medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

PSDABM.M Kembalikan Identitas Mamuju Sebagai Penghasil Rotan

Published in Nasional
Rabu, 09 November 2016 17:18
  • Email
Seminar dan Lokakarya Pengembangan Sentra Industri Rotan Di Kabupaten Mamuju (24/10) Seminar dan Lokakarya Pengembangan Sentra Industri Rotan Di Kabupaten Mamuju (24/10)

Medialingkungan.com – Pemerintah Daearah Kabupaten Mamuju mengapresiasi langkah inovatif beberapa LSM yang melakukan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan yang diaktualisasikan melalui program sentra industri rotan berkelanjutan pada 3 desa di Kecamatan Bonehau. Kumpulan beberapa LSM (konsorsium) tersebut anatara lain; Perkumpulan Inisiatif, Tim Layanan Kehutanan Masyarakat, Sande’ Intitute, dan Serikat Perkumpulan Bonehau.

Kumpulan LSM yang mengatasnamakan Konsorsium PSDABM.M ini mengupayakan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan hutan melalui gerakan pengelolaan rotan dengan menitikberatkan pada peran aktif masyarakat lokal sebagai aktor kunci.

Wakil Bupati Kabupaten Mamuju, Irwan SP Pababari menyampaikan sambutan hangat atas uapaya itu. “Saya berterimakasih kepada semua pihak baik itu LSM dan anggota konsorsium yang sudah menjadi semangat bagi kami -- masyarakat di Kabupaten Mamuju,” ujarnya pada sambutan seminar dan lokakarya Potensi Pengembangan Rotan di Kabupaten Mamuju (24/10).

“Upaya ini saya harapkan memberi pencerahan dan jalan keluar dari besarnya tantangan kehidupan serta memberikan solusi yang nyata melalui berbagai tahapan, baik pada pembibitan dan home industridan selanjutnya bisa membuat skala industri yang lebih besar,” tambah Iwan sapaan akrab Wakil Bupati Kabupaten Mamuju.

Sementara itu, Project Manager Konsorsium PSDABM.M, Nurdin Dalya saat diwawancarai di Makassar mengatakan bahwa upaya yang dilakukannya merupakan bentuk kesadaran kolektif anggota konsorsium yang mencita-citakan adanya pengelolaan sumberdaya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan (lestari).

Nurdin yang juga alumni Fakultas Kehutanan Universitas Hasunuddin menyadari perlu tindakan bersama antara seluruh elemen, baik pemerintah, akademisi, private sektor, LSM, hingga masyarakat sipil untuk bersama-sama mendorong pemerataan kesejahteraan, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan hutan yang notabenenya memiliki ketergantungan terhadap hutan.

“ini merupakan tanggung jawab bersama dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Kita mulai dari desa-desa di bagian barat Sulawesi menuju Inonesia yang bermartabat dengan kualitas manusia yang baik sehingga menghasilkan produk lokal yang membanggakan,” ungkap Nurdin saat ditemui di Universitas Hasanuddin, Minggu (06/11).

Ia berharap, melalui program pengelolaan sumberdaya alam berbasis masyarakat yang didanai Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia) masyarakat kebangkitan ekonomi desa bisa diakselerasi. “Apalagi masyarakat di Mamuju (pada umumnya) memiliki kisah manis terkait rotan.”

Berdasarkan temuan tim konsorsium dijelaskan bahwa rotan bagi sebagian besar masyarakat di Mamuju merupakan simbol pemersatu. Selain itu, kearifan lokal masyarakat, khususnya di 3 desa penerima manfaat langsung dari program MCA-Indonesia itu bahkan mempunyai peninggalan sejarah yang ditandai dengan banyaknya material rotan di pemukiman warga yang dijumpai dan telah ada sejak 3000-3500 tahun sebelum masehi.

Menurutnya, semangat masyarakat sebagai perotan sudah dijumpai dan telah tersohor sejak dulu. Oleh sebab itu, keputusan untuk mengembalikan kejayaan rotan sebagai identitas dari Kabupaten Mamuju dipilih sebagai ide dalam pengetasan kemiskinan masyarakat sekitar hutan. {Fahrum Ahmad}

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini