medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Puntung Rokok Ramah Lingkungan

Published in Informasi & Teknologi
Sabtu, 19 Juli 2014 21:51

Medialingkungan.com - Organisasi peduli lingkungan Keep Australia Beautifull di wilayah Queensland tengah mendesak Pemerintah Negara Bagian untuk mendukung pengembangan produk inovatif, yakni puntung rokok ramah lingkungan.

Lebih dari 7 milyar puntung rokok dibuang di Australia tiap tahunnya, dan membutuhkan lebih dari 15 tahun untuk terurai. Sampah dari puntung rokok mengambil hampir 50% porsi sampah nasional di Australia.

Ketua organisasi peduli lingkungan Keep Australia Beautifull, David Curtin, mengatakan, Australia harus memimpin penggunaan puntung rokok bio-degradasi atau yang mudah terurai, dalam produk rokok yang dijual di negara ini.

“Ini adalah produk yang masih dikembangkan dan dari apa yang saya pahami, belum ada satu negara pun yang mengatur penggunaan puntung rokok jenis ini,”jelasnya.

David menambahkan, agar teknologi memiliki dampak nyata, idenya harus didukung masyarakat dan juga Pemerintah Federal serta Negara Bagian.

“Jika Pemerintah Negara Bagian mengatakan bahwa hal itu adalah sesuatu yang membuat antusias.Mereka bisa menyemangati rekan di Pusat untuk melakukan hal yang sama, dan kemudian negara bagian lain harus mengikuti langkah serupa. Pemerintah dapat mengesahkan produk apa saja kapanpun,” tegasnya.

Upaya yang terjadi di Queensland, mengenalkan produk puntung rokok ramah lingkungan, dipicu oleh trend global yang menuntut pabrik rokok menggunakan teknologi baru ini.

Puntung rokok ramah lingkungan telah dikembangkan selama beberapa tahun dan David yakin bahwa produk ini segera siap dilempar ke pasaran.

“Produk ini dibuat dari bahan alami dengan kandungan seperti serbuk kanji yang mengikat, dan bisa terurai dalam 6 minggu,” tutur David.

Selama ini, puntung rokok dibuat dari asetat selulosa.Jenis serat sintetik yang berasal dari bubur kayu, yang terlihat seperti kapas, namun sebenarnya terbuat dari filamen plastik.

Dalam sebuah percobaan untuk mengukur jumlah sampah rokok di Queensland tenggara, yang dilakukan organisasi David belakangan ini, lebih dari 14.000 puntung rokok dikumpulkan dalam 20 hari.

“Di kota Brisbane dan wilayah Redlands, rata-rata puntung rokok yang kami kumpulkan sebanyak 2000 batang per hari. Beberapa orang masih belum sadar bahaya yang disebabkan puntung rokok terhadap lingkungan,”ujarnya.(AH)

 

Tahap Kedua Pembersihan Merkuri Di Beberapa Kota Di Amerika Serikat

Published in Internasional
Kamis, 17 Juli 2014 09:23

Medialingkungan.com - Departemen lingkungan Hidup Amerika Serikat, EPA (y) mengumumkan bahwa tahap kedua dari pekerjaan pembersihan akan dimulai minggu ini di kota-kota Colonie dan Guilderland, New York. Tanah, sedimen, dan air tanah di lokasi tersebut telah terkontaminasi dengan merkuri sebagai akibat dari operasi sebelumnya dan praktek pembuangan limbah.

Paparan merkuri dapat merusak sistem saraf manusia dan membahayakan otak, jantung, ginjal, paru-paru dan sistem kekebalan tubuh. Merkuri dalam tanah dan sedimen juga dapat berdampak pada ikan dan satwa lainnya.

Pada fase pertama 2013 silam, pembersihan dilakukan untuk menghilangkan merkuri pada tanah, sedimen dan sungaiyang tidak disebutkan namanya kepada Patroon Creek berdekatan dengan fasilitas.

Kemudian tahun 2014 ini--pembersihan ditargetkan untuk tanah dan air tanah terkontaminasi. Program ini diperkirakan memakan waktu tiga bulan.

"Setelah sukses tahap pertama, pekerjaan yang menghapus lebih dari 5.600 ton tanah dan aspal yang tercemar merkuri, EPA akan bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan," kata Judith A. Enck, Administrator EPA Daerah.

"Kegiatan pembersihan musim panas ini akan memastikan bahwa merkuri yang terletak jauh di bawah tanah, sehingga tidak lagi menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia dan lingkungan."

Selama pembersihan, area yang terbukti terkontaminasi dengan merkuri, akan dipadatkan lalu distabilkan dengan mengubahnya menjadi kebocoran.Dengan kedalaman 60 sampai 70 meter di bawah tanah.

Proses ini akan dilakukan dalam beberapa langkah. Mulai dengan pembukaan beton dan puing-puing dari permukaan dan penghapusan pertama tujuh sampai delapan meter dari permukaan tanah.

Sekitar 1956-1998, Mercury Refining, Inc menggunakan oven industri untuk memulihkan merkuri dari bahan yang mengandung merkuri, termasuk baterai, termometer, regulator tekanan dan amalgam gigi. Sebagai hasil dari kegiatan ini, tanah yang telah terkontaminasi dengan merkuri dan stormwater akan mengalir ke anak sungai yang tidak disebutkan namanya kepada Patroon Creek.

Kegiatan reklamasi Mercury berakhir di situs pada tahun 1998. Situs Mercury Refining ditempatkan pada daftar Superfund federal di tahun 1983. The New York State Departemen Konservasi Lingkungan mengawasi berbagai tindakan pembersihan di lokasi sampai EPA diasumsikan memimpin untuk pembersihan pada tahun 1999.

Selama tahap pertama dari pembersihan, yang terjadi antara bulan Oktober dan Desember 2013, tanah yang terkontaminasi di permukaan, yang lebih mudah diakses oleh orang-orang, digali dan dibawa ke fasilitas pembuangan. Pekerjaan juga termasuk penghapusan sedimen terkontaminasi dari anak sungai yang tidak disebutkan namanya kepada Patroon Creek. Lebih dari 5.500 ton sedimen non-berbahaya, tanah, puing-puing, beton dan aspal dan 172 ton tanah berbahaya dan aspal yang digali dan dibuang dengan benar off-site.

Selain itu, 3.500 galon air, termasuk air dekontaminasi dan air dipompa dari sungai ke sungai Patroon dikumpulkan dan dibuang--off-site. Semua area digali dengan tanah yang bersih dan akan ditanami dengan vegetasi. Pemantauan udara Perimeter dilakukan di seluruh kegiatan penggalian tanah dan sedimen dan semua persyaratan kualitas udara dipenuhi.

Pembersihan dari situs Mercury Refining Superfund sedang dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab atas pencemaran itu, dengan pengawasan oleh EPA. Perusahaan-perusahaan ini adalah Gillette Company, KEYSPAN Gas East Corp, baterai Energizer Manufacturing, Inc, Union Carbide Corporation dan Spectrum Brands, Inc Selain itu, 19 lembaga federal dan 46 partai tambahan juga bertanggung jawab.Meraka diminta untuk melakukan pembayaran menjadi rekening penampungan untuk mendanai pekerjaan pembersihan di lokasi.

EPA juga telah masuk ke permukiman dengan 316 entitas tambahan yang dikirim bahan yang mengandung merkuri ke situs. Pemukiman ini disediakan untuk pembayaran dana untuk mengganti EPA usntuk biaya itu dikeluarkan di situs. Nilai pekerjaan pembersihan diperkirakan sebesar $ 9.300.000. (MFA)

Pesawat Modern Berbahan Bakar Sampah

Published in Informasi & Teknologi
Selasa, 15 Juli 2014 14:34

Medialingkungan.com- Beberapa tahun yang akan datang, penerbangan dari London ke New York mungkin akan menggunakan sampah sebagai bahan bakar. Sebuah pabrik telah berdiri untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar terbarukan.

Perusahaan penerbangan British Airways akan membeli bahan bakar dari sampah ini seharga lebih dari 500 juta dollar untuk bahan bakar pesawat-pesawatnya agar jejak karbon dari aktivitas penerbangannya rendah.

Menurut Robert Do, CEO Solena Fuels, perusahaan yang memproduksi bahan bakar dari sampah, bahwa London memiliki program daur ulang yang sangat bagus, sehingga semua sampah diolah di pusat daur ulang terlebih dahulu, semua yang bisa didaur ulang –botol, kaca, kaleng—akan didaur ulang. Material yang tersisa, yang biasanya berakhir di tempat pembuangan, akan dibawa ke pabrik kami.”

Dengan menggunakan dua teknologi, sampah diubah menjadi gas, dan kemudian gas dikonversi menjadi bahan bakar pesawat. Hasil akhirnya akan seperti bahan bakar sintetis yang terbuat dari batu bara dan gas alami. Tidak seperti biofuel jenis etanol, bahan bakar dari sampah ini aman digunakan pada ketinggi 50.000 kaki di atas permukaan laut.

London memproduksi sampah sekitar 18 juta ton per tahun sehingga pabrik ini tidak akan kekurangan suplai bahan baku. Untuk tahap awal, setidaknya, sampah yang akan diolah hanya sekitar 500.000 ton, yang akan menyediakan jumlah yang sangat sedikit untuk kebutuhan bahan bakar British Airways –hanya sekitar 2 persen.

British Airways memperkirakan penggunaan bahan bakar dari sampah ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 95 persen dibandingkan dengan bahan bakar biasa. Dan bahkan itu belum termasuk dari pengurangan emisi karbon dari metan, gas yang berpotensi lepas ke atmosfer ketika sampah hanya menumpuk di tempat pembuangan.

British Airways berencana meningkatkan penggunaan bahan bakar ini. Solena berharap maskapai penerbangan lainnya akan mengikuti jejaknya.

Meskipun ada banyak peluang ekspansi, bahan bakar dari sampah tidak akan sepenuhnya memenuhi kebutuhan bahan bakar maskapai penerbangan.

“Jika kita mengolah semua sampah di dunia ini, bahan bakar yang dihasilkan hanya cukup untuk memenuhi sekitar 20-25 persen dari kebutuhan bahan bakar untuk penerbangan,” kata Do. Namun, tetap itu jumlah yang banyak. (TAN)

Sumber: greeners.co

Mobil Rolling Coal Sengaja Dibuat Untuk Menghasilkan Polusi

Published in Informasi & Teknologi
Minggu, 13 Juli 2014 09:40

Medialingkungan.com - Di jaman sekarang industri otomotif berlomba-lomba menawarkan kendaraan yang ramah lingkungan. Namun tidak pada sekelompok pria di kota kecil di Amerika yang malah berbuat sebaliknya. Mereka sengaja membuat mobil yang memperparah polusi.

Mobil terrsebut bernama Rolling Coal yang berarti batu bara berjalan. Mobil tersebut dimodifikasi truk dieselnya agar bisa menghasilkan asap buangan beracun berwarna hitam pekat dengan biaya tak sedikit, tujuan mobil itu adalah menyebarkan asap polusi ke udara

Mereka melakukan aksi ekstrim inisebagaibentuk ketidaksukaannya terhadap Presiden Obama dan kampanye ramah lingkungan. Tentu saja, aksi tersebut juga menuai protes yang terus dilancarkan di internet.

Rolling Coal sendiri aslinya dari kendaraan khas pertanian bernama Truck Pulls. Semula kekuatan dieselnya digunakan untuk saling memamerkan kekuatan kendaraannya dalam mengangkut terjauh. Jadi pekatnya asap buangan tersebut sebenarnya tidak dimaksudkan untuk merusak lingkungan yang sekarang malah digunakan untuk tujuan itu. (TAN)

Sumber: wowkeren.com

Sungai Air Bengkulu Tak Sejernih Saat Bung Karno Masih Hidup

Published in Nasional
Sabtu, 12 Juli 2014 15:54

Medialingkungan.com – Perubahan kondisi Sungai Air Bengkulu, dimulai tahun 1980-an, saat perusahaan pertambangan batubara melakukan aktifitasnya di hulu Sungai Air Bengkulu. Penambangan ini dimulai setelah ditemukan Batubara Miosen, yang dapat ditambang di Cekungan Bengkulu. Lokasinya mulai dari Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, dan daerah lainnya.

Dulunya lokasi ini menjadi tempat santai Bung Karno pada saat dibuang di Bengkulu tahun 1938-1942. Dia sendiri menetap di di kampung Anggut Atas, yang letaknya mendekati pantai Samudera Hindia. Sungai Air Bengkulu dijadikan tempat untuk memancing ikan dan bersantai di tepiannya sambil membaca buku.

Namun sayangnya, yang dinikmati Bung Karno sangat sulit dirasakan saat ini. Sungai Air Bengkulu kini tercemar, ikan seluang kesukaan Bung Karno juga sangat sulit didapatkan. Air sungai ini coklat kehitaman layaknya air parit, akibat limbah batubara. Kedalamanya pun tak lebih dari 1,5 meter. Padahal di bawah tahun 1980-an, kedalamannya mencapai 5 meter.

Sejak adanya penambangan tahun 1999, masyarakat di sekitar Sungai Air Bengkulu beralih profesi dari petani dan nelayan menjadi penambang limbah batubara. Penghasilan dari menambang limbah batubara ini cukup lumayan. Sehari, dari pagi hingga sore, mereka menghasilkan 125-200 kilogram limbah batubara berkisar Rp 50-100 ribu.

Belum diketahui persis nama perusahaan yang kali pertama melakukan penambangan batubara di hulu Sungai Air Bengkulu. Tapi menurut Nana Sudjana, seorang pejabat pemerintah di Bengkulu Tengah, seperti dikutip investor.co.id (14/07/2011), ada tiga perusahaan yang melakukan aktifitasnya belasan tahun lalu yakni PT Bukit Sunur, PT Danau Mas Hitam dan PT Bina Bara Lestari di Kecamatan Tabah Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Menurut Sony Taurus, kepala Divisi Advokasi Walhi Bengkulu (19/06/2014) lalu, pendakalan Sungai Air Bengkulu oleh limbah batubara sebagai akibat pencucian batubara yang diikuti erosi di lokasi penambangan batubara bermula sejak tahun 1980-an.

“Lantaran begitu banyaknya limbah batubara di Sungai Air Bengkulu, menurut sejumlah ahli pertambangan kepada kami, kandungan limbah batubara yang mengendap di Sungai Air Bengkulu baru akan habis dikeruk dalam waktu 10-15 tahun,” katanya. (DN)

 

Sumber : http://www.mongabay.co.id/

Peningkatan Volume Sampah Bogor Hingga 15 Persen

Published in Nasional
Sabtu, 12 Juli 2014 13:23

 Medialingkungan.com – Selama bulan ramadan sampah yang dihasilkan oleh warga bogor mengalami peningkatan. Tidak tanggung-tanggung volume sampah yang meningkat hingga 15 persen. Sampah tersebut kebanyakan berasal dari sejumlah pasar tradisional.

Menurut Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor Uju Juyono bahwa bertambahnya jumlah sampah dikarenakan tingginya aktivitas masyarakat selama bulan puasa.

"Konsumsi masyarakat meningkat. Bahkan, ada pasar dadakan di beberapa lokasi yang meninggalkan timbulan sampah baru," ujarnya, jumat kemarin (11/07/2014).

Di beberapa wilayah yang kerap terjadi penumpukan sampah yakni di sekitar Jalan MA Salmun, Jalan Dewi Sartika, Jalan Otista dan titik lainnya. Selain di kawasan pasar, beberapa lokasi penampungan sampah sementara yang juga terlihat penuh misalnya di Jalan Ahmad Yani Tanah Sareal Kota Bogor. Wilayah penumpukan sampah yang paling banyak di dua pasar yakni pasar Bogor dan pasar Anyar.

Tambahnya lagi, volume sampah yang dihasilkan warga Kota Bogor pada hari biasa mencapai 2.484 meter kubik. Sedangkan, di bulan Ramadan ini, jumlahnya meningkat hingga 15 persen atau menjadi 3.730 meter kubik per hari. "Kami terus memaksimalkan sistem pengangkutan sampah di sejumlah titik penyumbang terbanyak di antaranya Pasar Bogor dan Pasar Anyar," jelas Uju.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, puncak lonjakan volume sampah, diprediksi pada H-1 lebaran. Terutama pada malam takbiran dan sesudah shalat Idul Fitri. "Biasanya, sampah berupa sisa bungkus makanan hingga kertas koran akan menumpuk," tegas Uju.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan akan menurunkan tim khusus yang bekerja secara bergantian agar sejumlah titik, terutama ruas jalan utama di Kota Bogor tetap terlihat bersih. (DN)

 

 

 

Walaupun Berpuasa, Petugas Kebersihan Tetap Tunaikan Tugas

Published in Nasional
Selasa, 01 Juli 2014 13:45

Medialingkungan.com - Musim kemarau yang diiringi turunnya hujan, membuat volume sampah menumpuk di drainase (saluran air) semakin banyak. Tak kecuali sampah yang menyangkut di Teras Bomb atau penghambat sampah di drainase.

Sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pengelola Sumber Daya Air (PU BM & PSDA) Kota Palembang, dibuat repot dan harus bekerja ekstra keras mengangkut tumpukan sampah yang mengalir.

Tumpukan sampah pada kawasan Sekip Bendung Kecamatan Kemuning seperti sampah plastik dan sampah kering yang terdapat dipinggiran sungai dan di aliran sungai tersebut.

Meskipun sedang menjalankan ibadah puasa, petugas tetap bekerja mengangkut sampah agar tidak terlalu banyak menumpuk.

Salah satu petugas kebersihan pengangkut sampah, Yadi mengatakan, Biasanya kalau tidak hujan, satu hari sampahnya hanya satu truk. Tapi karena adanya hujan, sampah yang terangkut bisa sampai dua truk bahkan lebih dari dua truk setiap harinya. (AP) 

Polusi Udara yang Tak Terkendali Sebabkan 110 Warga Terserang Kanker Paru Setiap Hari

Published in Internasional
Minggu, 29 Juni 2014 08:13

Medialingkungan.com – Penderita baru yang terjangkit kaker di Kota Beijing tercatat bertambah sekitar 40.000 orang sejak tahun 2012-2013. Demikian yang dilansir oleh pemerintah Kota Beijing pada ‘Buku Putih Kesehatan’ yang rutin diterbitkan tiap tahun.

Penderita baru penyakit kanker di kota Beijing pada 2012 mencapai 40.307, naik 3.22 persen dari setahun sebelumnya. Jika dikonversi dengan perhitungan harian, maka angka tersebut setara dengan 110 orang penderita baru yang terjangkit penyakit itu setiap harinya.

Dalam rilis Beijing News baru-baru ini mengkategorikan tiga penyebab terbesar kematian penduduk Beijing pada 2013.Penyakit tersebut antara lain, penyakit kanker, serangan jantung dan penyakit serebrovascular yang tingkatannya mencapai 74 persen.

Berdasarkan penelitian Badan Riset Kanker Internasional (IARC) menunjukkan bahwa jumlah penderita kanker di dunia terus tumbuh pada tingkatan yang mengkhawatirkan. Ia mencatat, negara yang memiliki warga dengan jumlah tertinggi sebagai penderita penyakit kanker paru-paru adalah Tiongkok.

Pihak otoritas kesehatan setempat meyakini, polusi udara mendominasi penyebab penyakit kanker paru-paru di Tiongkok. Pasalnya, kondisi udara yang berkabut akibat polusi udara terjadi di hampir setiap kota menjadi pemicu rawannya terjangkit penyakit ini.

Media di Tiongkok beberapa kali merilis kondisi terkini terkait polusi udara yang tak terkendali. Menurutnya, orang-orang di jalanan dengan masker menutupi hidung dan mulut merupakan 'pemandangan' biasa di seluruh kota. Bagian penyakit pernapasan di berbagai rumah sakit mendapat kunjungan pasien paling banyak. Pasien yang masuk juga kebanyakan didiagnosa menderita penyakit yang sama.

Pemerintah setempat juga mengakui bahwa perkampungan penderita kanker kian marak bermunculan di berbagai tempat di negeri yang berpenduduk 1.3 miliar.

Ia menilai, indikasi terbesar penyebab terjadinya adalah air yang terkontaminasi, tercemar air limbah industri kimia, sehingga lebih dari setengah air sungai dan danau Tiongkok tercemar secara serius dan menjadi air beracun.

Studi yang telah ia lakukan mengklaim, pencemaran air tersebut dihasilkan dari beberapa perusahaan besar yang berada di sekitar pemukiman masyarakat di areal sungai dan danau. (MFA)

Pemkot Malang Kerjasama TNI dan Polri Bersihkan Sungai Tongan

Published in Nasional
Jumat, 27 Juni 2014 14:43

Medialingkungan. com - Pemkot Malang bersama warga, TNI, dan Polri, melakukan bersih-bersih Sungai Tongan, di Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jum’at (27/06). Bersih-bersih pada sungai tersebut untuk mengantisipasi terjadinya banjir pada musim penghujan nanti.

Pada saat hujan deras, air Sungai Tongan selalu saja meluap ke pemukiman warga, akibat peluapan tersebut disebabkan banyaknya sampah dan tumbuhan yang berada di sungai yang mengakibatkan pendangkalan di sungai tersebut.

Salah satu warga Kelurahan Kasin RW 6, H Slamet mengatakan, ketika hujan deras pemukiman di sekitar sungai sering kebanjiran. Air sungai meluber ke pemukiman penduduk, dan yang parahnya pada bulan empat lalu, tinggi air yang menggenangi pemukiman warga sampai satu meter hingga dua meter.

Kepala DPU Kota Malang, Jarot Edi Sulistiyono mengatakan, penyebab banjir di lingkungan itu karena terjadi pendangkalan sungai dan banyaknya sampah yang dibuang di sungai tersebut. Selain itu, juga banyak tumbuhan yang tumbuh liar di pinggir sungai.

Sementara itu, kami hanya melakukan pengerukan dan membersihkan sampah yang ada di sungai untuk mengantisipasi banjir dan kami tidak begitu fokus terhadap pembersihan dipinggir sungai tersebut, katanya.

Wali Kota Malang, M Anton mengatakan, selain pendangkalan dan banyaknya sampah di sungai tongan, penyebab banjir juga dikarenakan banyaknya bangunan rumah yang berada di atas sungai.

Seharusnya, bangunan rumah tidak diperbolehkan di atas sungai, tambahnya. (AP)

Jelang Ramadhan Sampah Kota Jakarta Diperkirakan Meningkat 5 Persen

Published in Nasional
Selasa, 24 Juni 2014 16:15

Medialingkungan.com - Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara, Zaenuri mengatakan, jumlah volume sampah pada Ramadan diperkirakan bertambah 5 persen. Perkiraan ini sudah bisa diperhitungkan berdasarkan pengalaman Ramadan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Zaenuri, kenaikan volume sampah mulai terasa pada hari-hari menjelang Ramadan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang mencari peruntungan dengan berjualan makanan untuk berbuka puasa. Kenaikan volume itu biasanya berakhir pada hari ke-7 sebelum Idul Fitri.

Adapun volume sampah akan kembali normal pada hari ke-3 seusai Idul Fitri. Dan pada saat 1 minggu pasca Idul Fitri, volume sampah akan turun 2 hingga 3 persen dari angka rata-rata 1.400 ton per hari karena banyak warga Jakarta yang pulang kampung, katanya.

Selama ini, kata Zaenuri, lokasi yang memiliki volume sampah tertinggi saat Ramadan adalah Koja, Tanjung Priok, dan Penjaringan. Jika peningkatan volume sampah terlalu besar, dia berencana meminta bantuan Dinas Kebersihan DKI Jakarta. (AP)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini