medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

SM Rawa Singkil Akhirnya Terbebas dari Kebun Sawit

Published in Nasional
Jumat, 01 Desember 2017 18:50

Medialingkungan.com - Akhirnya Sawit di Suaka Margasatwa (SM) Rawa Singkil dimusnakan. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh didukung Forum Konservasi Leuser (FKL) memusnakan kebun sawit PT. Agro Sinergi Nusantara (ASN) yang memasuki kawasan SM Rawa Singkil.

Pemusnahan kebun sawit yang dilakukan pada Selasa (28/11/17). Pemusnahan kebun sawit ini seluas 70 hektar sedangkan PT. ASN telah membuka lahan di SM Rawa Singkil 340 hektar. Dari jumlah tersebut yang akan ditanami kembali sekitar 100 hektar. Sisanya akan dibiarkan tumbuh secara alami.

Perwakilan PT. ASN yang hadir pada saat pemusnahan mengatakan bahwa PT. ASN setuju dengan pemusnahan tersebut karena setelah dilakukan pengukuran batas kawasan, perusahaan memang membuka lahan di SM Rawa Singkil.

Dari data Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa SM Rawa Singkil merupakan tempat bagi Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Mawas, Ular Phyton, Biawak, Rangkong, Kuau, Gagak Hitam, Kuntul, dan Orangutan. Jika Habitat mereka terus menerus dirusak maka keberlangsungan hidup satwa-satwa tersebut dapat terancam.

Dari hal tersebut BKSDA Aceh terus melakukan pendekatan agar kegiatan pembukaan lahan tidak ada lagi di SM Rawa Singkil karena bukan hanya PT. ASN yang membuka lahan di SM Rawa Singkil tapi juga masyarakat sekitar.

“Kita perlu peningkatan sumber daya dan pengetahuan masyarakat agar hal ini tidak terus menerus terjadi,” ujar Sapto Aji Prabowo, Kepala BKSDA Aceh dilansir dari Mongabay.com. (Ira Anugerah A.)

Agrocomplex Go Green 2017 Tanam 10 Ribu Mangrove

Published in Event & Komunitas
Senin, 28 Agustus 2017 01:05

Medialingkungan.com - Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang dan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Asosiasi Teman Kuliah Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin (TKP-UNHAS) menanam bibit Mangrove dan menebar benih Rajungan Kepiting dan Udang yang dipusatkan di Pantai Lantebung Kelurahan Bira, Kecamatan Biringkanaya Makassar Sabtu (26/8).

Kegiatan ini dinamakan Agrocomplex Go Green 2017 oleh TKP-UNHAS dalam 1 dekade keberadaanya dengan bentuk penanaman 10.000 bibit mangrove dan restocking Benih Rajungan dan Udang 100.000 ekor yang melibatkan TNI, Polri, Bank BRI, Mahasiswa Fakultas Kehutanan, Pertanian dan Kelautan Unhas serta masyarakat Lantebung yang berlangsung selama dua hari.

Melalui acara ini Ahmad Sukri selaku Ketua Tim Kerja TKP-UNHAS mengatakan bahwa, “Kegiatan ini bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dimana Mangrove ini sangatlah penting, karena sepertiga kawasan mangrove dunia berada di Indonesia dan setiap tahunnya berkurang sebanyak 30%, karena itulah kegiatan ini berlangsung untuk menghidupkan kembali fungsi-fungsi ekologi dan juga restoking benih rajungan sebagai budidaya bebas untuk dinikmati masyarakat Lantebung, agar tidak ada lagi exploitasi pada kawasan mangrove”.

Wakil Gubernur Sulsel juga mengatakan bahwa, “pohon mangrove adalah pohon yang paling kuat untuk menahan ombak dibandingkan dengan tembok”.

Moh Ramdhan Pomanto menegaskan bahwa, “Mangrove sangatlah penting untuk ekosistem laut” seperti yang disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan acara. {Ira Anugerah Abbas}

Tiongkok Sulap Kereta Bawah Tanah Jadi Hutan Mini

Published in Internasional
Jumat, 02 Desember 2016 14:17

Medialingkungan.com - Sebuah kereta di Hangzhou, Tiongkok mendesain salah satu gerbong kereta bawah tanahnya yang dipenuhi dengan dedaunan hijau. Ini adalah salah satu upaya untuk mempromosikan tentang transportasi yang ramah lingkungan, sebab gaya hidup perkotaan di Tiongkok sangat identik dengan kereta beton.

Seperti dilansir Daily Mail UK, Kereta bawah tanah ini sengaja didesain layaknya berada di dalam hutan, lengkap dengan pot tanaman, lumut, dan daun. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan emisi rendah karbon dan peduli go green di kota.

Dekorasi hutan mini di dalam gerbong dan beberapa pohon besar pada kedua sisi serta tanaman rambat pada tiang untuk pegangan tangan. Pada bagian lantainya terlihat ada rumput berwarna hijau, dan pada bangku kereta terdapat rumput sintetis yang juga bisa diduduki.

Kereta bawah tanah ini menjadi viral di Tiongkok, dan beberapa netizen telah merespon tentang keberadaan kereta tersebut.

Salah satu pengguna situs berita iFeng.com misalnya, ia mengakatakan, "Ini menyegarkan, melihat beberapa tanaman hijau ketika Anda lelah.”

Sementara itu, ada juga yang berkomentar sebaliknya, "Hutan ini memakai banyak ruang, tidak praktis sama sekali.”

Berbagai desain kereta bawah tanah yang menarik, dan bernilai seni memang sudah seringkali kita temui di seluruh dunia. Namun, hanya di Tiongkok-lah yang menggunakan desain mirip hutan untuk kereta bawah tanah nya. Gerbong kereta ini hanya dibuka selama 12 jam, dan telah ditutup sejak 28 November lalu. (Muchlas Dharmawan)

Indonesia Catat Rekor Dunia Penanaman Pohon Serentak

Published in Nasional
Rabu, 30 November 2016 17:03

Medialingkungan.com – Dalam acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (28/11), 338.000 pohon ditanam dalam waktu satu jam, dan berhasil memecahkan rekor menanam pohon serentak dunia yang tercatat di “Guinness World Records”.

Presiden mengawali pencetakan rekor itu dengan menanam pohon jati didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi.

"Ayo bersama-sama menanam pohon dalam waktu satu jam ini," kata Presiden Joko Widodo seperti dikutip dari Antara News.

Sebanyak 5.500 petani dan anggota Koprabuh (Koperasi Produsen Anugrah Bumi Hijau), serta pelajar dan anggota Pramuka, turut menanam 238.000 pohon untuk mencetak rekor.

Pemberian anugerah rekor ini rencananya akan diberikan oleh Adjudicator for Guinness Book of Record, Dangarikar Swapnil Mahesh kepada Ketua Koprabuh, Yohanis Cianes Walean. Pencatatan rekor ini memperbaiki rekor sebelumnya yang dicatatkan oleh Filipina 223.000 pohon. 

"Selamat, Anda sukses melampaui capaian itu," kata juri Guinness World Records, Dangarikar Swapnil Mahesh.

Di depan Presiden Joko Widodo, Mahesh menyerahkan penghargaan pencetakan rekor itu kepada Ketua Koperasi Produsen Anugrah Bumi Hijau (Koprabuh), Yohanis Cianes Waelan yang didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya. (Andi Wahyunira)

Megawati : Reboisasi Sebagai Jalan Kemanusiaan untuk Bumi

Published in Nasional
Senin, 25 April 2016 16:19

Medialingkungan.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kepada seluruh petugas partai di eksekutif, legislatif dan struktural partai untuk mendorong gerakan reboisasi sebagai jalan kema­nusiaan untuk menyelamatkan bumi. Instruksi langsung oleh Megawati tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian nya dalam menyambut Hari Bumi yang dipusatkan di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Pantai Carita, Banten (24/04).

"Pertama, jagalah bumi dan per­banyaklah kebun raya serta hutan tanaman rakyat (Tahura) sebagai bagian dari penyelamatan bumi. Kedua, Hutan yang ada harus diselamatkan dari kerusakan ulah manusia,” kata Megawati dalam sam­butannya di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Pantai Carita, Banten, seperti yang dikutip dari harian.analisadaily.com senin, (25/04).

"Kita bersyukur ada peringatan Hari Bumi. Gerakan mencintai bumi ini nampaknya sederhana, namun kita harus belajar dari bangsa-bangsa yang punah dan hilang seluruh peradabannya akibat merusak dirinya sendiri dengan tidak merawat bumi. Marilah kita lakukan reboisasi sebagai jalan kemanusiaan untuk bumi,” tambahnya.

Mantan Presiden Republik Indonesia tersebut juga berharap agar Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, dapat mendorong kebijakan moratorium hutan karena menurutnya hutan merupakan sumber pembelajaran yang sangat penting bagi umat manusia.

"Reboisasi merupakan jalan masa depan untuk umat manusia. Bangsa Indonesia harus bersyukur. Lihatlah bagaimana di Arab untuk menanam pohon saja diperlukan upaya khusus. Maka sayangilah pohon karena itulah penghidupan dan nafas bumi," pesannya.

Gubernur Banten Rano Karno, juga mengapresiasi karya penyelamatan lingkungan yang dilakukan Megawati. Menurutnya, Megawati merupakan salah satu sosok Pelindung Yayasan Kebun Raya, terus berjuang untuk menyelamatkan bumi dengan mengalikan kebun raya di seluruh Indonesia. {Dedy}

18 Desa di Bruno Alokasikan APBDes Untuk Konservasi Mata Air

Published in Nasional
Senin, 31 Agustus 2015 10:31

Medialingkungan.com – Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo menyisihkan dana APBDes untuk digunakan sebagai upaya mengonservasi sumber air. Sebanyak 18 desa di Kecamatan Bruno mendistribusikan dana desa (minimal) sebesar Rp 500 ribu/desa untuk membeli bibit pohon yang ditanam pada hutan lindung.

"Upaya itu dilakukan untuk mencegah kecamatan tersebut dari bencana kekeringan. Sudah beberapa tahun ini desa kami imbau menyisihkan sebagian anggaran bantuan dari pemerintah untuk penghijauan, mereka mau mematuhi anjuran itu," ungkap Hasan, Sekretaris Kecamatan Bruno, kepada KRjogja.com, Minggu (30/08).

Hasan mengatakan, aliran dana dari desa tersebut akan dibelikan jenis bibit pohon yang berfungsi untuk menyimpan cadangan air seperti beringin, trembesi, dan bulu. Pemerintah juga telah mengimbau agar pemilihan jenis bibit pohon bukan dari jenis pohon produksi sehingga menghidarkan pohon dari penebangan liar. Meskipun, ada beberapa desa yang masih menanam pohon produksi.

"Tapi kami ingatkan untuk tidak membeli albasia karena umurnya terlalu pendek, minimal beli bibit mahoni," tuturnya.

Menurutnya, gerakan penghijauan tersebut diharapkan agar warga termotivasi untuk untuk menanami kebun mereka dengan jenis pohon yang fungsinya konservasi.

"Tanam sekarang, manfaatnya dirasakan minimal sepuluh tahun yang akan datang. Bruno yang selama ini dikenal sejuk, akan selalu terjaga kondisinya," terangnya. (Fahrum Ahmad)

Mendikbud Ajak Institusi Pemerintah Lakukan Gerakan Penanaman Pohon

Published in Nasional
Selasa, 16 Juni 2015 21:05

Medialingkungan.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengajak institusi pemerintah menjadikan penanaman pohon sebagai gerakan. Kegiatan ini akan meningkatkan partisipasi masyarakat dan pihak Kemendikbud juga akan menggerakkan semua siswa untuk sukseskan gerakan tersebut.

Anies Baswedan dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir, Perwakilan dari Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim, Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Lembaga Antariksa dan Penerbangan (LAPAN), Thomas Jamaluddin, dan Kepala Badan Informasi Geospasial ( BIG), Priadi Pardono serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan sebagai Penyelenggara, di gedung Manggala Wanabakti, di Jakarta (16/06).

"Lingkungan hidup tanggung jawab kita semua. Semua harus kerjakan untuk semua," ujar Anies, seperti yang dilansir Kompas.

Anies mengungkapkan, keterlibatan banyak pihak harus dilakukan dalam penanganan isu lingkungan hidup. Dia menekankan agar penanaman pohon menjadi gerakan nasional, tidak sekadar program.

Pendekatan Program menekankan pada kehadiran pemerintah untuk menyelesaikan masalah. Sementara pendekatan Gerakan menekankan pada partisipasi masyarakat untuk diajak bersama-sama menyelesaikan masalah, katanya.

Dia menambahkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohamad Nasir untuk itu akan mengerahkan anak didiknya untuk terlibat dalam gerakan penanaman pohon ini kalau perlu mahasiswa juga ikut terlibat.

Di antaranya, setiap siswa atau mahasiswa baru diwajibkan menanam 5 pohon di area sekolah atau kampus. Kalau membutuhkan lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyediakan 24 juta hektar daerah aliran sungai yang dalam kondisi kritis nantinya.

Menteri LHK, Siti Nurbaya setuju dengan gerakan penanaman pohon dalam perkuatan dengan pemonitoran. “Saatnya komitmen manjadi aksi nyata,” ucap Siti.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Hilman Nugroho mengatakan, nota kesepahaman antara menteri ini telah ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman teknis. Ia mencontohkan, mulai tahun ajaran baru 2015, peserta didik dan mahasiswa baru wajib menanam 5 pohon. Diperkirakan, ini akan memperbaiki 60.000 hektar lahan kritis di berbagai tempat di Indonesia.

Tidak kalah juga, Kementerian Agama, pihaknya mewajibkan setiap calon mempelai untuk menanam 5 pohon agar mendapatkan layanan ijab/surat nikah. Tiap tahun, terdapat 4 juta mempelai yang akan menikah dan terdata di Bimas Islam. (Angga Pratama)

Peringati Hardiknas, Sekolah Tarakanita Peduli Lingkungan

Published in Nasional
Sabtu, 02 Mei 2015 13:44

Medialingkungan.com – Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari ini, sekolah Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) Tarakanita 2, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tarakanita 1, jalan Wolter Monginsidi 118, Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menyambut baik Hardiknas. Sekolah Tarakanita bekerjasama dengan warga sekitar dalam melakukan kerja bakti lingkungan, penanaman pohon di area sekitar sekolah, dan melengkapi sarana dan prasana tempat sampah si sepanjang jalan wijaya.

Kepala Sekolah Tarakanita, Paula Ruliyati Puji Lestari berkomitmen menerapkan sekolah yang bersih, sehat, aman, nyaman, transparan, berintegritas, dan berkualitas.

“Kegiatan ini bukan hanya warga yang membantu, tapi sejumlah orang tua ikut serta dalam bekerja bakti. Para orang tua atau masyarakat sekiranya agar tiap hari mengingatkan anak-anaknya agar tidak melakukan tindakan yang tidak terpuji, contoh sederhananya membuang sampah pada tempatnya, tidak merokok, serta menaati tata tertib sekolah,” ujarnya, seperti yang dilansir beritasatu, Jakarta (02/05).

Menurutnya, sekolah yang tidak hanya mengembangkan kualitas akademik saja, namun juga dasar-dasar yang baik dengan menumbuhkembangkan budaya kasih, budaya seni atau kearifan lokal berbudaya lingkungan.

“Seperti hari ini, bersama orangtua dan masyarakat sekitar, kami tidak hanya menanam atau membersihkan, tapi membuat sumur resapan, lubang resapan biopori, serta melakukan edukasi kepada para pedagang agar menjaga kebersihan saat berdagang, dan mengelola sampah,” ucapnya.

Paula Ruliyati Puji Lestari mengungkapkan, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara akan tersenyum bangga jika semboyan yang diajarkannya diwujudnyatakan oleh generasi penerusnya 'ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handsayani', yang artinya di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan. (Angga Pratama)

Planet 21 Hijaukan Maccini Sombala Rayakan Hari Bumi

Published in Nasional
Kamis, 23 April 2015 19:04

Medialingkungan.com – “Masing-masing dari kita semua bisa membuat perubahan lewat Planet 21.” Itulah tajuk peluncuran program Planet 21 dirangkaikan perayaan Hari Bumi yang digelar Hotel Ibis Makassar City Center bekerja sama Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan.

Gelar perayaan tersebut dihelat bersemangat dengan meriah di Maccini Sombala of Indonesia, Selasa (21/04). Sebanyak 150 bibit pohon bitti dan trembesi ditanam oleh puluhan karyawan Hotel Ibis dan pegawai Dishut Sulsel dalam ruang terbuka hijau di kawasan Tanjung Bunga, Makassar.

“Menanam pohon itu ibadah, semakin banyak menanam semakin banyak pahala,” ujar Syukri Mattinetta, Kepala Dinas Kehutanan Sulsel, yang menyiapkan 20 juta bibit pohon per tahun untuk ditanam di Sulsel. “Kapan pun ada kesempatan menanam, kami siap membantu,” ucap Syukri.

Planet 21 berupa program tujuh pilar dan 21 komitmen sebagai pola pembangunan berkelanjutan ala Hotel Ibis yang diinisiasi sejak 2007. Di dalam Planet 21 tercakup biodiversity yang salah satu programnya adalah menanam pohon.

Hotel Ibis sebagai hotel berjaringan kelas dunia sebelumnya sudah menanam jutaan pohon. Antara lain dalam kawasan seluas lebih 100 hektare menggandeng Inhutani di wilayah Pemalang, Jawa Tengah. Selain itu, di daerah Karang Asem, Bali, Hotel Ibis pun juga memiliki hutan sendiri berkolaborasi Dinas Kehutanan setempat.

“Accor Hotel punya program sustainable development program bernama Planet 21 dengan tujuh pilar yang disingkat CINLOKDEH (Carbon, Innovation, Nature, Local, Dialog, Employment, Health). Ada 21 komitmen, biodiversity di antaranya. Selain itu ada reduce (mengurangi) penggunaan air dan energy saving (hemat energi),” kata Nyoman Wirayasa, General Manager Hotel Ibis Makassar City Center.

Bukan hanya biodiversity, Planet 21 juga meliputi aspek lokal yang terkait dengan local food (kuliner lokal). Di samping itu, terdapat aspek balance food (keseimbangan makanan) dengan prinsip responsbile eating (makanan yang terjamin). “Responsible eating itu misalnya kita tidak boleh makan makanan seperti sirip ikan hiu atau secara umum fauna yang dilindungi. Itu tidak boleh di Accor, termasuk masak memakai MSG (Mononatrium glutamat),” ungkap Nyoman.

“Selain menanam pohon, kita juga punya program mengolah limbah. Dari setiap kamar yang telah diinapi tamu di Hotel Ibis petugas mengumpulkan sampah dan memilah-milahnya, misalnya sampah plastik dan sampah yang berasal dari bahan yang masih bisa didaur ulang,” seru Nyoman.

Nyoman menuturkan, dari proses pengolahan itu sampah dijual. Hasilnya disumbangkan ke Yayasan Peduli Tunas Bangsa (YPTB) yang berkonsentrasi membina remaja tidak mampu. YPTB menjadi bagian tanggung jawab sosial korporasi Hotel Ibis yang menampung para remaja tidak mampu untuk disekolahkan, dibekali keterampilan, dan ditanggung biaya hidupnya selama diasuh YPTB agar kelak bisa hidup mandiri. (Arpan Rachman)

Menteri KLHK: Pentingnya Investasi Hijau

Published in Nasional
Minggu, 19 April 2015 21:15

Medialingkungan.com – Terjadinya laju deforestasi hutan, kerusakan hutan, dan pencemaran lingkungan yang terjadi di Indonesia, membuat pemerintah Indonesia melakukan penanaman pohon di berbagai wilayah Indonesia dan pada tahun 2009 lalu pemerintah telah menanam sebanyak 7,3 miliar pohon.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya mengingatkan pentingnya investasi hijau bagi kehidupan, khususnya masa depan bangsa Indonesia.

"Kabinet Kerja ingin membangun infrastruktur besar, di dalam pembangunannya harus menjaga aspek lingkungan. Karena itu, investasi hijau ini penting," ujarnya di saat menghadiri acara penanaman pohon di kawasan Tangerang, seperti yang dilansir rmol.com, Minggu (19/04).

Menurut Siti, tidak hanya realisasi investasi dan besaran nilai dalam mendukung investasi hijau di Tanah Air. Ia menambahkan, tahun ini, Provinsi Banten sendiri akan menyumbang 14 juta pohon untuk penghijauan.

"Aspek yang perlu diperhitungkan pula ialah komitmen terhadap pelestarian lingkungan, ini yang disebut investasi hijau," ucapnya. (Angga Pratama)

Halaman 1 dari 3

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini