medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Warga Batang Terancam Kehilangan Sumber Daya Alamnya

Published in Nasional
Sabtu, 11 Oktober 2014 13:23
  • Email
Sejumlah warga melakukan aksi protes terhadap perpanjangan tenggat waktu pelaksanaan pengerjaan proyek  PLTU di Batang, Jawa Tengah melalui surat elektronik Greenpeace Indonesia (Gambar: Greenpeace Indonesia) Sejumlah warga melakukan aksi protes terhadap perpanjangan tenggat waktu pelaksanaan pengerjaan proyek PLTU di Batang, Jawa Tengah melalui surat elektronik Greenpeace Indonesia (Gambar: Greenpeace Indonesia)

Medialingkungan.com – Greenpeace Indonesia mendukung perjuangan warga Batang yang telah 3 tahun mempertahankan sawah-sawah produktif serta laut mereka yang kaya ikan dari ancaman dampak rencana pembangunan PLTU Batubara belum juga menemui titik terang.

Menurut Kepala Greenpeace Indoneisa, Longgena Ginting dalam sebuah surat elektronik mengatakan, tenggat waktu financial closing (keputusan pendanaan) dari JBIC, bank asal Jepang yang memberikan pembiayaan proyek itu sudah lewat pada tanggal 6 Oktober 2014.

Longgena menengarai, pada 9 Oktober ia menerima informasi bahwa pemerintah, melalui Kementerian Perekonomian memperpanjang tenggat waktu rencana pembangunan PLTU Batubara Batang selama sepekan lagi.

Greenpeace Indonesia mempertanyakan dasar hukum perpanjangan tenggat waktu ini. Karena menurut Peraturan Presiden No. 66 tahun 2013 apabila perusahaan gagal menyelesaikan persolan proses akusisi lahan sesuai dengan waktu yang ditentukan dan tidak dapat memenuhi tenggat waktu (6 Oktober 2014), maka kesepakatan antara pemerintah dan konsorsium akan berakhir dan proyek harus dibatalkan.

Perpanjangan tenggat waktu ini menurut Longgena – membuat nasib warga Batang terus digantung dalam ketidakpastian. Kendati demikian, mereka tetap kuat bertahan serta berjuang untuk mempertahankan sumber pangan dan kehidupan mereka dari ancaman PLTU Batubara ini.

Pasalnya, tekad mereka adalah berjuang hingga mereka dapat hidup aman, tentram dan sejahtera seperti sedia kala -- tidak kuatir bahwa lahan sawah mereka akan diambil oleh proyek atau kesehatan mereka terganggu akibat menghirup udara yang tercemar dari cerobong PLTU atau laut mereka akan tercemar akibat berbagai partikel-partikel polutan hasil pembakaran batubara yang akan jatuh ke laut.

Selanjutnya, Greenpeace Indonesia akan melakukan riset di Batang, pendampingan warga, menyewa fotografer, ahli lingkungan, hingga pengambilan foto dari udara untuk dijadikan fakta dan bukti kepada pemerintah dan media, bahwa tanah dan laut Batang yang sehat dan subur sedang terancam dengan rencana pembangunan PLTU Batubara. (MFA)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini