Semeru belum lama ini. Survei dilakukan sebelum petugas membuka secara resmi jalur pendakian yang sempat ditutup.

“Ada jejak binatang mamalia besar bertebaran di Oro-oro Ombo. Belum tahu itu jejak harimau tutul atau harimau besar," ujar Budi, dikutip dari Tempo.

Penemuan jejak harimau menandakan bahwa satwa liar Taman Nasional leluasa bergerak di jalur pendakian. Ketika pendakian ditutup untuk pemulihan ekosistem, satwa liar ini akan bebas bepergian kemana-mana tanpa harus berpapasan dengan manusia.

Sebelumnya, pada musim pendakian tahun lalu sekelompok pendaki juga sempat menjumpai harimau di jalur pendakian. Kejadian ini sempat menggegerkan pendakian Semeru. Para pendaki bersembunyi karena takut diserang.

Selain penemuan jejak harimau, petugas juga menjumpai jalur pendakian yang tertimbun longsor serta terhalang pohon tumbang. Namun secara umum jalur tersebut sudah layak untuk dilewati para pendaki karena jalur yang terkena longsor telah dibenanhi dan pohon tumbang sebagian juga telah dibersihkan.

Terhadap pohon tumbang yang merintangi jalan, petugas sengaja tidak menyingkirkan seluruhnya. Hal itu dilakukan agar tantangan para pendaki kian bertambah. Keberadaan pohon yang merintangi jalur dinilai menjadi warna tersendiri.

Jalur pendakian akan di buka awal bulan mei mendatang. Namun sebelum resmi membuka jalur pendakian, petugas Taman Nasional lebih dulu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi. {Andi Wahyunira}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini