medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Ternyata Bangunan Hijau Dapat Tingkatkan Produktivitas Kerja

Published in Informasi & Teknologi
Sabtu, 17 Desember 2016 18:14

Medialingkungan.com – Sebuah studi baru menunjukkan bahwa orang yang bekerja di bangunan hijau dapat berpikir lebih baik di kantor, dan tidur lebih baik ketika mereka pulang kerumah. Seperti dilansir The Guardian, penelitian menunjukkan bahwa ventilasi, pencahayaan, dan kontrol panas yang baik dalam ruangan dapat meningkatkan performa para pekerja dan dapat meningkatkan produktivitas sampai 1000 USD per tahun. Hal ini juga menunjukkan bahwa aspek subjektif, seperti desain ruangan yang indah, dapat membuat para pekerja lebih bahagia, dan lebih produktif.

Dalam penelitian ini, dianalisis pekerja pada bangunan hijau bersertifikat di lima kota di Amerika Serikat, kemudian membandingkannya dengan pekerja lain di kota yang sama yang digunakan di kantor yang berbeda, yang dimiliki oleh perusahaan yang sama.

"Kami melihat skor fungsi kognitif yang lebih tinggi bagi pekerja di bangunan bersertifikat hijau, dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di gedung-gedung yang masih berkinerja tinggi, tetapi yang belum mencapai sertifikasi hijau," kata Dr. Joseph Allen, Director of the Healthy Buildings program at the Harvard Center for Health and the Global Environment, di Harvard TH Chan School of Public Health, Amerika Serikat.

Para pekerja di bangunan hijau mencetak lebih dari 25 persen lebih tinggi dalam tes standar yang menggunakan game computer seperti The Sims untuk menilai kemampuan berpikir dan merencananakan.

"Alat ini menilai kinerja pengambilan keputusan yang kompleks, yang meniru pengambilan keputusan dunia nyata yang kita semua hadapi setiap hari dalam rutinitas kerja normal kami," kata Allen.

Kualitas tidur para pekerja juga dinilai menggunakan jam tangan khusus dengan sensor yang mengukur lama waktu tidur, serta kegelisahan-kegelisahan dalam tidur (tossing, turning dan interupsi). Mereka yang bekerja di kantor hijau memiliki skor tidur 6 persen lebih tinggi.

"Saya rasa ini adalah salah satu temuan paling provokatif dalam penelitian ini - itu menunjukkan bahwa bangunan berdampak kami setelah delapan jam kami berada di sana untuk hari pekerjaan kami," kata Allen.

Selanjutnya, para pekerja bangunan hijau dilaporkan 30 persen lebih sedikit gejala “sick building syndrome”, seperti sakit kepala, iritasi mata, dan pernapasan. Bangunan hijau memiliki ventilasi yang lebih baik oleh karenanya dapat menurunkan tingkat karbon dioksida dan bahan kimia yang disebut Volatile Organic Compounds (VOC) yang dihasilkan oleh produk furnitur dan karpet.

Bangunan hijau juga memiiliki pencahayaan yang baik, dengan lebih banyak memanfaatkan cahaya matahari. Penelitian telah menunjukkan bahwa hal ini dapat membantu memperkuat ritme sehari-hari serta meningkatkan kualitas tidur masyarakat.

Triliunan dollar AS telah dihabiskan untuk bangunan baru dalam lima tahun terakhir, sekitar sepertiga dari yang dihabiskan untuk bangunan hijau. Allen mengatakan penerapan bangunan hijau tidak lebih diutamakan karena persoalan politis dalam pemerintahan. Ini berarti biaya yang dikeluarkan Departemen Fasilitas tidak sebanding dengan manfaat ekonomi dan kesehatan pada perusahaan.

"Saya benar-benar berharap. Saya melihat sebuah komunitas real estate yang terlibat pada topik ini dan mulai mengerti bahwa mereka dapat membuat keputusan sekitar kesehatan yang akan berdampak pada orang-orang kelas bawah," tegas Allen. (Muchlas Dharmawan)

Trump Didesak Koalisinya Untuk Hentikan Rencana Melawan Emisi Karbon

Published in Internasional
Sabtu, 17 Desember 2016 17:14

Medialingkungan.com – Para pejabat di 24 negara bagian Amerika Serikat (AS) telah mendesak Presiden terpilih, Donald Trump untuk menghentikan rencana Presiden Obama dalam memerangi perubahan iklim, dan menutup pembangkit listrik tenaga batubara. Koalisi 24 pejabat ini meminta pemerintah Partai Republik untuk membatalkan rencana energi bersih yang diberlakukan oleh pemerintah Partai Demokrat saat ini.

Saat ini AS menerapkan aturan hukum yang dirancang untuk menurunkan emisi karbon (terutama dari pembangkit listrik batubara) pada tahun 2030 sebesar 32 persen dibawah level emisi tahun 2005. Namun saat ini, Mahkamah Agung telah memerintahkan untuk menunda implementasi aturan energi bersih tersebut sampai proses hukum untuk tentang aturan tersebut telah benar-benar selesai.

Jaksa Agung Virginia Barat, Patrick Morrisey dan juga Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, menyarankan kepada Kongres agar segera mengambil tindakan untuk mencegah Badan Pengawas Lingkungan Hidup AS (Environmental Protection Agency, EPA) membuat draft aturan yang serupa nantinya.

“Permintaan tersebut harus menjelaskan dari sudut pandang administratif, bahwa (rencana energi bersih) ini diluar hukum dan EPA tidak memiliki wewenang untuk menegakkan itu,” ujar Morrisey seperti dilansir Reuters.

Kabinet Trump nantinya berpotensi akan diisi oleh nominator dari negara-negara bagian yang banyak menggunakan bahan bakar fosil. Trump memilih Scott Pruitt, Jaksa Agung Oklahoma untuk menjalankan EPA, padahal sebelumnya, Scott merupakan penentang tindakan-tindakan Obama dalam menekan perubahan iklim. Selanjutnya Trump memilih mantan Gubernur Texas, Rick Perry untuk menjadi Kepala Departemen Energi, padahal Rick merupakan seorang yang skeptis terhadap perubahan iklim.

Trump berjanji untuk menghidupkan kembali pengeboran minyak dan gas serta pertambangan batubara melalui jalur pelemahan aturan-aturan federal. Dia juga mengatakan akan menarik AS keluar dari kesepakatan global untuk mengurangi emisi karbon dioksida, padahal sejumlah ilmuwan telah memperingatkan bahwa itu akan menyebabkan kenaikan permukaan air laut, serta kekeringan dan badai yang akan lebih sering terjadi. (Muchlas Dharmawan)

Cina Beri Sanksi Tegas Kepada Pejabat Yang Tak Peduli Lingkungan

Published in Internasional
Kamis, 15 Desember 2016 16:50

Medialingkungan.com – Demi menjaga kelestarian lingkungan, Cina menjatuhkan sanksi kepada hampir 700 pejabatnya. Hal ini merupakan cara khusus dalam usaha perlindungan lingkungan hidup di seluruh wilayahnya, dikarenakan pejabat tersebut kurang benar dalam memberi perlindungan pada lingkungan hidup.

Pemerintah Pusat Cina mengirimkan tujuh kelompok untuk memeriksa beberapa tempat, termasuk Beijing, Shanghai dan Provinsi Guangdong di selatan, pada November. Menyusul pemeriksaan putaran pertama dalam usaha perlindungan lingkungan hidup di seluruh wilayah negeri itu.

Penyelidikan putaran pertama menggiring 3.000 pejabat untuk mendapat teguran dan denda sebesar 198 Juta Yuan atas kekerasan terhadap lingkungan hidup.

“Pemeriksa belum lama ini melakukan penilaian terhadap 1.893 perkara dan menerapkan denda 66 Juta Yuan (atau setara dengan Rp 95,6 Miliar) dari 1.479 perkara”, seperti dilansir kantor berita Xinhua, dikutip dari Antara.

Namun, tidak ada laporan terinci mengenai penerapan denda tersebut. Kementerian Lingkungan Hidup Cina pada awal tahun ini mendapat wewenang menyelidiki daerah dan perusahaan tanpa memberi peringatan lebih dulu dan mempunyai hak memanggil semua pejabat daerah atau petinggi perusahaan untuk memperhitungkan tindakan mereka. (Andi Wahyunira)

EPA Perketat Standar Untuk Penggunaan Pestisida

Published in Internasional
Selasa, 13 Desember 2016 18:51

Medialingkungan.com – Hari ini, Badan Perlindungan Lingkungan Hidup AS (US Environmental Protection Agency, EPA) telah menyelesaikan standar untuk masyarakat yang ingin mengajukan aplikasi izin penggunaan Restricted Use Pesticides (RUPs) atau Pestisida Yang Dibatasi atau pestisida yang tidak dijual umum. Revisi untuk sertifikasi aturan aplikator pestisida akan mengurangi kemungkinan bahaya dari penyalahgunaan pestisida beracun. Penggunaan pestisida akan lebih aman dengan melakukan peningkatan pengawasan. Peraturan ini akan membantu memastikan bahwa RUPs digunakan dengan aman.

Asisten Administrator EPA, Bagian Keselamatan Kimia dan Pencegahan Pencemaran, Jim Jones, mengatakan bahwa pihaknya sangat berkomitmen untuk menjaga masyarakat dan lingkungan agar tetap aman dari paparan bahan kimia berbahaya.

"Dengan meningkatkan pelatihan dan sertifikasi, mereka yang menerapkan penggunaan pestisida terbatas akan memiliki pengetahuan yang lebih baik dan kemampuan untuk menggunakan pestisida yang lebih aman,” ungkap Jones.

EPA akan menerapkan sistem sertifikasi yang ketat dan mengharuskan semua orang yang disertifikasi sebelum menggunakan pestisida terbatas setidaknya 18 tahun. Sertifikasi ini harus diperbaharui setiap lima tahun.

Ada sekitar satu juta aplikator pestisida bersertifikat di AS yang menggunakan RUPs dan revisi ini nantinya akan berdampak pada semua aplikator, termasuk aplikator pestisida komersial dan aplikator pestisida pribadi, seperti petani dan peternak. Revisi juga berdampak di negara dan suku-suku yang menggunakan program sertifikasi. Semua termasuk 50 negara, Columbia, empat suku, enam wilayah, dan empat lembaga federal akan mengelola program sertifikasi untuk aplikator RUPs.

Dampak pada aplikator, negara, suku, wilayah, dan badan-badan federal bervariasi berdasarkan persyaratan program saat ini. Kebanyakan program sertifikasi sudah ada di beberapa tempat dan revisi standar ini akan memperkuat dasar untuk standar sertifikasi aplikator di seluruh negeri.

EPA membutuhkan lisensi khusus untuk metode tertentu seperti fumigasi dan aplikasi di udara yang dapat menimbulkan risiko lebih besar jika tidak dilakukan dengan benar. Untuk perlindungan lebih lanjut, mereka yang bekerja di bawah pengawasan aplikator bersertifikat sekarang akan menerima pelatihan untuk menggunakan pestisida secara aman dan untuk melindungi keluarga mereka dari paparan pestisida yang dibawa pulang dari tempat mereka bertani. (Suterayani)

Konvensi Kehati PBB, CIFOR Tegaskan Untuk Fokus Pada Perbaikan Lanskap Hutan

Published in Internasional
Selasa, 13 Desember 2016 18:48

Medialingkungan.com – Terdegradasi dan hilangnya hutan di seluruh dunia berdampak pada keanekaragaman hayati, mata pencaharian masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan perubahan iklim. Mengembalikan hutan yang gundul dan lanskap hutan yang terdegradasi telah menjadi fokus utama kebijakan dunia yang sangat mendesak. Untuk itu, Center for International Forestry Research (CIFOR) pada kegiatan Conference of the Parties to the Convention on Biological Diversity (CBD-COP 13) akan mengadakan kegiatan satu hari yang berfokus pada restorasi lanskap hutan.

Para pemimpin dunia dan para pemangku kepentingan lainnya, pekan ini akan mengadakan sidang pada kegiatan CBD-COP 13 PBB, di Cancún, Meksiko. Pertemuan CBD-COP 13 ini telah berjalan selama 9 hari, mulai dari tanggal (4/12) dan akan berakhir pada (17/12) tahun 2016. CBD-COP 13 dihadiri oleh 10.000 peserta dari seluruh dunia dan akan menegosiasikan perjanjian dan komitmen untuk keanekaragaman hayati, dan keberlanjutannya di masa depan.

Pada kegiatan satu sesi tersebut CIFOR akan menyampaikan penelitian ilmiah terbaru, wawasan dan pengalaman untuk didiskusikan bersamaan dengan diselenggarakannya negosiasi. Ilmuwan CIFOR akan menghadiri sekaligus mempresentasikan penelitian penting dan inovatif mengenai restorasi bentang alam, ketahanan pangan, jender dalam kehutanan dan REDD+.

Dalam sesi ini nantinya, Collaborative Partnership on Forests (CPF) dan beberapa anggota lain dari Kemitraan Global Partnership on Forest and Landscape Restoration (GPFLR) akan mempromosikan konsep dan praktek lanskap hutan dan restorasi ekosistem, berjuang untuk meningkatkan koherensi antara berbagai inisiatif.

Lanskap Hutan dan Hari Restorasi Ekosistem akan diselenggarakan di Konvensi Pavilion Rio pada 13 Desember 2016. Manuel Guariguata, peneliti dari CIFOR, akan pemimpin tim Pengelolaan Hutan CIFOR dan Program Restorasi, dan menyajikan penelitian terbaru tentang pemantauan dengan pendekatan partisipatif untuk restorasi lanskap hutan.

Selain itu, pada kegiatan tersebut CIFOR akan menyuguhkan topik lainnya untuk menarik perhatian pada hubungan antara lanskap hutan dan pertanian, ketahanan pangan, mata pencaharian, kesetaraan gender, ketahanan iklim dan keanekaragaman hayati. Bersamaan dengan acara utama, Cancún juga akan menjadi tuan rumah pertemuan kedelapan Pihak Protokol Cartagena (COP-MOP 8) dan pertemuan kedua Pihak pada Protokol Nagoya (COP-MOP 2) dari 2 Desember. (Suterayani)

Google Akan Pakai 100% Energi Terbarukan Tahun 2017 Mendatang

Published in Internasional
Kamis, 08 Desember 2016 17:49

Medialingkungan.com – Raksasa internet dunia, Google menyatakan kantor dengan 60.000 karyawannya akan menggunakan 100 persen energi terbarukan untuk pengoperasiannya mulai tahun 2017 mendatang. Google yang telah menjadi pembeli energi listrik terbarukan yang terbesar di dunia ini menilai bahwa energi terbarukan memakan sedikit biaya operasional.

Marc Oman selaku Kepala Bagian Energi Uni Eropa Google yakin bahwa hal ini baik untuk bisnis, dan penggunaan energi bersih ini akan memberikan keuntungan jangka panjang.

“Para pendiri kami yakin bahwa perubahan iklim nyata dan serius mengancam, sehingga kita harus turut mengambil peran dalamnya,” ujar Oman, seperti dilansir The Guardian, Rabu (07/12).

Oman mengatakan bahwa Google butuh 5 tahun untuk mencapai target 100 persen energi terbarukan sejak dimulainya tahun 2012, hal ini disebabkan rumitnya proses negosiasi dalam pembelian energi.

“Ini rumit, perusahaan kecil akan berjuang keras dengan dokumen-dokumennya. Kami membeli energi di berbagai yurisdiksi, sehingga tidak bisa hanya sekedar mengcopy-paste perjanjiannya,” tegas Oman.

Pada tahun 2015, Google membeli 5,7 TeraWatt per jam (TWh) energi listrik terbarukan. Tak jauh beda dari energi yang dihasilkan seluruh panel surya di Inggris, yaitu 7,6 TWh.

Oman berkata bahwa Google sekarang sedang mengincar kesepakatan kerjasama 10 tahun uuntuk energi rendah karbon yang intermitten (tidak terputus-putus) seperti tenaga air, biomassa dan nuklir.

Meski kontroversial, Oman menyatakan bahwa Google tidak menutup kemungkinan untuk menandatangani kontrak pembelian energi nuklir yang murah dan aman. Namun ia menerangkan bahwa sampai sekarang belum ada proyek energi nuklir yang memenuhi kriteria tersebut.

Penggunaan 100 persen energi terbarukan Google tidak berarti sepenuhnya langsung berasal dari tenaga angin dan surya. Tiap tahun, jumlah energi terbarukan yang dibeli setara dengan energi listrik yang digunakan untuk pengoperasian perusahaan. (Muchlas Dharmawan)

Australia Naikkan Pengeluaran Untuk Selamatkan Great Barrier Reef

Published in Internasional
Senin, 05 Desember 2016 16:32

Medialingkungan.com - Sebuah laporan untuk UNESCO menunjukkan sekitar 1.3 Triliun Dollar Australia (atau sekitar Rp 13.000 Trilliun) akan dihabiskan Australia lima tahun ke depan dalam upaya meningkatkan kualitas air dan kelestarian terumbu karang Great Barrier Reef yang merupakan Situs Warisan Dunia oleh PBB.

Menteri Lingkungan dan Energi Australia, Josh Frydenberg seperti yang dikutip dari Reuters mengatakan bahwa berdasarkan laporan ini, Australia diharapkan dapat keluar dari daftar "bahaya" dalam pengawasan UNESCO.

Aktivis lingkungan percaya bahwa terumbu karang itu membutuhkan investasi lebih dari sekedar uang dari pemerintah berupa tindakan yang lebih konkret dalam melindungi salah satu terumbu karang terbesar didunia itu.

"Tidak dapat diterima bahwa pemerintah sekarang ini hanya memberi selamat sendiri atas penanganan kesehatan terumbu karang selama periode yang sama tanpa menjanjikan perbaikan yang berarti," kata Shani Tager, Reef Campaigner dari Greenpeace Australia.

Ilmuwan iklim berpendapat bahwa peningkatan karbon dioksida di atmosfer menyebabkan panas yang memancar dari bumi terperangkap, menciptakan pemanasan global dan merusak karang.

Australia adalah salah satu penghasil emisi karbon terbesar per kapita karena ketergantungannya pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara.

Awal pekan ini, ilmuwan Australia mengatakan dua-pertiga dari 700 kilometer (atau 435 mil) Great Barrier Reef telah mati dalam sembilan bulan terakhir, yang merupakan kematian terburuk yang pernah tercatat di situs Warisan Dunia.

Kerusakan Great Barrier Reef yang terletak di lepas pantai timur utara Negara itu akan memalukan bagi pemerintah Australia dan dapat merusak industri pariwisata yang menguntungkan negara itu. (Mirawati)

Pemerintah Swedia Usulkan Pajak Iklim Penerbangan

Published in Internasional
Jumat, 02 Desember 2016 14:37

Medialingkungan.com - Sebuah komisi yang ditunjuk Pemerintah Swedia merekomendasikan Pajak Iklim Penerbangan pada Rabu (30/11) bahwa maskapai penerbangan yang beroperasi di Swedia harus membayar pajak antara 80 hingga 430 krona Swedia (atau sekitar Rp 120.000 hingga Rp 630.000) per-penumpang dan penerbangan untuk mengimbangi emisi karbon.

Seperti dilansir oleh Reuters, salah satu retribusi yang diupayakan meliputi biaya penerbangan domestik yang akan naik 80 krona Swedia dan penerbangan internasional 280 hingga 430 krona Swedia, tergantung pada jarak penerbangan tersebut.

Berdasarkan aturan saat ini di negara Nordic, maskapai penerbangan akan membayar pajak nilai tambah sebesar 6 persen pada penerbangan domestik, sementara penerbangan internasional dibebaskan dari PPN.

Rencana pemerintah yang ingin menangguhkan peraturan ini guna menciptakan niat baik dalam dialog global dalam membatasi polusi akibat pesawat terbang, dikritik oleh partai-partai oposisi yang mengatakan pajak itu hanya sedikit mengurangi karbon dioksida dan akan lebih merugikan industri penerbangan.

Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat membuat suatu bentuk proposal, dalam anggaran musim gugur mereka berikutnya di Oktober 2017.

Komisi mengusulkan agar pajak mulai berlaku pada 1 Januari 2018, dan mengatakan bahwa diharapkan untuk menaikkan pendapatan Negara sekitar 1,75 Miliar krona Swedia per tahun. (Mirawati)

Tiongkok Sulap Kereta Bawah Tanah Jadi Hutan Mini

Published in Internasional
Jumat, 02 Desember 2016 14:17

Medialingkungan.com - Sebuah kereta di Hangzhou, Tiongkok mendesain salah satu gerbong kereta bawah tanahnya yang dipenuhi dengan dedaunan hijau. Ini adalah salah satu upaya untuk mempromosikan tentang transportasi yang ramah lingkungan, sebab gaya hidup perkotaan di Tiongkok sangat identik dengan kereta beton.

Seperti dilansir Daily Mail UK, Kereta bawah tanah ini sengaja didesain layaknya berada di dalam hutan, lengkap dengan pot tanaman, lumut, dan daun. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan emisi rendah karbon dan peduli go green di kota.

Dekorasi hutan mini di dalam gerbong dan beberapa pohon besar pada kedua sisi serta tanaman rambat pada tiang untuk pegangan tangan. Pada bagian lantainya terlihat ada rumput berwarna hijau, dan pada bangku kereta terdapat rumput sintetis yang juga bisa diduduki.

Kereta bawah tanah ini menjadi viral di Tiongkok, dan beberapa netizen telah merespon tentang keberadaan kereta tersebut.

Salah satu pengguna situs berita iFeng.com misalnya, ia mengakatakan, "Ini menyegarkan, melihat beberapa tanaman hijau ketika Anda lelah.”

Sementara itu, ada juga yang berkomentar sebaliknya, "Hutan ini memakai banyak ruang, tidak praktis sama sekali.”

Berbagai desain kereta bawah tanah yang menarik, dan bernilai seni memang sudah seringkali kita temui di seluruh dunia. Namun, hanya di Tiongkok-lah yang menggunakan desain mirip hutan untuk kereta bawah tanah nya. Gerbong kereta ini hanya dibuka selama 12 jam, dan telah ditutup sejak 28 November lalu. (Muchlas Dharmawan)

Tesco dan Sainsbury Larang Penggunaan Plastik Pada Cotton Buds

Published in Internasional
Jumat, 02 Desember 2016 13:14

Medialingkungan.com - Dua jaringan supermarket terbesar di Inggris telah berkomitmen untuk segera mengakhiri penjualan cotton buds berbahan dasar plastik batang, yang merupakan sampah paling umum ditemukan di toilet negara itu.

Seperti dilansir The Guardian, kedua supermarket tersebut yakni Tesco dan Sainsbury berencana akan menggantikan tongkat plastik cotton buds dengan kertas pada akhir 2017 di produk yang mereka produksi sendiri.

Perusahaan besar lainnya, termasuk Morrisons, Asda dan Boots, saat ini juga sedang mempertimbangkan larangan plastik pada produk itu. Sementara Waitrose, Koperasi-Koperasi dan Johnson telah berkomitmen untuk beralih kekertas batang.

"Kami berkomitmen untuk memastikan semua produk kapas label bud kita sendiri akan dibuat dengan kertas batang, dan hal ini akan dilakukan pada akhir 2017," kata seorang juru bicara Tesco.

Sementara itu, juru bicara Sainsbury mengatakan, "Kami telah bekerja keras untuk meningkatkan produk ini. cotton buds baru kami, dengan 100% batang biodegradable, akan tersedia sebelum akhir 2017."

Natalie Fee, pendiri City to Sea Campaign mengatakan, "Kami senang dengan pengumuman untuk mengganti tongkat pada cotton buds dari plastik ke kertas batang. Langkah ini akan menghentikan jutaan plastik batang berakhir di lingkungan laut setiap tahun dan merupakan kemenangan besar dalam memerangi polusi plastik laut. "

"Ini adalah komitmen besar dari Tesco dan Sainsbury," kata Emma Cunningham di Marine Conservation Society. "Kami menemukan lebih dari 23 (plastik) tongkat cotton bud pada setiap 100 m dari pantai kita dibersihkan pada bulan September. Pesannya jelas, hanya kencing, kotoran dan kertas yang harus pergi ke toilet.”

Sampah plastik dapat ditemukan di sepanjang garis pantai Inggris.  Pencemaran plastik di lautan, dikenal dapat mempengaruhi kehidupan laut karena terbatasnya persediaan makanan dilautan sehingga tak jarang organisme laut akan mengonsumsi limbah plastik tersebut. Orang yang makan seafood juga berpotensi menelan plastik.

Kepala Medis Inggris, November lalu mengumumkan dia akan melakukan investigasi lebih dalam mengenai dampaknya pada kesehatan manusia. (Mirawati)

Halaman 1 dari 31

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini