medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Keindahan Pulau Lakkang Dalam Kota Makassar

Published in Ekowista & Traveling
Jumat, 06 Februari 2015 15:45

Medialingkungan.com – Cuaca panas yang makin menyengat kulit hingga menembus tulang. Apalagi disertai dengan kemacetan Kota Makassar, membuat suasana hati jadi ikut panas. Namun jangan kuatir, lokasi wisata yang mampu membuat anda terasa nyaman dan sejuk adalah Pulau Lakkang pilihan terbaik, jika anda berada di Kota Makassar.

Untuk mencapai Pulau tersebut, anda tinggal memilih jalur yang mana, karena ada tiga jalur dermaga yang bisa dipilih untuk menyeberangi sungai ke pulau kecil tersebut. Salah satu dermaga yang banyak dipilih oleh warga adalah Dermaga Kera-kera, yang berada di kampus Tamalanrea, lebih tepatnya di lokasi Teaching Farm Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas). Sedangkan dermaga lain berada di lokasi tol lama, yakni di kawasan pergudangan industri Makassar. Satu dermaga lagi sebenarnya beripa tambak.

Pulau Lakkang adalah sebuah perkampungan yang terletak di antara Sungai Tallo dan Sungai Pampang. Lakkang adalah daratan yang kerap disebut delta, terbentuk karena berkumpulnya sedimentasi dalam kurun waktu tertentu.

Luas daratannya sekitar 195 hektare dan dihuni oleh sekira 300 kepala keluarga. Kebanyakan mereka bekerja sebagai petambak dan nelayan. Sebagian kecil juga menghidupi diri dari sawah yang tidak seberapa luas di dalam wilayah Lakkang.

Anda mesti menunggu sekitar 15-30 menit perahu yang mengangkut anda. Dari dermaga kera-kera ke pulau lakkang. Kapasitas perahu hanya tujuh orang saja, beserta motor jika anda memakai motor. Biaya yang dikenakan “Kalau penumpang Rp 2.000, tapi kalau memakai motor biayanya akan ditambah Rp 1.000,” ujar nakhoda perahu di daerah pulau lakkang.

Jarak tempuh memakan waktu sekitar 25-30 menit. Ketika anda memulai perjalanan, dia atas perahu anda tidak akan merasakan kebosanan sedikitpun. Sebab, suasana di sekitaran pulau tersebut suda begitu terasa nyaman. Mata anda akan dimanjakan oleh pemandangan pohon-pohon nipah, dan mangrove yang begitu indah dan tak ada duanya dari pulau lain.

PULAU YANG MASIH ASRI itu, anda bisah berwisata dengan mengunjungi sejumlah bungker peninggalan Jepang. Dahulu, Lakkang merupakan tempat bersembunyi tentara Jepang pada saat Jepang menguasai Makassar. “Pasukan Jepang pernah menduduki perkampungan untuk dijadikan camp, agar bisa mengatur serangan kembali buat orang Indonesia,” kata salah satu warga perkampungan.

Ada tujuh bungker tua peninggalan Jepang di perkampungan ini. Tapi yang tampak hanya permukaannya saja. Sedangkan terowongan di bagian dalam sudah tertimbun oleh tanah. Dan yang membuat anda nantinya nyaman berada di perkampungan adalah warga pulau lakkang begitu ramah pada pengunjung yang datang. (PK)

 

(Dermaga Kera-kera)

(Suasana Perkampungan Pulau Lakkang)

(Bungker Peninggalan Jepang)

Asiknya Berenang Bersama Ubur-ubur di Danau Kakaban

Published in Ekowista & Traveling
Senin, 26 Januari 2015 20:55

Medialingkungan.com– Danau Kakaban terletak di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur. Letaknya tidak jauh dari Pulau Derawan, Pulau Kakaban adalah salah satu dari total 31 pulau yang tergabung dalam Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Pulau Kakaban masih cenderung murni dan jarang dikunjungi orang karena lokasi jauh terpencil dan belum ada sarana transportasi yang memadai layaknya tempat wisata alam lainnya.

Keunikan dari danau ini yaitu memiliki ubur-ubur tanpa sengat. Ada empat jenis ubur-ubur yang bersarang di danau tersebut, ubur-ubur bulan Aurelia aurita, ubur ubur totol Mastigias cf papua, ubur-ubur kotak Tripedalia cystophora, dan ubur-ubur terbalik Cassiopea ornata. Yang paling sering dijumpai ubur-ubur totol dan ubur-ubur terbalik.

Ubur-ubur terbalik paling unik karena ubur-ubur ini berada di dasar danau dengan tentakel menghadap ke atas. Suatu hal yang aneh, karena biasanya ubur-ubur berada di atas dengan tentakel menghadap ke bawah.

Menurut para ahli, sengat pada ubur-ubur tidak sepenuhnya hilang. Namun, sengat ini kemudian melemah setelah berevolusi selama jutaan tahun. Konon alasannya karena tidak ada predator yang mengancam ubur-ubur yang berada di danau asin tersebut.

Tumbuhan dan hewan penghuni ekosistem Danau Kakaban pada dasarnya adalah ekosistem yang sama dengan yang hidup di air laut. Di Danau ini, tidak hanya ubur-ubur yang kita jumpai, namu ada juga binatang air yang lainnya seperti, alga laut, anemon, ketimun laut (teripang), spons, kepiting, beragam jenis ikan dan lain sebagainya.

Namun begitu, selama ribuan tahun, danau yang terisolasi akibat terjadinya proses pengangkatan atol ini membuat penghuninya melewati serangkaian perubahan (evolusi) demi menyesuaikan dan bertahan hidup di dalam lingkungan air payau. Danau ini menampung air hujan yang kemudian bercampur dengan air laut sekitar yang dapat masuk ke danau melalui celah-celah batuan karang dan menciptakan ekosistem sendiri yang berbeda dan langka.

Satu hal yang harus diingat saat berenang di danau ini adalah jangan menggunakan kaki katak atau fin, karena benda ini akan membahayakan ubur-ubur bila terkena atau tertendang fin saat kita berenang, dikhawatirkan banyak ubur-ubur yang mati, jadi berenanglah dengan hati-hati dan tetap menjaga kelestarian biota Danau Kakaban. (TAN)

 

Surga yang Tersembunyi di Pulau Gili Air

Published in Ekowista & Traveling
Senin, 26 Januari 2015 02:21

Medialingkungan.com – Gili air merupakan salah satu dari Tiga Gili yang tersohor di Lombok Nusa Tenggara Barat, dua lainnya adalah Gili Trawangan dan Gili Meno. Daya tarik utama Gili Air adalah sepi yang selalu melingkupi daerah ini. Suasananya tenang khas pedesaan Lombok, masyarakatnya ramah dan selalu menyambut tamu dengan suka cita.

Menjelajah alam bawah laut di Gili Air, anda bisa mengunjungi 5 tempat favorit yang menyuguhkan kepada anda pemandangan bawah airnya. Yaitu Air Wall, Air Slope, Frogfish Point, Segaluh dan Malang Reef.

Menjejakkan kaki di pulau  ini, memberikan suasana yang menarik, sinar matahari, pasir putih dan biru nya air laut menyambut kedatangan.

Saat anda berjalan dari pelabuhan Gili Air, anda akan di sambut dengan senyuman ramah masyarakat Pulau ini, senyuman ucapan selamat datang di indah nya Pulau kami. Suasana damai dan kekeluargaan di pulau ini, memberikan rasa nyaman bagi wisatawan, seolah olah anda merupakan bagian dari mereka.

Di bawah laut kita dapat menikmati keindahan deretan terumbu karang dan ikan-ikan dengan warna-warna yang menarik. Tempat-tempat tersebut merupakan surga bagi pecinta bawah laut. Air Wall merupakan salah satu tempat yang unik yang dapat di temukan di Gili Air.

Di tempat tersebut, gugusan terumbu karang terbentang seperti dinding. Dengan mudah dijumpai Kuda Laut dan Penyu. Di situ terdapat peralatan diving atau snorkeling yang dapat di sewa, sekaligus dengan pemandu selam (Dive Master) professional.

Untuk mencapai Gili Air dari Kota Mataram, dapat dituju melalui perjalanan darat menuju dermaga Bangsal dapat di tempuh sekitar 50 km atau 1 jam. Dari dermaga bangsal, menyeberang dengan perahu motor sekitar 15 menit. (TAN)

 

Pulau Pari kini Menjadi Primadona Kepulauan Seribu

Published in Ekowista & Traveling
Senin, 26 Januari 2015 01:50

Medialingkungan.com – Pulau Pari yang pada awalnya tidak berpenghuni ini, kini menjadi salah satu primadona wisata di Kepulauan Seribu dengan pantai indahnya Pasir Perawan. Pulau Pari juga menjadi sentra budidaya rumput laut yang menopang kehidupan masyarakat, serta terdapat tempat penelitian biota laut yang disebut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Kegiatan yang dapat dilakukan di Pulau Pari yaitu bersepeda atau berjalan kaki menikmati suasana disekeliling Pulau Pari yang masih alami baik hutan maupun pantai. Salah satu wisata yang paling di gemari di Pulau ini yaitu kegiatan menyelam karna terumbu karang di pulau tersebut masih alami serta belum terjamah.

Tidak ketinggalan ikan yang disekitar terumbu karang yang akan membuat anda pastinya ingin berlama-lama menyelam, jika untuk mencari sunrise  atau senja, anda tidak harus mengejarnya kebarat pulau atau kesebelah timur pulau, tapi hanya kesatu tempat saja yaitu bukit matahari.

Untuk menuju ke Pulau Pari tidaklah susah, dapat ditempuh dalam waktu 30-40 menit dari kota Jakarta. Dari Marina Ancol atau dari muara Angke dengan kapal ferry memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan lamanya. (TAN)

 

Pesona Labuan Cermin Danau ‘Dua Rasa’

Published in Ekowista & Traveling
Senin, 26 Januari 2015 01:18

Medialingkungan.com – Siapa yang mengira di Kalimantan Timur tersembunyi sebuah keajaiban alam yang begitu menakjubkan, yaitu Danau Labuan Cermin atau biasa disebut Danau 'Dua Rasa'. Danau ini terletak di Desa Labuan Kelambu di Kecamatan Biduk-biduk Kalimantan Timur. Airnya berwarna biru cemerlang bagaikan di laut, begituh jernih hingga pantulan bayangan tanpak jelas di permukaan.

Tidak hanya itu, airnya pun terdiri dari dua jenis, air asin berada di dasar, air tawar berada di permukaan danau Labuan Cermin. Uniknya kedua air tersebut tidak pernah tercampur, jika kita memperhatikan kedua air tersebut ada lapisan tipis seperti awan.

Untuk mencapai danau Labuan Cermin kita mesti menempuh perjalanan darat sekitar 6 sampai 7 jam dari ibukota Kabupaten Berau, Tanjung Redeb.

Danau ini masih belum terlalu populer di antara para wisatawan lokal maupun mancanegara karena letaknya di kawasan pelosok. Butuh waktu berjam-jam dan perjalanan menempuh medan berat sebelum mencapai danau luar biasa ini. Namun upaya ekstra yang dikeluarkan tidak akan sia-sia begitu memandang kecantikan Labuan Cermin.

Tapi sayang, infrastruktur daerah danau ini masih belum cukup memadai. Bukan hanya akses menuju obyek wisata yang sulit, penginapan dan tempat makan di sekitar danau pun sangat terbatas. (TAN)

 

 

 

 

Keindahan Air Terjun Benang Kelambu

Published in Ekowista & Traveling
Senin, 26 Januari 2015 00:26

Medialingkungan.com– Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat memiliki beberapa wisata yang eksotis dan air terjun yang terkenal mempesona dan indah. Salah satunya adalah Air Terjun Benang Kelambu. Hampir di setiap sudut pulau terdapat spot menarik yang layak untuk dikunjungi, mulai dari Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, Taman Narmada, dan beberapa air terjun yang bersumber dari Danau Segara Anak.

Salah satu dari beberapa wisata alam air terjun yang sangat menarik untuk anda kunjungi adalah Air Terjun Benang Kelambu. Disebut dengan Air Terjun Benang Kelambu karena airnya menyerupai kelambu sangat tipis dan lembut, sehingga gemericik air yang dihasilkan tidak terlalu bising.

Wisata alam air terjun benang kelambu berada di kaki Gunung Agung, tepat di tengah-tengah Pulau Lombok. Air Terjun ini terletak sekitar 32 Kilometer dari Kota Mataram.

Setibanya anda di areal parkir obyek wisata ini, anda akan berjalan sejauh 500 meter dengan medan yang lumayan menantang, sekitar 100 meter sebelum lokasi, jalanan sudah mulai menanjak. Anda akan menaiki anak tangga, di sisi anak tangga anda bisa melihat parit dengan air yang begitu jernih.

Aliran air yang jatuh dari Air Terjun Benang Kelambu yang memiliki ketinggian sekitar 35 meter ini tidak langsung jatuh ke dasar, akan tetapi aliran air tersebut akan jatuh pada tingkatan yang kedua di bagian atas yang berupa sebuah kolam yang terbentuk dari lempengan-lempengan batu cadas, dan setelah aliran air ini melewati beberapa susunan lempengan batu tersebut barulah akhirnya aliran air ini jatuh mencapai kolam yang ada di dasar.

Air terjun ini sangat cocok untuk wisata permandian, karena tingkatan tersebut menyebabkan curahan air yang jatuh dari Air Terjun Benang Kelambu ini tidak terlalu deras dan menyebabkan pedih di badan.

Konon menurut cerita yang diyakini oleh masyarakat setempat bahwa jika anda mandi di Air Terjun Benang Kelambu ini akan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan juga bisa membuat anda awet muda dikarenakan air terjun ini bersumber langsung dari Danau Segara Anak. (TAN)

 

WOW ! Taman Nasional Bunaken

Published in Ekowista & Traveling
Kamis, 25 Desember 2014 13:09

Medialingkungan.com – Rutinitas terkadang membuat sesorang jenuh dan memberi kepenatan. Bersantai adalah salah cara mentransformasi keinginan untuk lepas dari kesibukan dan kebiasaan kerja sehari-hari. Suasana baru akan membuat sesorang memiliki semangat yang baru, selalu ada hal untuk menstimulun energi positif yang ada pada setiap orang. Jika wisata alam bawah laut dan hamparan aneka kuliner yang Anda cari, Manado bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai alternatif tempat melepas kepenatan. Musim kunjungan terbaik yaitu bulan Mei - Agustus setiap tahunnya.

Taman Taman Nasional Bunaken didirikan 1991 dan merupakan taman laut pertama di dunia. Pada 2005 Bunaken menjadi situs warisan dunia setelah didaftarkan Indonesia ke UNESCO. Terjadi peningkatan yang signifikan pada kunjungan wisatawan ke Taman Nasional ini. Taman Nasional Bunaken dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian utara dan bagian selatan. Bagian utara meliputi lima pulau, dan daerah pesisir antara Molas hingga Tiwoho yang disebut Pesisir Molas-Wori. Bagian selatan seluruhnya terdiri daerah pesisir antara Desa Poopoh dan Desa Popareng yang disebut Pesisir Arakan-Wawontulap.

Panorama elok Taman Nasional Bunaken adalah magnet Kota Manado. Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan/pesisir.

Untuk sampai ke lokasi ini Anda dapat melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas dan Marina Blue Banter. Dari Pelabuhan Manado dengan menggunakan perahu motor menuju pulau Siladen dapat ditempuh 20 menit, pulau Bunaken 30 menit, pulau Montehage 60 menit dan pulau Nain 60 menit.

Kemudian dari Blue Banter Marina dengan menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di pulau Bunaken dapat ditempuh dalam waktu 10-15 menit, sedangkan dari pelabuhan NDC menuju lokasi penyelaman di pulau Bunaken dengan menggunakan speed boat ditempuh dalam waktu  20 menit.

Bunaken menjadi tempat hidup aneka jenis ikan. Ikan badut atau yang juga sering disebut nemo menjadi salah satu penghuni Bunaken. Ada lagi jenis ikan lain, seperti ikan lolosi ekor kuning, ikan kerapu, dan ikan kuda gusumi. Cahaya matahari yang masuk ke bawah laut lantas membuat pendaran sinar di kulit ikan. Jika Anda beruntung, gerak penyu bisa terlihat juga di sini.

Menyelam merupakan cara terbaik bila Anda ingin secara utuh dan jelas menikmati keindahan panorama bawah laut Bunaken. Tersedia 23 tempat snorkeling atau penyelaman. Tak usah repot-repot bawa alat menyelam sendiri karena di sana disewakan alat-alat dengan harga berkisar Rp 100 ribu per hari.

Tidak hanya melihat barisan ikan bermacam rupa berseliweran dan padang rumput laut, Anda juga bisa melihat kurang lebih 390 spesies terumbu karang yang memancarkan pesona menakjubkan. Bentuknya berlekak-lekuk unik, celah-celah hingga gua atau terowongan mungil bawah laut yang mungkin mustahil ditemukan di tempat lain.

Di bawah hamparan laut seluas 890,65 km2 di kawasan Teluk Manado, kita akan menemukan pesona keindahan ciptaan sang Maha Kuasa dengan menikmati terumbu karang berwarna warni. Ada lebih dari 200 jenis spesies ikan serta beragam biota laut lainnya. Anda akan merasakan sensasi menyelam dengan sajian pemandangan bawah laut yang mempesona pada taman yang terletak 75 mil laut dari Pantai Manado. Lokasi penyelaman terbaik banyak berada di dekat Bunaken dan Manado Tua. Berikut ini adalah tempat-tempat yang mewakili lokasi penyelaman tersebut. (MFA)

 

7 Taman (Ecotourism) Tematik Kota Bandung

Published in Ekowista & Traveling
Minggu, 19 Oktober 2014 13:06

Medialingkungan.com – Kota Bandung atau biasa disebut Kota Kembang yang berada di dataran tinggi Pulau Jawa sangat cocok dengan ekowisata atau ekoturisme. Hal ini dimanfaatkan dengan maksimal oleh Walikota terpilih 2013, Ridwan Kamil. Bermodalkan pengalaman sebagai kontraktor, walikota bergaya modis itu telah merealisasikan setidaknya 7 dari 300 target taman tematik sejak dilantik tahun lalu.

Memanfaatkan tempat-tempat kumuh dan area terbengkalai, melalui kegigihan Ridwan Kamil, Bandung yang dulunya hanya diramaikan dengan pemandangan taman bunga yang memang sudah menjadi karakternya, kini masyarakat juga telah dimanjakan dengan berbagai taman-taman yang unik dan menarik.

Respon masyarakat dengan pembangunan berbagai taman tematik ini juga sangat positif. Terbukti dari semua taman yang telah rampung, tiap harinya tak pernah sepih dari pengunjung. Bahkan data statistik Kota Bandung menunjukkan kenaikan yang signifikan pengungjung wisatawan lokal maupun internasional yang datang mengunjungi Kota Bandung karena berbagai taman tematik ini.

Berikut taman tematik unik yang ada di Kota Bandung.

  1. Taman Persib Bandung

Berisi 6 lapangan futsal, siapa saja bisa menikmati manfaatnya secara cuma-cuma atau gratis. Dilengkapi dengan fasilitas free wifi dan kursi berwarna merah, taman ini tak pernah sepih dari permainan futsal semua lapisan masyarakat atau bahkan hanya duduk bersantai menikmati keindahannya.

  1. Taman Jombo

Sebutan taman jomblo ini berawal dari sebuah celetukan iseng semata. Bentuk tempat duduk yang dirancang untuk satu orang ini menyebabkan sebutan “jomblo” itupun tercetus. Kolong jembatan pun kini bisa menjadi lokasi yang bisa tampil lebih rapi dan indah. Tempat ini juga dilengkapi fasilitas wifi gratis. Taman jomblo ini berlokasikan dibawah jalan Layang Pasupati dan jalan Taman Sari.

  1. Taman Fotografi

Awalnya taman ini bernama Taman Cempaka, melalui tangan Kang Emil, tempat ini disulap menjadi Taman Tematik Fotografi. Taman ini sengaja dibuat diruang publik sebagai tempat untuk mereka pecinta fotografi. Dibangunnya taman fotografi ini disambut baik oleh komunitas-komunitas fotografi sekota Bandung.

  1. Taman Pustaka Bunga

Taman ini menggambarkan karakter Kota Bandung sebagai kota bunga. Nama pustaka bunga diambil karena taman ini akan dijadikan sebagai perpustakaan bunga di Kota Bandung. Taman ini juga dilengkapi dengan kolam ikan yang menambah keindahannya. Anda juga dapat berjalan mengelilingi taman ini dengan berjalan diatas trotoar yang didesain rapih dan menikmati keindahan bermacam jenis bunga. Salah satu jenis bunga yang menarik di tempat ini adalah beberapa jenis anggrek yang terbilang langkah.

  1. Taman Lansia

Taman Lansia adalah sebuah taman kota yang terletak di sebelah kanan Gedung Sate Bandung. Taman Lansia merupakan singkatan dari Taman Lanjut Usia, sebuah sarana refreshing dan istirahat bagi warga Kota Bandung maupun warga luar Bandung yang sedang berkunjung ke Bandung. Meski namanya Taman Lansia, taman ini banyak dikunjungi oleh Penduduk Bandung yang bukan lanjut usia, termasuk anak muda Bandung. Mereka berkumpul di sini baik untuk sekedar berjalan-jalan, rekreasi dan makan bersama keluarga hingga sekedar menikmati lingkungan yang asri.

Berada di Taman Lansia memang menyenangkan karena banyak café yang berada di sekitar area taman ini. Salah satu yang paling terkenal adalah Yoghurt Cisangkuy. Ada juga sejumlah kios yang menyediakan serabi dengan berbagai macam rasa dan pedagang keliling yang menjajakan beraneka barang pecah belah dan kerajinan keramik.

Bagi yang ingin berkuda sambil berkeliling taman, di sekitar taman terdapat banyak sekali penyewaan kuda. Bagi anak kecil dapat didampingi oleh sang pemilik kuda atau bagi yang sudah berani berkuda sendiri dapat melakukannya sendiri. Untuk keluarga yang ingin beramai-ramai menikmati taman dapat menyewa delman.

  1. Taman Musik Centrum

Sebuah ruang publik yang diharapkan menjadi pusat kegiatan musik, seni dan olahraga bagi para pencintanya. Taman ini merupakan salah satu terobosan baru oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang sangat peduli terhadap bakat  bermusik anak-anak muda Bandung.

  1. Taman Film

Taman Film ini seluas 1.300 meter persegi dengan dekorasi layaknya sebuah bioskop yang berada diruangan terbuka. Taman Film ini dilengkapi dengan fasilitas layar lebar berukuran 4 x 8 meter, tempat duduk berundak, serta hamparan rumput sintetis. Taman tematik yang dibangun Pemerintah Kota Bandung ini pun menjadi salah satu tempat favorit warga. Memiliki desain yang unik, hal tersebut terinspirasi dari bentuk sawah aliran air yang diusung oleh Dinas Topografi Bandung.(AND)

 

Fenomena Bunga Es Tejadi di Semeru

Published in Ekowista & Traveling
Minggu, 12 Oktober 2014 15:26

Medialingkungan.com – Panorama apik khas dataran tinggi punya berbagai macam corak yang masing-masingnya berbeda satu dengan yang lain. Tak hanya itu, fenomena alam membentuk template unik dari seluruh kesatuannya. Bunga Es. Salah satu fenomena unik yang tak semua pegunungan memiliki.

Gunung Semeru. Tempat hal unik dan langka ini ditemukan. Pasalnya, Bunga es yang mengambang terbentuk karena es yang berkembang tidak sempurna dalam permukaan es ditengah suhu ekstrim di titik beku.

Suatu ketika pada 2011 silam, Jeff Bowman dan Jody Deming peneliti dari Universitas of Washington, sedang bekerja untuk proyek gabungan oseanografi, mikrobiologi dan ilmu bumi di tengah samudra Artik. Mereka menemukan ratusan bunga es hanyut di permukaan laut.

Mereka kemudian berkesimpulan, bunga-bunga es ini biasanya terbentuk ketika suhu mendekati -22 C atau 7.6 F. Dari pengamatannya, bunga es mempunyai struktur runcing yang dikenal sebagai rumah bagi mikro-organisme – Mirip dengan terumbu karang, setiap bunga merupakan ekosistem sementara dari bakteri yang ditemukan jauh lebih banyak dari yang ada di air beku dibawah laut.

Beberapa hari ini bunga es terhampar di lereng Gunung Semeru. Kendati hanya beseling secara singkat, yakni hanya 3 jam saja per harinya, fenomena yang dikenal dengan frozen ini rutin terjadi setiap Agustus hingga September. Hal ini terjadi karena suhu di Semeru memang turun sampai beberapa minus derajat Celcius.

Dengan ketinggian 3.676 mdpl, bukan hal yang mustahil terbentuknya hamparan padang es. Keadaan yang langka ini hanya terjadi mulai pukul 04.00 WIB dan berakhir 07.00 WIB. Itulah waktu yang tepat untuk mengambil gambar keindahan fenomena bunga es di suhu yang turun secara ekstrem.

Kristalisasi ini terbentuk dari embun-embun yang beku sehingga menutupi vegetasi tanaman. Karena bunga es ini bukan bunga sungguhan, maka secara periodik kristal tadi kembali ke kondisi semula. Jadi, kalau selama ini Gunung Semeru hanya identik dengan wisata pendakian saja, fenomena frozen ini menjadi salah-satu daya tarik lainnya.

Jika tertarik unutk menyaksikan secara langsung, sebaiknya anda bergegas sebelum cuaca mulai beralih ke musim hujan. Yang anda butuhkan hanyalah busana yang sesuai dengan kondisi fisik pegunungan yang sangat dingin. Jangan lupa juga menggunakan alas kaki yang resisten terhadap konidsi itu. Sehingga proses adaptasi terhadap keadaan topografi bisa cepat anda lakukan. (MFA)

 

Ekowisata Tradisioinal Bantimurung Bulusaraung Perlu Dipublikasikan

Published in Nasional
Selasa, 07 Oktober 2014 11:57

Medialingkungan.com - Di kawasan pengunungan Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros,Sulawesi selatan merupakan tempat areal ekowisata yang berbasis tradisonal yang perlu diketahui oleh masyarakat kota dan penikmat wisata tradisonal, potensi obyek wisata tradisonal dan keakayaan alam sangat melimpah seperti, Pembuatan Aren, Pembuatan Arang di desa rompengading Kec. Cenrana, Out bound di Hutan Pendidikan UNHAS,

Ekowisata sebagai salah satu produk jasa lingkungan telah menjadi salah satu modus dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan (green economics). Potensi ekowisata berbasis di masyarakat pedesaan sangat perlu dikembangkan atau dipublikasikan sehingga seluruh penikmat/pecinta ekowisata dapat mengetahui bahwa potensi yang ada di setiap pedesaan mempunyai nilai estetik tersendiri.

Beberapa contoh lainnya, yakni pembuatan madu secara tradisonal di  desa rompegading Kec. Cenrana, wisata sungai pute dalam spesifik daya tarik pada daerah ini yaitu sungai, nipah, bakau, onggokan, batu pipih di bukit karst berada di desa bonto lempangan Kec. Bontoa, Cagar Alam Karaenta dalam wisata cakar alam ini terdapat spesifik daya tarik penyusuran Goa dengan rute 2200 m dan mempunyai flora/fauna yang langka bertempat di desa semangki Kec. Simbang.  

Terdapat desa yang sangat terisolir yaitu Desa Pattanyamang yang memiliki tantangan tersendiri saat mengunjunginya. Di lokasi tersebut terdapat sistem pengelolaan air dan listrik secara mandiri. Kawasan pegunungan Bantimurung Bulusaraung ini memiliki kebudayaan yang sangat khas pedesaan yang masih terjaga.

Masih dapat disaksikan bagaimana pesta rakyat yang meriah pada acara pasca panen seperti mappadendang, budaya tudang sipulung serta kearifan lokal dalam mengelola sumberdaya alam desa masih sangat khas dan unik.

Melihat banyaknya potensi ekowisata tradisional dikawasan bantimurung bulusaraung  yang berada di pedesaan tersebut sangat perlu didorong sebagai kawasan ekowisata tradsional.

Sama halnya dengan Toraja, Sulawesi selatan, dengan beberapa alasan kekayaan dan keindahan alam serta kearifan lokal setempat yang sangat menarik sehingga turis dalam Negara dan mancanegara ingin berkunjung ke sana. Untuk itu, kawasan lainnya juga harus didorong untuk menjadi salah satu objek wisata dala skala ekowisata tradisional.

Dalam konteks ekowisata tradisonal maka sumber daya alam  dipandang sebagai aset  yang sangat memilki nilai baik secara ekonomi maupun ekologis, sehingga potensi ekowisata tradisonal bisa berkembang.

Peran pemerintah beserta masyarakat lokal tak bisa dipisahkan. Pengelolaan bersama masyarakat menjadi alat akomodir berbagai kepentingan dalam keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat sekitar. (MFA)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini