medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Kawah Ijen: Atraksi dan Kombinasi Gejala Alam yang Menakjubkan

Published in Ekowista & Traveling
Senin, 13 November 2017 14:08

Medialingkungan.com - Indonesia tak usainya menyuguhkan kepada kita gejala alam yang sangat menakjubkan. Inilah salah satu yang menjadi ciri khas Indonesia. Tidak hanya itu, fenomena alam yang kemudian menjadi destinasi wisata tersebut, memiliki sumbangsi yang besar terhadap penambahan devisa negara dan juga membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Salah satu dari fenomena mengagumkan itu ialah Kawah Ijen.

Kawah ijen yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia, ini memiliki pesona alam yang dapat memanjakan suasana hati para wisatawan. Barisan gunung-gunung dapat terlihat jelas di depan mata pengunjung. Belum lagi kita dapat melihat kawah terbesar di Dunia ini dari dekat.

Berkombinasi dengan gejala alam lain, Kawah Ijen akan menjadi sangat indah. Dapat dilihat pada pagi hari ketika kawah yang berwarna hijau kebiruan yang kemudian disirami sinar matahari keemasan menjadi kombinasi yang sangat menakjubkan.

Selain itu, perpaduan antara lereng yang ditumbuhi tanaman Manis rejo (Vaccinium varingiaefolium) yang berdaun kemerahan serta batuan dinding kawah berwarna kekuningan tak luput dari pandangan. Selanjutnya, pemandangan yang paling banyak diharapkan oleh sebagian besar pengunjung tak lain adalah atraksi alam berupa api biru (Blue fire).

Blue fire ini memiliki waktu tertentu untuk dapat nampak dihadapan para pengunjung. Atraksi api biru baru dapat dilihat pada waktu dini hari yaitu pada kisaran pukul 05.00 WIB. Gejala alam ini hanya ada dua di dunia, yaitu di Indonesia dan Islandia.

Namun, perlu juga diketahui bahwa pengunjung harus tetap bersikap waspada terhadap asap dari belerang. Asap ini mengandung zat kimia beracun yang dapat mengganggu kesehatan.

Kawah Ijen merupakan danau diatas gunung yang terbentuk akibat ledakan besar di Gunung Ijen yang terjadi puluhan ribu tahun silam. Hingga saat ini, status gunung ijen masih aktif.

Tak perlu mengeluarkan uang dengan jumlah besar. Cukup dengan Rp. 5000,- (hari kerja), dan Rp. 7500,- (hari libur) wisatawan sudah mendapatkan tiket masuk menikmati keindahan karya Tuhan ini.

Beberapa hari lalu, Balai Besar Konservasi Sumber Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengeluarkan press release mengenai klarifikasi atas program pembangunan sarana dan prasarana di Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Dr. Ir. Ayu Dewi Utari, M.Si., selaku Kepala BBKSDA menerangkan bahwa pembangunan yang dimaksudkan bukan toko, warung/resto, hotel, serta taman bermain, melainkan pagar pengaman pengunjung, pendopo perapian, dan toilet yang berlokasi di bibir Kawah Ijen. (Khalid Muhammad)

Mengenal Keindahan Pulau Bulu Poloe, Luwu Timur

Published in Ekowista & Traveling
Sabtu, 03 Desember 2016 21:07

Medialingkungan.com - Sulawesi Selatan memang memiliki wisata bahari yang tidak kalah indah dibandingkan pulau lainnya. Salah satu wisata yang wajib Anda kunjungi para traveller yaitu pulau Bulupoloe. Pulau bulupoloe terletak di teluk Bone akan tetapi termasuk dalam wilayah Kabupaten Luwu Timur. Wisata ini terletak di Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pulau Bulupoloe diambil dari bahasa Bugis yang berarti gunung yang terpotong atau gunung yang tepisah. Konon, dikatakan Bulupoloe dikarenakan patahan gunung yang terbelah dua akibat tertimpa pohon Walenreng yang tumbang. Kayu pohon Walenreng yang tumbang itulah yang kemudian digunakan untuk membuat kapal milik Sawerigading (Putra Raja Luwu) saat hendak ingin menemui kekasihnya yang berasal dari Negeri China.

Keunikan dari pulau ini yaitu keindahan alam pegunungan yang menyatu dengan keasrian baharinya. Ini terlihat ketika Anda sampai di pulau Bulupoloe, Anda akan dimanjakan oleh pasir putih yang mengitari pinggiran pulau. Bukan hanya itu, air lautnya yang jernih dihiasi aneka ragam terumbu karang yang memanjakan mata dan juga ikan-ikan yang berwarna-warni maupun biota laut lainnya  sehingga cocok bagi Anda yang suka diving.

Jika Anda berniat untuk diving Anda harus menggunakan katinting ke daerah karang tiga, hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk sampai ke lokasi diving. Namun, jika Anda lebih suka menikmati keindahan pulau Anda juga dapat jalan-jalan di sekitar pulau. Terdapat sumber air tawar di kaki gunung dan di puncak pegunungan Bulupoloe Anda akan melihat hamparan pantai yang mengelilingi pulau, tempat ini tentu saja sangat cocok untuk berselfie.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengunjungi pulau ini dari Makassar ke Malili menggunakan bus dengan biaya sekitar Rp. 250 ribu sekitar 12 jam. Jika Anda dari Palopo menuju Malili membutuhkan biaya Rp. 50 ribu. Sesampai di Malili Anda menuju pelabuhan Balantang untuk menyewa perahu menuju pulau Bulupoloe. (Tanti)

 

Lokasi yang paling cocok bagi Anda traveller untuk diving atau berselfie ria. (Gambar: detik.com)

Keindahan pegunungan dan bahari yang dapat Anda temukan di pulau Bulupoloe, Luwu Timur. (Foto: detik.com)

Terbang Sambil Menikmati Keindahan Alam Palu Bersama Paralayang

Published in Ekowista & Traveling
Selasa, 29 November 2016 15:35

Medialingkungan.com - Anda suka dengan wisata yang memacu adrenalin? Anda dapat mencoba olahraga paralayang yang satu ini. Terletak di Pegunungan Mantantimali, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, objek wisata yang satu ini disebut sebagai tempat terbaik untuk olahraga paralayang se-Asia Tenggara.

Tempat ini satu-satunya lokasi yang bisa digunakan untuk terbang sepanjang tahun, tak seperti di daerah lain yang dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu. Terbukti dari lokasi ini yang ering menjadi tempat pelaksanaan Kejurnas Paralayang tingkat Nasional maupun Internasional.

Sambil berolahraga paralayang, Anda dapat pula menikmati panorama alam pegunungan Gawalise yang menawan dan hamparan lembah Palu dan lembah Sigi. Selain itu Anda juga akan disuguhkan perpaduan antara panorama alam daratan dan lautan.

Keunikan lain dari tempat ini yaitu Anda dapat mendirikan tenda bagi para pecinta alam atau pendaki gunung. Suasananya yang sejuk dan tenang membuat Anda tak ingin segera beranjak dari menikmati suasana itu. Selain itu Anda juga disuguhkan keindahan pemandangan matahari terbit (sunrise) di ufuk timur dengan udara yang dingin dan sejuk.

Lokasi take off paralayang terletak dari sebuah bukit yang menghadap ke laut ke arah timur, ketinggian 1100 mdpl (meter diatas permukaan laut). Meski kondisinya sedikit berbatu dan sempit, tetapi terletak di ujung lereng yang sangat terjal, memberikan banyak keuntungan bagi para pecinta olahraga ini.

Untuk menikmati olahraga paralayang ini Anda perlu membayar sebanyak Rp 300.000 sampai dengan Rp 500.000,-. Sedangkan untuk menuju lokasi Matantimali dari kota palu kurang lebih 30 menit ke arah barat, bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, dan bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki (hiking). Sepanjang perjalanan anda akan disuguhkan dengan panorama alam pegunungan Matantimali dan hamparan sawah penduduk serta keramah-tamahan masyarakat yang bermukim di kaki gunung Matantimali. (Tanti)

Salah satu keindahan yang disuguhkan ketika Anda terbang di atas langit menggunakan Paralayang. (Gambar: IG @Trie_serendipity)

Salah satu pemandangan pada malam hari di pegunungan Mantantimali. (Gambar: IG @Uthamaragau)

 

Pulau Sebesi, Wisata Laut Biru Indah Dan Edukatif

Published in Ekowista & Traveling
Minggu, 27 November 2016 15:28

Medialingkungan.com- Selain Krakatau, Lampung Selatan memiliki banyak tempat wisata andalan yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya yaitu Pulau Sebesi. Pulau ini terletak di wilayah Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Pulau Sebesi sangat dekat dengan gugusan gunung Krakatau dan menjadi tempat yang sangat pas jika ingin menikmati aktifitas anak gunung Krakatau. Pulau Sebesi juga dikenal akan kesuburan tanahnya yang memiliki keunggulan di sektor petanian. Terdapat batu karang di hamparan pulau, pantainya tenang dengan air yang jernih berwarna biru.

Keunikan lain dari pulau ini yakni Anda dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian alamnya, salah satu kegiatannya yaitu menanam terumbu karang. Kegiatan ini diadakan atas kerjasama Komunitas Peduli Wisata (PeTA) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Sebesi.

Masyarakat di pulau ini terus berjuang mempertahankan pelestarian lingkungan dengan terus berusaha dan berupaya menanam terumbu karang di pulau tersebut, serta mengajak masyarakat lainnya untuk ikut serta menjaga dan melestarikan terumbu karang.

Untuk mengikuti kegiatan ini Anda hanya perlu merogoh kocek sejumlah Rp 75.000 per orang, ini sudah termasuk bibit terumbu karang dan transportasi dari Pulau Sebesi ke lokasi penanaman terumbu karang (PP). Yang lebih istimewanya lagi, anda bisa meminta untuk menuliskan nama Anda di pot terumbu karang.

Saat ini Pulau Umang-umang adalah lokasi yang menjadi pusat Wisata Cinta Bahari Di Pulau Sebesi. Pulau kecil yang tidak berpenghuni ini sangat eksotis ini memiliki keindahan luar biasa yang mesti para traveler kunjungi. Terdapat bebatuan cantik yang bisa jadi spot untuk foto-foto, hamparan pasi putih yang sehalus bedak, dan air laut yang sangat jernih pas bagi Anda yang hobi snorkling.

Jarak antara pulau Sebesi dan pulau Umang-Umang hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit menggunakan perahu motor. Rute dari Jakarta sendiri Anda hanya ke pelabuhan Merak kemudian menyeberang menggunakan Kapal Ferry ke pelabuhan Bekauheni.

Setelah itu Anda langsung melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Canti dengan ongkos kendaraan sebesar Rp. 30.000 per orang, lalu menyeberang ke pulau Sebesi dengan meggunakan kapal motor bertarif Rp. 30.000 per orang.

Di pulau Sebesi memiiki cukup banyak homestay dengan harga yang relative terjangkau, yakni sekitar Rp. 300.000 per malam dengan kapasitas 6-10 orang. Untuk masalah perut Anda, jangan khawatir, banyak warung makan di sekitar sana yang dapat menjadi solusinya, dengan kisaran harga makanan yakni Rp 15.000 sampai dengan Rp 20.000 per porsinya,  jadi sangat menguntungkan bagi Anda yang ingin berlibur ala backpacker. (Tanti)

 

Terumbu karang buatan yang di tanam oleh masyarakat dan para wisatawan di Pulau Sebesi, Lampung. (Gambar: Kotakecillampung Wordpress)

Para wisatawan dapat berkontribusi dalam penanaman terumbu karang. (Gambar: Detik Travel)

 

 

Goa Salukang Kallang Menyimpan 28 Jenis Spesies Binatang Langka

Published in Ekowista & Traveling
Selasa, 23 Agustus 2016 22:30

Medialingkungan.com – Maros terkenal dengan gugusan kawasan karst dengan barisan tebing yang menjulang tinggi dan disana juga terdapat goa terpanjang di Indonesia yaitu Goa Salukang Kallang yang memiliki panjang 27 kilometer.

Goa Salukang Kallang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang dilindungi pemerintah. Wilayah gua ini berada di Desa Samangki, yang jaraknya 30 kilometer dari Kota Makassar.

Air terjun Bantimurung Bulusaraung bersumber dari Goa Salukang Kallang, sistem air Salukang Kallang dikenal dengan nama Sistem Towakala. Ia bermula dari Sungai Gallang, menuju Sungai Kallang, lalu Goa VCM, mengalir ke Goa Salukang Kallang, ke Goa Lubang Kabut, Lubang Batu Neraka, Goa Tanete, Wattanang, hingga Bantimurung.

Mulut goa Salukang Kallang cukup kecil, sekitar 50 cm di kedalaman 10 meter. Terdapat berbagai macam ornament seperti gordam, gordim, stalagtit, stalagmite dan berbagai ornament lainnya. Seperti yang Anda ketahui ornament ini tidak terbentuk secara mudah, ornament tersebut berbentuk secara alami, sehingga melahirkan keindahan tersendiri.

Di dalam goa juga terdapat berbagai macam biota goa yang endemik dapat beradaptasi dan berevolusi menyesuaikan kondisi lingkungannya. Misalnya ikan buta (Bostrychus macrophthalmus) yang hanya ditemukan di goa ini.

Ikan buta ini sangat menarik, mulut memanjang dan mata perlahan-lahan menghilang, bahkan badan terlihat putih pucat hingga jelas tampak aliran darah yang mengalir pada tubuhnya. Ikan buta atau biota lain wujud evolusi mahluk hidup yang bertahan dengan alam dan lingkungan. Di goa gelap, mata mulai tak berfungsi akhirnya ikan ini, mengembangkan upaya bertahan lain misal indra perasa dan peraba, seperti kutipan, Mongabay.com.

Biota lain, seperti jangkrik, berubah bentuk, antena depan makin panjang melebihi ukuran badan hingga empat kali lipat tidak seperti pada umumnya. Biota goa memiliki siklus hidup lamban, karena persediaan makanan minim. Berbeda dengan satwa atau spesies kerabat mereka di luar, dengan makanan berlimpah. Salukang Kallang adalah yang paling kaya akan biota, terdapat 28 jenis. Untuk itu jika Anda tertarik berekspedisi di goa tersebut Anda harus berhati-hati jangan sampai Anda menginjak biota yang ada pada goa tersebut. (TANTI)

Gambar 1. Salah satu endemic Goa Salukang Kallang yaitu ikan buta (Monyabay.com)

 

Gambar 2. Jalur ke Salukang Kallang yang dapat dilalui yaitu K1, K2, K3, K4 dan K6 (Mongabay.com)

 

Medialingkungan: Visit Goa Salukang Kallang, Desa Samangki, Kabupaten Maros - Wonderfull Indonesia

 

Berayun di Atas Awan Di Bukit Cekong, Kabupaten Enrekang

Published in Ekowista & Traveling
Jumat, 19 Agustus 2016 16:21

Medialingkungan.com – Berayun memang hal yang cukup biasa bagi Anda, tapi apa jadinya jika Anda berayun di atas ketinggian 1.000 meter? Untuk ingin menikmati suasana berayun yang berbeda pada umumnya, hanya berada di Bukit Cekong, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Swing Extreme ini merupakan tempat wisata yang cukup baru dan sangat wajib Anda kunjungi jika berada di Kabupaten Enrekang. Swing extreme ini cocok bagi Anda yang pencinta traveller yang ingin memicu adrenalin Anda. Tidak hanya, swing extreme di lokasi wisata tersebut, terdapat juga permainan flying fox dan tempat arena balap motor cross.

Di lokasi wisata ini juga cocok bagi Anda yang ingin menikmati pemandangan Bukit Cekong dengan selfie-selfie bersama pasangan Anda. Anda juga akan disuguhi kopi dan kue tradisional Kabupaten Enrekang seperti ‘de’ppa’.

Jarak lokasi wisata Bukit Cekong ini hanya bisa ditempuh melalui jalur darat, jika Anda berangkat dari Kota Makassar untuk menuju Kabupaten Enrekang membutuhkan waktu lima jam lamanya. (TANTI)

Gambar 1: Wahana ini masih baru dan cocok bagi Anda yang suka tantangan (Ashadi Maganta)

Gambar 2: Arena balapan cross (Ashadi Maganta)

Medialingkungan: Visit Bukit Cekong, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan - Wonderfull Indonesia

Menikmati Keindahan Bogor Dari Angkasa

Published in Ekowista & Traveling
Rabu, 27 Juli 2016 13:52

Medialingkungan.com- Ada berbagai cara untuk menikmati keindahan alam Indonesia. Wisata udara menggunakan paralayang merupakan salah satunya. Berada di Kawasan Agrowisata Gunung Mas, atau yang lebih dikenal dengan Bukit Gantole, Puncak Kabupaten Bogor, wisata ini cukup digandrungi oleh masyarakat.

Paralayang merupakan olahraga terbang bebas dengan menggunakan parasut (sayap kain) yang cukup ekstrim dan menantang, namun memiliki kenikmatan tersendiri jika mencobanya. Anda akan ditemani oleh pilot paralayang yang terlatih khusus untuk mengitari dan menikmati pemandangan kota Bogor dari angkasa. Peralatan yang digunakan sangat aman dan berstandar Internasional, jadi Anda tidak perlu khawatir jika baru pertama kali mencobanya.

Kecepatan angin untuk dapat terbang sekitar 0-20 knot, dengan ketinggian sekitar 1.300 meter dari permukaan laut. Setelah perlengkapan sudah siap, Anda akan dibantu kru paralayang untuk mengambil ancang-ancang terbang, kemudian pilot akan didorong agar parasut dapat mengembang. Setelah itu Anda akan melayang sambil menikmati pemandangan yang sangat indah dari atas langit, kami menyarankan agar tidak lupa mengabadikan setiap momen indah.

Setelah 15 menit, Anda dan pilot mengelilingi kebun teh, kemudian diberi mandat untuk mendarat. Di daerah pendaratan akan terlihat beberapa kru yang akan membantu melepas peralatan dan diantar kembali ke bukit di mana Anda pertama kali terbang untuk beristirahat.

Jika tertarik dengan wisata ini, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp. 350 ribu untuk pengunjung lokal, dan Rp. 400 ribu untuk warga negara asing. Rute untuk menuju ke lokasi wisata paralayang ini dari Jakarta menggunakan kendaraan pribadi, bisa melalui Tol Jagorawi lalu ke Cisarua, dan akhirnya sampai di Puncak. Sementara bila menggunakan angkutan umum, dari Terminal Kampung Rambutan, Anda naik bus Marita jurusan Cianjur via Puncak, atau naik bus Karunia Bakti kelas ekonomi non-AC jurusan Garut via Puncak-Cianjur. {Tanti}

 

Pemandangan Bogor dari langit menggunakan paralayang (Gambar: Melodi Achmad)

 

Pendaratan yang dibantu beberapa kru (Gambar: Melodi Achmad)

 

 

Pulau Perawan dengan Berjuta Keindahan yang Tersembunyi

Published in Ekowista & Traveling
Selasa, 03 Mei 2016 20:52

Medialingkungan.com -  Pulau Kadidiri terletak di Taman Nasional Kepulauan Togean, Pulau Kadidiri yang memiliki pantai pasir putih bersih dan air laut yang jernih dengan biota laut yang kaya, sehingga menjadi destinasi yang cocok bagi Anda pecinta aktivitas air. Pulau yang disebut sebagai pulau perawan tersembunyi dengan keindahan yang akan menyegarkan jiwa dan pikiran Anda selepas menyambanginya. 

Pantainya menyuguhkan pemandangan yang tak kalah indah karena hamparan batu berbagai bentuk dan ukuran serta ditumbuhi pepohonan kelapa, cemara dan mangrove.

Secara administratif Pulau Kadidiri termasuk dalam kawasan Kota Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, di Sulawesi Tengah. Pulau terpencil ini berjarak tempuh sekira 3-6 jam perjalanan dengan kapal laut dari Kota Ampana menuju Wakai kemudian dilanjutkan sekira 30 menit untuk tiba di Pulau Kadidiri. Saat Anda menginjakkan kaki di pulau ini maka kemungkinan besar saat itu pulalah Anda untuk sementara seakan tidak terhubung dengan peradaban. Hal ini dikarenakan selain sumber air tawar, sinyal ponsel pun terbilang hal yang susah didapatkan.

Pulau ini masih alami, sehingga bisa menikmati terumbu karang di sini dengan mata telanjang, tanpa harus snorkeling atau diving. Hanya dengan berjalan sejauh lima meter dari tepi pantai untuk menikmati keindahan bawah laut dengan mata telanjang. Air laut di sini sebening kristal dengan pasir putih nan lembut. Selain terumbu karang, Anda juga bisa melihat ikan berbagai warna saling berkejaran, penyu, hiu, dan biota laut lainnya.

Beberapa aktivitas yang dapat Anda lakukan di sini antara lain berlayar, menyelam, snorkeling, memancing, trekking hutan tropis, dan berjemur di tepi pantai. Keindahan yang bebas polusi dan pesona eksotis yang masih alami dari pulau ini menjadikannya sebagai tujuan wisata utama di kawasan tersebut.

Selain keindahan pantai dan bawah lautnya, hutan di pulau kadidiri kaya beragam flora dan fauna. Di atas pepohonan sekali-kali akan muncul jenis burung eksotis. {Andi Wahyunira}

1. Pemandangan di Dermaga Pulau Kadidiri {Sumber: JurnaLand}

2. Kamar yang Langsung Menghadap Ke Laut di Pantai Kadidiri {Sumber: Teguh Gigo Aryanto}

Seribu Keindahan Danau Tiga Warna Tomohon

Published in Ekowista & Traveling
Sabtu, 23 April 2016 18:15

Medialingkungan.com - Sulawesi Utara dikenal sebagai wilayah dengan topografi bergunung dan berbukit yang dianugerahi seribu keindahan. Satu dari seribu keindahannya adalah Danau Linow. Pemandangan Danau Linow yang terletak di Desa Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Nama danau ini berasal dari kata lilinowan yang memiliki arti tempat berkumpulnya air. Kata tersebut diambil dari bahasa Tombulu, salah satu daerah di Minahasa. Danau Linow merupakan bentukan dari letuan Gunung Mahawu yang masih aktif sampai sekarang.

Dengan jarak sekitar 30 km dari pusat kota Manado, danau ini dapat ditempuh selama sejam melewati jalan yang berkelok-kelok. Di perjalanan, Anda akan menjumpai pepohonan besar yang kokoh berdiri di atas bukit dan Gunung Lokon yang masih aktif.

Danau dengan luas 35 hektar dan kedalaman 5 meter ini, sangat cocok untuk Anda yang ingin menghilangkan kepenatan dari rutinitas harian. Pepohonan yang melingkari danau dengan udara yang bertiup sepoi menemani waktu santai Anda menikmati keheningan danau ini.

Di danau Linow, Anda juga bisa melihat burung blibis terbang rendah sambil sesekali berenang di permukaan air dan ribuan serangga bersayap yang dinamai warga setempat sebagai Sayok/Komo yang biasa dikonsumsi masyarakat sekitar danau.

Hal unik lain dari danau ini adalah tampilan tiga jenis warna yaitu hijau tosca, biru laut, dan coklat susu. Warna yang berubah-ubah ini bisa dilihat dari ketinggian bukit. Ini diakibatkan dari belerang yang dikandungnya, pembiasan cahaya dan pantulan sinar dari vegetasi sekitar danau.

Karena tanah disekelilingnya milik pihak swasta, maka untuk bisa masuk menikmati keindahan danau ini Anda harus merogoh kocek sebesar Rp 25.000. Tapi sudah sepaket dengan secangkir minuman dan kue khas Manado di kafenya. Namun di akhir pekan harga tiket melonjak menjadi Rp 40.000. {Zidny Rezky}

1. Air Danau Linow yang sedang terlihat berwarna hijau tosca {Sumber: Wirawan Winarto}

2. Deretan kursi pengunjung kafe untuk menikmati panorama Danau Linow {Sumber: Kompasiana}

Variasi Keindahan Pantai Punaga, Bertebing Karang

Published in Ekowista & Traveling
Jumat, 15 April 2016 20:36

Medialingkungan.com – Pantai Punaga yang menyajikan suatu pemandangan yang alami dengan kontur pantai bervariasi. Pantai yang berpasir putih, laut yang biru dan jernih serta tebing-tebing batu yang memikat, hal inilah pantai punaga yang menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Selain itu, terpaan angin yang begitu sejuk bahkan tengah hari sekalipun.

Pantai yang mempunyai daya tarik tersendiri dan akan dikomersialkan dengan menjadikannya sebagai tempat wisata. Banyak pantai yang keren dan sangat terkenal ke berbagai penjuru di Sulawesi Selatan. Namun ada sebuah pantai yang belum banyak orang ketahui bernama Punaga di Kabupaten Takalar.

Objek wisata pantai sudah tak asing lagi kita dengarkan. Jika mendengar kata pantai, maka yang akan terbayang dalam benak adalah tentang laut dan ombak serta pesisir pantai yang memikat hati. Melakukan perjalanan wisata pantai memang mengasyikkan sebab memberikan kesejukan angin laut, putihnya pasir dan jernihnya air.

Pemandangan pantai Punaga ini nyaris mirip dengan Tanah Lot Bali. Bahkan menurut banyak orang, Pantai Punaga adalah salah satu surga tersembunyi yang ada di Sulawesi Selatan. Di pantai ini kita bisa melakukan aktivitas berenang dan snorkling tapi tetap harus hati-hati lantaran banyak batuan karang yang licin dan tajam.

Sebuah kawasan wisata yang baru dikembangkan dan terletak di ujung kabupaten Takalar. Lokasinya benar-benar diujung bila kita melihatnya di peta. Terletak di pesisir Kabupaten Takalar, desa Punaga, Kecamatan Mangarabombang. Untuk sampai disana kita menempuh jarak sekitar 20 KM dari kota kabupaten Takalar. Jalan yang mudah diakses oleh kendaraan darat . Pantai punaga sendiri diambil dari nama desa setempat, Desa Punaga.

Memasuki kawasan pantai punaga pengunjung disuguhi dengan tanaman yang tertata rapi, beberapa gazebo yang viewnya menghadap ke laut, beberapa buah pohon besar yang ada membuat kawasan ini sejuk walaupun di siang hari, di belakang gazebo terlihat akan dibangun kolam renang yang akan menambah nuansa keindahan tempat ini nantinya.

Pada bagian ujung pantai ini terdapat tebing besar dan cukup luas, tebing ini dipertahankan dan dibiarkan modelnya tetap alami. Bila sore hari anda dapat leluasa menikmati keindahan datangnya cahaya orange dari matahari tenggelam tanpa ada yang menghalangi pandangan.

Keindahan pantai punaga serta alamnya masih jauh dari polusi membuat kita nyaman. Penduduk desa yang ramah dan sederhana menjadi salah satu daya tarik tersendiri {Andi Wahyunira} 

1. Tebing Karang Pantai Punaga {Gambar: Istimewa}

2. Pinggiran Tebing di Pantai Punaga {Gambar: Andi Wahyunira}

Halaman 1 dari 6

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini