medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com
medialingkungan.com
www.yoursite.com
Pasang Iklan Baris disni info@medialingkungan.com

Polusi Udara Pengaruhi Otak Manusia

Published in Informasi & Teknologi
Rabu, 12 Agustus 2015 17:10

Medialingkungan.com – sebuah studi mengungkapkan polusi udara memberikan dampak buruk bagi lingkungan begitupun buat kesehatan manusia bahkan mampu merusak otak.

Professor di Department of Public Health and Clinical Medicine di Umea University, Bertil Forsberg asal Swedia menyatakan polusi udara bisa menyebabkan sesorang mengalami Demensia Vascular dan Alzheimer, seperti yang dilansir Food World News.

“Dari total 16 kasus demensia dalam studi, sebanyak 16 persen diantaranya disebabkan oleh polusi udara,” ucapnya.

Sementara itu, peneliti lain senada dengan Bertil bahwa orang yang bernafas dengan kebanyakan menghirup udara tercemar memiliki risiko menderita Demensia vascular dan Alzheimer 40 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tinggal didaerah pedesaan dengan udara yang segar.

Dr. Frederica P.Perera, Direktur Columbia Center for Children’s Environmental Health, dkk dalam Journal of American Academy of Pediatrics tahun 2009 mengungkapkan anak-anak yang terpapar oleh polusi udara di kota sejak dalam kandungan akan memiliki IQ yang lebih rendah daripada anak-anak yang kurang terpapar.

Sedangkan untuk orang dewasa, polusi udara dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, timbulnya short-term memory dan menurunkan respon otak yang setara dengan kemunduran otak pada usia 3,5 – 5 tahun lebih tua dari usia sebenarnya. ( Arif Hidayat )

Sepeda Listrik Bertenaga Kuda dan Ramah Lingkungan

Published in Informasi & Teknologi
Sabtu, 08 Agustus 2015 17:04

Medialingkungan.com – Setelah BMW mengeluarkan sepeda listrik kini Piaggio tak ingin kalah dalam pembuatan sepeda listrik yang ramah lingkungan. Produk yang dikeluarkan oleh Piaggio adalah Pedelec, sepeda ini telah diperkenalkan pada pameran di Italia.

Sejak diperkenalkan secara perdana, sepeda listrik ini cukup laris di pasar kendaraan roda dua Italia. Mengingat, Pedelec merupakan sepeda listrik yang mengusung teknologi ramah lingkungan dan mampu melaju hingga 120 kilometer per jam dari tenaga baterai yang dimiliki.

Menurut data yang dimiliki Autoevolution menyatakan, pedelec menggunakan motor listrik 250 watt yang berpusat di poros pedal. Sedangkan tenaganya berasal dari baterai lithium ion 400 Wh. Sumber tenaga baterai juga didesain agar miliki kemampuan tahan air dan kelebihan yang disenangi para produsen sepeda listrik ini juga memiliki tenaga kuda.

Keunggulan lain yang dimiliki Pedelec adalah dilengkapi teknologi terkini seperti sistem GPS, alarm pencurian, sistem pelacakan, dan informasi daya baterai.

Selain itu, pengguna Pedelec juga dapat mengisi baterai telefon dan konektor USB. Seluruh perangkat ini merupakan teknologi yang disebut Piaggio Multimedia Platform (PMP).

Produsen Italia memberi penawaran dengan sistem kredit bagi seluruh konsumen dan angsuran bulanannya dapat dilakukan sebesar USD109 atau sekira Rp1,4 juta selama 18 bulan penyicilan. (Angga Pratama)

Lipi Temukan Bahan Pengawet Makanan Alami

Published in Informasi & Teknologi
Minggu, 26 Juli 2015 11:07

Medialingkungan.com – Penemuan 3 isolat bakteri asam laktat unggul oleh Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) berpeluang menghasilkan pengawet makanan alami. Tiga isolat bakteri tersebut diambil dari 85 isolat bakteri yang bersumber dari nira kelapa.

Isolat bakteri asam laktat unggul diperoleh dengan menguji kemampuannya melawan bakteri pembusuk dan patogen yaitu Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella enterica, Listeria monocytogenes, Bacillus cereus, dan Pseudomonas aeruginosa. Dimana Isolat dijadikan satu dengan masing-masing bakteri patogen dalam cairan di microplate uji.

“Yang bening menunjukkan bakteri asam laktat menghasilkan senyawa biopreservatif yang mampu menghambat perkembangan bakteri pembusuk dan patogen,” ungkap Sulistiani, salah seorang Peneliti LIPI dikutip dari Kompas.com.

Peneliti LIPI rencananya akan melakukan ujicoba dengan memfermentasi bahan pangan menggunakan bakteri pada pisang dan ikan, dua komoditas pangan melimpah di Enggano.

Sulistiani mengungkapkan uji laboratorium aplikasi fermentasi pada makanan ditargetkan selesai pada tahun ini. Sehingga tahun depan hasil eksperimen bisa diuji coba lebih luas, termasuk bahan pangan di sejumlah daerah Indonesia.

“Untuk hasil riset bakteri asam laktat, salah satu rencana kami adalah mendiseminasikan ke Banyumulek (Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat),” ucapnya.

Bakteri asam laktat masuk golongan yang aman untuk dikonsumsi dan mengandung senyawa bioaktif bakteriosin yang berfungsi mengawetkan makanan, terutama pada sayuran, susu, dan tanaman biji-bijian.

LIPI sendiri menargetkan penelitian mikrobiologi ini mampu membantu masyarakat kecil terutama nelayan dalam mengawetkan ikan hasil tangkapannya serta menjadi awal dari upaya memenuhi kebutuhan pengawet alami pangan. (Irlan)

Peneliti: Perilaku Ramah Lingkungan Bisa Buat Anda Lebih Gemuk

Published in Informasi & Teknologi
Kamis, 16 Juli 2015 15:35

Medialingkungan.com – Untuk memperoleh asupan gizi serta kandungan baik lainnya, Anda tentu wajib mengonsumsi sesuatu yang mengandung unsu-unsur tersebut. Mengonsumsi sesuatu sehat untuk tubuh akan berdampak pada tingginya metabolisme serta energi yang dihasilkan untuk beraktivitas.

Selain itu, pola-pola hidup sehat, seperti: menjaga kebersihan, berolahraga teratur, dan ramah lingkungan juga memberikan pengaruh terhadap perilaku seseorang. Seperti dirilis Time, penelitian baru-baru ini mengungkap bahwa perilaku ramah lingkungan -- dengan penggunaan tas kantong plastik -- untuk berbelanja bisa mengganggu pola makan.

Menurut riset yang dilakukan para profesor dari Harvard dan Duke University itu, seseorang akan termotivasi untuk memebrikan penghargaan kepada diri sendiri setelah melakukan hal-hal yang baik. Hadiah tersebut tak jarang adalah makanan siap saji yang kurang sehat.

"Pembelanja sering merasa mulia, karena mereka bertanggung jawab dengan lingkungan. Perasaan tersebut mudah menghasut mereka, karena mereka baik terhadap lingkungan, mereka harus mentraktir diri mereka sendiri dengan cookies atau keripik kentang atau produk lainnya dengan banyak lemak, garam, atau gula," ungkap peneliti.

Hal ini memang bertolak belakang, karena orang-orang yang berprilaku ramah lingkungan cenderung membeli bahan-bahan makanan yang organik (alami). Mereka juga umumnya mempraktekan gaya hidup sehat.

"Pebelaja pasar swalayan yang membawa sendiri tas mereka kemungkinan akan membeli bahan makanan organik dan makanan sehat lainnya," jelas peneliti.

Diketahui juga bahwa orang-orang yang belum memiliki anak cenderung lebih aktif untuk dalam melakukan hal demikian dibandingkan dengan mereka yang telah menjadi orangtua. Para peneliti menyarankan agar pola mengonsumsi seseorang diukur berdasarkan prioritas utama -- bisa dengan membuat daftar belajna – sehingga bisa terkontrol saat berbelanja. (Fahrum Ahmad)

Casio Hadirkan Proyektor Ramah Liungkungan

Published in Informasi & Teknologi
Kamis, 02 Juli 2015 13:36

Medialingkungan.com – Salah satu perusahaan tebesar asal Jepang Casio kini meluncurkan produk proyektor XJ-V1 yang ramah lingkungan. Proyektor tersebut memiliki keunggulan teknologi lamp free yang tidak dimiliki produk lainnya, produk lainnya hanya memiliki bohlam sudah pasti mengandung mercury yang dapat menggangu kesehatan.

XJ-V1 ini menggunakan teknologi LED Laser Hybrid. “Menggunakan LED Laser Hybrid memiliki banyak keuntungan karena bisa berumur lebih panjang hingga 20 ribu jam. Kalau produk lain tahan lama hanya sampai 3 ribu jam. XJ-V1 juga memiliki konsumsi listrik yang lebih rendah dibandingkan produk yang lain,” ujar Bara, Business Relation DPJ, Casio Singapore pte.ltd.

Senada dengan Bara, Sales Manager DPJ, Casio Singapore, Thian Fong mengungkapkan, selain memiliki keuntungan secara ekonomi karena tak harus mengganti bohlam yang mengandung mercury. Produk XJ-V1 ini juga mudah digunakan karena memiliki teknologi ‘Quick ON’ dan ‘Quick OFF’. Artinya, produk tersebut bisa cepat dinyalakan dan dimatikan tidak lebih dari 5 detik.

“Jadi kalau anda sibuk dan harus menghadiri meeting lain, anda tidak akan kesulitan untuk mematikan proyektor tersebut,” ucap dia, seperti yang dikabarkan chip.

Selain itu, kata Thian Fong, produk XJ-V1 juga memiliki struktur perlindungan optik yang unik karena bisa melindungi optik dari debu yang ada di sekitar tempat proyektor. “Satu hal lagi. Produk ini memiliki pilihan dalam Bahasa Indonesia ketika dioperasikan sehingga memudahkan warga Indonesia dalam mengoperasikan produk ini,” ujarnya.

Thian mengatakan, produk yang masih diproduksi di negara Yamagata, Jepang ini akan dipasarkan dengan harga berkisar US$699 atau senilai Rp9,2 juta. (Angga Pratama)

Satelit Sentinel-2A Bantu Prediksi Hasil Panen

Published in Internasional
Rabu, 24 Juni 2015 21:21

Medialingkungan.com – Satelit Eropa yang bernama Sentinel-2A untuk program pengamatan bumi telah diluncurkan. Misi satelit tersebut bertujuan mengambil foto-foto permukaan planet dalam cahaya jelas dan infrared.

Sentinel-2A adalah optik observasi bumi satelit dalam program Eropa Copernicus. Data satelit itu akan merekam semua kejadian seperti pertumbuhan kota-kota besar hingga dampak kerusakan bencana alam seperti gempa bumi, sunami, dan banjir. Namun Sentinel-2A memiliki peran khusus yaitu pemantauan kinerja tanaman pangan dunia.

Sensor kameranya telah dirancang untuk mendeteksi panjang gelombang cahaya spesifik yang menunjukkan kesehatan tanaman beserta kesuburannya. Informasi itu kemudian digunakan untuk memperingatkan lembaga-lembaga pertanian dan makanan internasional bila terjadi panen yang buruk dan adanya potensi kelaparan yang berkepanjangan.

Direktur observasi Bumi di European Space Agency (ESA), Volker Liebig mengungkapkan kami memiliki 13 band spektral termasuk empat yang disebut 'tepi merah' di mana tanaman, dan klorofil misalnya, memantulkan cahaya dan menunjukkan aktivitas tanaman, seperti yang dilansir, BBC.

“Hal ini sangat penting untuk memantau makanan dan, bagi saya, aplikasinya untuk keamanan pangan akan menjadi salah satu kegunaan paling penting Sentinel-2. Ini akan membantu Program Pangan Dunia (WFP) memprediksi panen buruk,” ucap dia.

Senada dengan Volker, Manajer Proyek Sentinel-2 dari ESA, Francois Spoto mengatakan, dengan menggunakan dua satelit mereka bisa mengorbit di atas khatulistiwa setiap lima hari, dan pada pertengahan garis lintang, seperti di atas Negara Prancis dan Inggris mereka bisa mengorbit setiap tiga harinya.

“Sentinel-2 memiliki sejumlah terobosan teknologi. Peralatannya termasuk gabungan struktur monolitik silikon karbida terbesar yang pernah direkayasa pada saat ini, dan juga sistem kendali sistem orbit yang sangat tepat yang memastikan foto-foto berkualitas tinggi,” ucapnya. (Iswanto)

Gogoro Luncurkan Skuter Listrik Berbasis Renewable Energy

Published in Informasi & Teknologi
Minggu, 21 Juni 2015 14:50

Medialingkungan.com – Gogoro, perusahaan asal Taiwan memperoduksi Skuter listrik dengan tenaga yang bersumber dari baterai. Meskipun bukan yang pertama, namun Gogoro mengakui bahwa antusias peminat skuter listriknya ini didominasi oleh kalangan yang berkeinginan untuk membantu pelestarian lingkungan hidup.

Skuter listrik yang diluncurkan di Taiwan ini dibanderol dengan harga US$4.140 atau sekitar Rp55 juta. Dengan harga yang lebih tinggi dibandingan kendaraan berbahan bakar fosil, Gogoro harus bisa meyakinkan masyarakat untuk menggunakan kendaraan berbasis energi ramah lingkungan.

Kendaraan ini menggunakan dua baterai yang cukup untuk menempuh jarak 97 kilometer. Perusahaan ini mengatakan pemilik bisa mengganti baterai di sejumlah titik pengisian ulang di ibu kota Taiwan, Taipei.

Namun, skema tersebut membuat pemilik skuter akan sangat tergantung dengan ketersediaan jaringan pengisian milik Gogoro.

Dengan demikian, Gogoro kemungkinanan besar akan mengenakan biaya bagi para pemilik yang mengisi ulang baterai.

Skuter adalah moda transportasi utama di Taiwan, negara berpenduduk 23 juta jiwa itu setidaknya memiliki hingga lebih dari 15 juta unit skuter yang dikendarai warganya. (Fahrum Ahmad)

Tisu Basah Musuh Terbesar Lingkungan

Published in Informasi & Teknologi
Sabtu, 20 Juni 2015 15:23

Medialingkungan.com – Tisu basah digunakan hanya sekali dalam membersihkan kotoran yang pada dasarnya adalah kain lap sabun yang tak perlu dibilas. Surat The Guardian menyatakan tisu basah kini buruk bagi lingkungan, oleh sebab itu, tisu basah telah dinobatkan sebagai ‘musuh terbesar tahun 2015’.

Tisu sekali pakai, memastikan untuk membasmi kuman, dan bisa dibuang setelah dipakai, nyatanya sangatlah populer. Para ibu-ibu membawa tisu basah di tas popok mereka dan menggunakannya saat mengganti popok atau membersihkan dalam keadaan darurat.

Kini banyak orang dewasa menimbun tisu basah yang bisa ‘disiram’ di kamar mandi mereka untuk membersihkan lebih baik dari pada kertas tisu biasa. Official Boy atau (OB) di rumah sakit dan para guru di dalam kelas sering mengelap permukaan dengan tisu basah anti-bakteri. Bahkan, para pelancong menyimpan tisu basah di dalam tas mereka untuk membersihkan tangan.

Tisu basah ada di mana-mana, sehingga tidak mengejutkan jika sektor tisu basah di Negara Inggris sendiri senilai 778 juta dolar atau setara dengan Rp10 triliun. Namun, ada beberapa masalah besar di balik obsesi yang tersebar luas itu dengan tisu basah. Hanya karena tisu basah secara teknis bisa digunakan sekali pakai namun tidak berarti mereka akan secara ajaib hancur, alih-alih, mereka hanya akan terseret ke suatu tempat yang lain, hilang dari pandangan, di mana mereka akan mendatangkan malapetaka bagi lingkungan sekitar.

Kebanyakan mengandung serat plastik yang tidak dapat diurai secara alami. Saat tisu basah hanyut ke laut, tisu tersebut akan dicerna oleh binatang laut seperti kura-kura yang mengira tisu basah sebagai ubur-ubur, lalu mereka mati. Marine Conservation Society (MCS) pada tahun 2014 memperkirakan ada sekitar 35 tisu basah per kilo meter di pantai Inggris. (Angga Pratama)

Konversi Tebu Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Published in Informasi & Teknologi
Minggu, 14 Juni 2015 22:56

Medialingkungan.com – Tim peneliti dari University of California, Amerika Serikat, telah mengembangkan teknik baru untuk mengkonversi biomassa dari tanaman tebu menjadi bahan bakar pesawat jet.

Dalam tulisannya yang diterbitkan pada Jurnal Prosiding National Academy of Sciences (PNAS), Mereka mengklaim bahan bakar tersebut dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 80 persen. Dari data yang dilaporkan Phys.org, 2 persen emisi gas rumah kaca disumbangkan ke atmosfer melalui bahan bakar pesawat jet.

Alexis Bell, salah seorang peneliti sebagaimana dilansir kompas.com mengungkapkan pembuatan bahan bakar ramah lingkungan itu sangat rumit mengingat bahan bakar pesawat punya beragam kriteria ketat.

"Tidak boleh ada kandungan oksigen, karena oksigen dalam jumlah berapapun akan mengurangi kepadatan energi. Lalu karena ruang yang tersedia pesawat terbang sangat minimal maka Anda pasti ingin mengemas energi sebanyak mungkin dalam bentuk bahan bakar," ucap Bell.

Bell juga menjelaskan bahan bakar tersebut harus stabil pada suhu yang sangat rendah agar tidak berubah menjadi gelatin yang membuatnya tidak dapat mengalir lagi serta memiliki titik didih yang tepat sehingga tidak menyebabkan kerusakan berlebihan pada komponen turbin.

Dari semua kriteria tersebut, Dia menyebutkan tanaman tebu telah memenuhi semua kriteria untuk dijadikan bahan bakar pesawat jet. Dalam prosesnya, tanaman tebu akan dipisahkan kandungan sukrosanya yang digunakan untuk menurunkan metil keton sehingga akan menghasilkan bahan utama dari bahan bakar tersebut.

Selain itu, tanaman tebu juga dapat digunakan untuk membuat pelumas mobil dan bahan bakar diesel.(Irlan)

Keuntungan Mengonsumsi Buah & Sayur Berwarna Merah

Published in Informasi & Teknologi
Minggu, 14 Juni 2015 10:49

Medialingkungan.com – Sudah menjadi rahasia umum bahwa penting untuk mengkonsumsi 5-10 porsi buah dan sayuran, namun karena gaya hidup yang menyita banyak waktu, sehingga masyarakat sering lupa untuk mengonsumsi buah dan sayuran.

Penyakit-penyakit seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas, hingga kanker terus mengalami peningkatan akibat pola konsumsi biji-bijian olahan, gula, makanan yang mengandung banyak lemak, dan makanan olahan lainnya.

Buah merah dan sayuran khususnya mengandung nutrisi yang menjaga tekanan darah yang sehat, mencegah pertumbuhan tumor, mengurangi kolesterol jahat, menurunkan risiko kanker prostat pada pria, dan membantu mencegah arthritis.

Berikut ini adalah beberapa nutrisi yang biasa ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran berwarna merah:

Vitamin C

Diet tinggi Vitamin C dikenal untuk menunda proses penuaan serta mengurangi risiko kanker, penyakit jantung, dan arthritis. Red lada, jambu, stroberi, raspberry, tomat dan pepaya adalah makanan merah yang sumber yang sangat baik dari vitamin C. Klik di sini untuk membaca 15 + Vitamin C-Kaya Buah dan Sayuran.

Lycopene

Lycopene adalah karotenoid yang memberikan buah merah dan sayuran warna merah cerah mereka yang khas. Antioksidan kuat ini diyakini mengurangi risiko beberapa jenis kanker, menurunkan risiko penyakit jantung, serta mengurangi dan menurunkan risiko degenerasi makula (gangguan mata terkait usia). Tiga makanan yang mengandung lycopene yang paling jambu, semangka, dan tomat, masing-masing. Klik di sini untuk membaca The Top Ten Makanan tertinggi di Lycopene.

Quercetin

Quercetin, flavonoid yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran berwarna cerah, membantu menjaga tekanan darah yang sehat, menurunkan risiko beberapa jenis kanker seperti COLON CANCER, dan membantu meringankan alergi dan asma dengan mencegah pelepasan histamin oleh sel-sel kekebalan tubuh . Bawang mentah, cranberry, ceri, apel, dan paprika merah merupakan sumber yang baik dari quercetin.

Asam ellagic

Asam ellagic merupakan antioksidan yang dikenal karena kemampuannya untuk memanggil kematian sel-sel kanker. Antioksidan ini juga dikenal untuk mengurangi risiko penyakit jantung serta mempromosikan penyembuhan luka dalam tubuh. Buah merah kaya akan asam ellagic termasuk raspberry, stroberi, delima, jambu biji dan cranberry. Klik di sini untuk membaca ringkasan temuan reasearch yang menunjukkan kemampuan asam ellagic untuk mengurangi risiko kanker.

Hesperidin

Biflavonoid ini bertanggung jawab untuk warna dan ditemukan pada konsentrasi tertinggi di kulit dari buah jeruk. Seperti quercetin, hesperidin membantu meringankan alergi dan asma dengan bertindak sebagai anti-histamin dan dengan demikian mencegah pelepasan histamin. Its manfaat lainnya termasuk menjaga kadar kolesterol sehat, mengurangi risiko beberapa jenis kanker, dan penguat kapiler (pembuluh darah kecil) yang mempromosikan penyembuhan dalam tubuh. Grapefruit adalah sumber terkaya hesperidin.

Makan berbagai macam buah-buahan dan sayuran adalah penting untuk mendapatkan berbagai nutrisi semua yang membantu kami menjalani hidup yang sehat. Diet Anda lebih berwarna, semakin besar manfaat!

Beberapa buah-buahan berwarna merah termasuk: Ceri – cranberry - jambu biji - anggur merah – semangka – delima – stroberi – raspberi - apel merah (dengan kulit) - pir merah (dengan kulit), Buah-buah ini bisa dimakan seperti, ditambahkan ke sereal dan susu, ditambahkan ke salad, atau dimasukkan ke dalam smoothies.

Beberapa sayuran berwarna merah meliputi: Cabe - tomat (tomat dimasak mengandung lebih lycopene dari tomat mentah) – kelembak - cabai merah - bawang merah (terbaik dimakan mentah atau dimasak sedikit manfaat gizi maxiumum) – lobak – radicchio - kentang merah (dengan kulit) - kubis merah. (Fahrum Ahmad)

Berita Terbaru

Dibaca Terbanyak

Opini

QR Code
Copy/Share link halaman ini